Internet of Things (IoT) : Pengertian, Sejarah, Manfaat dan Contohnya

Pengertian Internet of Things (IoT)

Internet of Things, Anda sering mendengar istilah ini, bukan? Konsep dasar mengenai Internet of Things adalah sistem perangkat komputer yang saling berinteraksi dengan mesin mekanis atau digital, dengan objek atau user yang dilengkapi dengan ID unik, dan memiliki kemampuan transfer data melalui jaringan internet tanpa bantuan interaksi ‘manusia dengan manusia’ atau pun ‘manusia dengan komputer’. Garis besar dari IoT adalah sebuah jaringan raksasa dari ‘things‘ (sesuatu) yang saling terkoneksi yang mana juga melibatkan orang/user/people, keterhubungan tersebut bisa antara ‘people-to-people‘, ‘people-to-device‘, atau ‘device-to-device‘.

Ketika orang ingin membahas Internet of Things hal pertama yang akan dibicarakan adalah koneksi internet serta bagaimana peralatan jaringan tersebut dapat terhubung dan saling berinteraksi. Definisi IoT semakin berkembang sejak bertemunya berbagai jenis teknologi perangkat komputer melalui media internet.

Sebagai contoh, teknologi real-time analytics pada sistem analisis big data, embedded system pada perangkat mikro kontroler, sistem mirroring antara smartphone dengan personal computer (PC), IP camera yang terhubung dengan aplikasi smartphone, remote desktop melalui smartphone, konsep blockchain pada transaksi online dan bitcoin, dan masih banyak lagi contohnya.

Sejarah Perkembangan Internet of Things (IoT)

Pengertian Internet of Things (IoT) dan Sejarahnya

Sejarah mencatat, konsep tentang jaringan smart devices sudah menjadi bahan perbincangan sejak tahun 1982, dimulai di Carnegie Mellon University (Pittsburgh, Pennsylvania). Saat itu terdapat mesin penjual minuman soda Coke yang sudah dimodifikasi sehingga dapat memberikan laporan persediaan, serta memberikan informasi mengenai minuman yang baru saja dimuat ke mesin, apakah dingin atau tidak.

Pada tahun 1991, Mark Weiser dalam paper-nya membahas tentang ubiquitous computing pada komputer abad-21. Mark Weiser adalah seorang pimpinan divisi sains komputer dan teknologi dari Xerox PARC (Palo Alto Research Center).

Pada 1994, Reza Raji, CEO dari Xenio System dari San Fransisco, menyebutkan konsep yang serupa dalam IEEE spectrum, ia menyatakan “[moving] small packets of data to a large set of nodes, so as to integrate and automate everything from home appliances to entire factories“. Artinya, menggerakkan paket kecil data ke sebuah serangkaian node, dapat menyebabkan data tersebut terintegrasi dan dapat meng-automatisasi-kan seluruh perusahaan melalui perangkat-perangkat di rumah.

Pada jenjang waktu antara 1993 dan 1997, beberapa perusahaan teknologi raksasa di Amerika mengembangkan konsep IoT ini, seperti ‘Microsoft’s at Work’ dan ‘Novell’s NEST’. Microsoft’s at Work adalah sebuah konsep aplikasi komputer yang dapat menghubungkan sistem Windows dengan mesin fax dan fotocopy. NEST adalah akronim dari Novell Embedded Systems Technology, adalah sebuah sebuah paket API (Application Programming Interface), format data, dan protokol jaringan yang dikompilasi sebagai perangkat portable untuk digunakan dalam embedded system (mikro kontroler). NEST memungkinkan untuk berbagai perangkat elektronik untuk terhubung dengan layanan Novell NetWare.

Konsep ini semakin dimatangkan dengan gagasan dari Bill Joy tentang device-to-device communication, ide tersebut merupakan bagian dari presentasinya tentang Six Webs pada World Economic Forum di Davos pada tahun 1999. Di tahun yang sama, istilah Internet of Things kembali diangkat oleh Kevin Ashton dari Procter & Gamble (sekarang Auto-ID Labs di MIT), ia menyebutkan istilah ‘internet for things‘, ia melihat bahwa RFID (radio-frequency identification) merupakan bagian penting dari IoT, yang mana memungkinkan berbagai perangkat komputer untuk mengelola banyak tugas-tugas kecil dan individual.

Setelah melewati 2 dekade, akhirnya gambaran tentang apa itu IoT semakin jelas. Ia tidak lagi sebuah konsep, ia sudah menjelma menjadi sebuah kondisi yang nyata dimana gadget lebih banyak terhubung dengan software, komputer, dan internet daripada dengan brainware (manusia). Cisco Systems (sebuah perusahaan jaringan di San Francisco) menyebutkan bahwa IoT baru ‘lahir’ antara tahun 2008-2009, mengacu pada data hasil riset statistika rasio pertumbuhan konektivitas manusia dengan gadget (human-to device), mengalami peningkatan antara tahun 2003 (rasio 0.08) hingga 2010 (rasio 1.84).

