Pengertian Decoder Beserta Fungsi dan Tabel Kebenaran Decoder

Pengertian Decoder

Decoder merupakan sebuah alat yang dimanfaatkan untuk mengembalikan sebuah proses decoding sehingga membuat kita bisa menerima informasi yang asli. Decoder juga bisa didefinisikan sebagia serangkaian logika yang berguna untuk menerima masukan atau input biner dan kemudian mengaktifkan salah satu output dengan berdasarkan ukuran pada biner tersebut.

Salah satu fungsi yang dimiliki oleh decoder adalah untuk memberikan kemudahan dalam menyatakan seven segmen. Alasan inilah yang membuat kita lebih menggunakan decoder ketika hendak menyalakan seven segmen.

Beberapa rangkaian yang menggunakan decoder yang mungkin seringkali Anda temui yakni decoder dengan rangkaian 3 x 8 atau 3 bit 8 output line, 4 x 16 atau 4 input 16 output line, decoder yang berjenis BCD to 7 segmen dengan 4 bit input dan 8 output line, dan juga decoder berjenis BCD to Decimal yang memiliki 4 bit input dan juga 10 output line.

Pengertian Decoder adalah

Sementara itu, salah satu IC decoder yang paling sering digunakan adalah 74138. IC yang satu ini telah dilengkapi dengan 3 input bit dan 8 output line yang memiliki nilai input 1 pada setiap output line-nya tersebut. Di sisi lain, pengertian decoder juga sekilas tidak jauh berbeda dengan demultiplexer. Namun yang membedakan adalah decoder ini tidak menggunakan data input. Jadi, input yang ada hanya digunakan untuk data control.

Definisi lain untuk decoder juga bisa dibentuk melalui sebuah susunan dari gerbang logika dasar maupun juga yang menggunakan IC dan dijual banyak di pasaran. Beberapa jenis decoder tersebut antara lain: 74LS154, 74LS155, 74LS48, 74LS138, dan lain sebagainya. Dengan adanya IC ini, maka Anda bisa dengan mudah ketika hendak merangkai decoder yang memiliki bit dan keluaran sesuai dengan yang Anda inginkan. Contohnya, ketika Anda hendak merancang decoder dengan 32 output line dengan IC decoder yang memiliki 8 output line.

Fungsi Decoder

Pengertian Decoder dan Fungsinya

Sekarang kita akan beralih membahas mengenai fungsi dari decoder. Seperti yang sudah kami jelaskan bahwa dengan adanya decoder, maka Anda akan lebih mudah di dalam mengalakan seven segmen. Dengan menggunakan decoder, maka waktu menyalakan seven segmen tidak membutuhkan waktu yang lama. Dengan begitu, maka Anda bisa menghemat waktu Anda.

Anda juga harus tahu bahwa output yang dimiliki oleh decoder maksimum 2n. Hal ini membuat membuat Anda bisa membentuk n to 2n decoder. Ketika Anda hendak merangkai decoder, maka Anda harus membuat 3 to 8 decoder atau dengan menggunakan 2 to 4 decoder. Pada akhirnya nanti akan terbentuk 4 to 16 decoder yang juga menggunakan 2 buah 3 to 8 decoder.

Syarat Decoder

Anda harus tahu bahwa decoder harus memenui persyaratan agar ia bisa menjadi sebuah rancangan. Persyaratannya yakni m < 2 n. Nilai m merupakan sebuah kombinasi output dan untuk n mewakili jumlah bit input. Satu dari input hanya bisa mewakili satu kombinasi output saja.

Tabel Kebenaran Decoder 

Tabel Kebenaran Decoder 

Tabel Kebenaran Decoder 

Berikut ini akan kami berikan informasi mengenai seperti apa tabel kebenaran decoder. Namun sebelum itu Anda harus tahu bahwa rangkaian decoder bersifat keterbalikan dibandingkan dengan encoder. Maksudnya, ia merubah sebuah kode biner menjadi sebuah sinyal diskrit.

Di bawah ini ada sebuah tabel kebenaran decoder BCD yang terhubung ke 7 segmen yang perlu dipahami sebelum Anda mulai merangkainya.

Apa Perbedaan Encoder dan Multiplexer Decoder?

Encoder merupakan suatu rangkaian logika yang digunakan untuk mengubah kode dari yang bisa dipahami oleh manusia ke kode yang tidak dipahami atau bahkan tidak dikenal oleh manusia. Sementara untuk decode, ia merupakan rangkaian logika yang berguna untuk mengubah kode yang tidak dikenal manusia menjadi kode yang dikenal oleh manusia.

Perlu dipahami bahwa rangkaian yang dimiliki oleh encoder memiliki beberapa input line yang mana salah satu dari beberapa input tersebut telah atau harus diaktifkan di waktu tertentu. Kemudian, input tersebut akan menghasilkan sebuah kode output berupa N-bit dengan rangkaian yang merupakan aplikasi gerbong or.

Pengertian Decoder dan Bedanya dengan Multiplexer

Sementara untuk rangkaian priority encoder adalah rangkaian yang bersifat prioritas yang dibagi menjadi dua. Misalnya jika ternyata terdapat dua atau lebih input yang menghasilkan nilai ‘1’ di saat yang bersamaan, maka nanti input yang mempunyai prioritas tertinggilah yang akan diambl.

Lalu bagaimana dengan rangkaian decoder? Rangkaian decoder sebenarnya terdiri dari beberapa macam yakni:

  • Decoder 3 x 8 dimana input line-nya berjumlah 3 dan output-nya berjumlah 8.
  • Decoder 4 x 16, dimana inputnya berjumlah 4 dan outputnya berjumlah 8.
  • Decoder BCD to Decimal, maksudnya rangkaian ini memiliki 4 bit input dan juga 8 bit output.
  • Decoder BCD to seven segment, dimana rangkaian ini hadir dengan 4 input dan juga 8 output line.

Ada hal penting yang juga tidak boleh diabaikan. Khusus untuk rangkaian BCD to seven segment, ia memiliki prinsip dan cara kerja yang tidak sama dengan jenis rangkaian decoder lainnya. Kombinasi dari setiap input yang dimilikinya tersebut nanti bisa mengaktifkan beberapa output yang artinya tidak hanya berasal dari satu line saja.

Di sisi lain, multiplexer merupakan sebuah rangkaian logika yang bertugas menerima input data digital dan kemudian menyeleksi beberapa atau salah satu dari input tersebut yang kemudian akan dikeluarkan ke output line-nya.

Multiplexer ini berguna untuk data collector yang mana nanti data yang masuk berasal dari N sumber. Kemudian diseleksi dengan cara dipilih salah satnya yang selanjutnya akan diteruskan menuju saluran tunggal. Masukkan data tersebut bisa berupa beberapa jalur yang mana setiap jalurnya memiliki lebih atau malah hanya ada satu bit saja.

Demikian informasi yang bisa kami berikan kepada Anda mengenai pengertian decoder beserta fungsi, tabel kebenaran decoder, dan hal-hal lainnya yang berkaitan. Semoga informasi ini bermanfaat.

Leave a Reply

Send this to a friend