Artinya, pada tahun 2010, dengan meningkatnya rasio penggunaan gadget internet pada skala 1.84 untuk setiap orang, maka setiap gadget membutuhkan gadget yang lain agar dapat bekerja dengan baik, karena setiap orang hanya mampu fokus berinteraksi dengan baik dengan 1 gadget saja. Pada tahun 2020, rasionya sudah mencapai 6.58.

Manfaat Teknologi Internet of Things (IoT)

Kemanfaatan aplikasi IoT dapat dibagi menjadi ke dalam empat (4) garis besar, yaitu bagi konsumen, komersial, industri, dan infrastruktur.

1. Manfaat IoT pada konsumen

Bagi konsumen, IoT lebih akrab dikenal sebagai konsep smart-home, yaitu perangkat automatisasi perabot rumah baik secara kabel ataupun nirkabel/wireless, seperti automatisasi penyalaan lampu, pemanas/pendingin ruangan, media informasi sistem keamanan, dan sebagainya. Dalam persepsi smart-home secara jangka panjang, IoT menjanjikan potensi penghematan listrik, karena ia mampu melakukan turn on/off terhadap perangkat elektronik secara robotik.

2. Manfaat IoT secara komersial

Dalam persepsi komersial, IoT dapat memberikan banyak dampak positif di bidang medikal dan kesehatan, biasa disebut Internet of Medical Things (IoMT) atau bisa disebut juga Internet of Health Things atau smart-healthcare. Adalah aplikasi IoT yang dimanfaatkan untuk keperluan medikal dan kesehatan yang berkaitan dengan koleksi data dan analisis untuk keperluan riset, monitoring (pemantauan), dan layanan kesehatan masyarakat.

Dalam persepsi jasa transportasi juga demikian, teknologi IoT dapat terintegrasi ke dalam framework komunikasi, kontrol, dan pemrosesan informasi di antara beragam sistem transportasi.

Interaksi yang dinamis di dalam bidang transportasi ini dapat menciptakan relasi komunikasi secara inter-vehicular maupun intra-vehicular, contohnya smart traffic control, smart parking, sistem informasi elektronik toll, manajemen armada dan logistik, asisten keselamatan dan penunjuk jalan, dan masih banyak lagi.

3. Manfaat IoT bagi manufaktur

Sebagai contoh di pabrik-pabrik perakitan kendaraan bermotor, teknologi IoT sudah menjadi bagian dari alur proses kerja produksi. Teknologi IoT memungkinkan integrasi tanpa batas di antara beragam perangkat manufaktur dengan kemampuan identifikasi, pemrosesan, komunikasi, dan penghubung ke jaringan.

4. Manfaat IoT untuk infrastruktur

Dalam bidang infrastruktur IoT dapat dimanfaatkan untuk memonitor perubahan keadaan pada struktur kondisi bangunan yang mungkin dapat membahayakan keselamatan. Pada contoh yang lain, IoT bisa dimanfaatkan untuk membantu membuat keputusan dalam proses konstruksi termasuk di dalamnya penghematan biaya, percepatan waktu, serta meningkatkan produktivitas pegawai infrastruktur.

Contoh Teknologi IoT

Pengertian Internet of Things (IoT) dan Contohnya

Pada praktiknya di lapangan, perangkat IoT meliputi empat (4) range, berikut ini contohnya.

  1. Short-range wireless, contohnya:
    • Wi-Fi, adalah teknologi untuk jaringan lokal (LAN) berdasarkan standar IEEE 802.15.4 yang memungkinkan gadget dapat berkomunikasi melalui titik akses terpusat atau antara dua gadget yang berbeda secara wireless/nirkabel.
    • Li-Fi (Light-Fidelity), teknologi komunikas data wireless yang serupa dengan Wi-Fi tapi menggunakan media cahaya untuk meningkatkan kecepatan bandwidth.
    • RFID (Radio-frequency identification), teknologi ini menggunakan medan elektromagnetik untuk membaca data.
    • NFC (Near-field communication), protokol yang memungkinkan dua perangkat elektronik dapat saling berkomunikasi dalam jangkauan 4 cm.
  2. Medium-range wireless, contohnya:
    • LTE Advance, komunikasi data berkecepatan tinggi (high speed) untuk perangkat jaringan seluler.
  3. Long-range wireless, contohnya:
    • Low-power wide-area networking (LPWAN), adalah jaringan wireless yang dirancang untuk komunikasi data jarak jauh, teknologi ini lebih menghemat daya dan biaya dalam proses transmisinya.
    • Very small aperture terminal (VSAT), sebuah teknologi komunikasi satelit menggunakan antena wajan (parabola) untuk data narrowbrand maupun broadband.
  4. Wired, contohnya:
    • Ethernet, merupakan sebuah standar jaringan yang menggunakan twisted pair dan fiber optics yang terhubung melalui sejumlah hub dan switch.
    • Power-line communication (PLC), teknologi komunikasi menggunakan kawat listrik untuk mengangkut daya dan data.

Itulah penjelasan mengenai pengertian Internet of Things (IoT) beserta sejarah, manfaat dan contoh penerapan Internet of Things (IoT) yang perlu kita ketahui. Semoga bermanfaat dan mudah dipahami!

Leave a Reply

Send this to a friend