Pengertian Ransomware Beserta Bahaya dan Cara Mengatasi Ransomware

Akhir-akhir ini berbagai media informasi sudah terkenal dengan masalah-masalah yang berasal dari serangan ransomware atau disebut WannaCry dan beberapa media biasanya menyebut WannaCrypt0r atau WannaCrypt. Dimana ini sudah menyerang ratusan negara yang ada diseluruh dunia, puncaknya pada tahun 2017 yang lalu. Sebuah penyerangan dari cyber yang berskala besar dengan menggunakan salah satu virus ransomware.

Lebih dari ratusan ribu komputer yang ada diberbagai negara sudah terkena virus ransomware ini. Mereka melakukan penyerangan dari berbagai cara, namun pada intinya mereka ingin menghancurkan sebuah perangkat anda.

Jika anda yang belum mengerti dengan ransomware, anda bisa membaca artikel ini. Dimana kami akan membahas beberapa hal tentang ransomware ini. Mulai dari pengertia, bahaya dan cara mengatasi ransomware, semuanya itu anda bisa lihat pembahasan yang ada dibawah ini.

Pengertian Ransomware

Pengertian Ransomware Adalah

Ransomware merupakan sebuah perangkat lunak yang berbahaya dengan melakukan penyerangan untuk memblokir semua akses data. Dimana ini akan dilakukan melalui sebuah pesan permintaan dengan tujuan untuk meminta pembayaran hingga uang tebusan dibayarkan.

Ransomware yang biasa saja sebenarnya hanya bisa mengunci sebuah sistem. Dengan begitu orang yang memiliki pengetahuan tentang IT ataupun system security bisa memudahkan untuk mengembalikan sebuah keadaan pemblokiran tersebut.

Bahaya Ransomware

Bahaya Ransomware

Virus ransomware pada saat ini sudah membuat penyerangan di beberapa negara dan salah satunya ialah Indonesia.  Ransomware ini bisa dibilang virus yang berbahaya hingga bisa merugikan bagi kita, apabila terkena dengan virus ransomware.

Virus ransomware bisa dijuluki sebagai virus yang tergolong dengan malware dimana ransomware dapat membuat kerusakan pada file di sistem yang ada pada perangkat, salah satunya sebuah komputer yang memiliki sisrem operasi windows. KOMINFO sudah pernah mengatakan kepada masyarakat agar bisa melakukan pencegahan pada ancaman dari malware khususnya virus ransomware yang berjenis Wannarcy.

Pada Indonesia sudah terdapat berbagai virus yang mampu menghancurkan sebuah sistem operasi di perangkat-perangkat yang ada. Jika kita melihat dari cara kerjanya dimana virus ini akan bergerak untuk mengenkripsi sebuah file dengan cepat. Sesudah mengenkripsi seluruh file, maka virus ransomware akan memberikan suatu peringatan seperti sebuah cara untuk membuka file-file tersebut dengan melakukan proses pembayaran yang melalui bitcoin. Jika ini tidak diberikan dengan kesepakatan dari waktu yang telah ditentukan, kemungkinan besar data-data akan hilang atau terhapus.

Seringkali virus ransomware masuk dengan melalui SMB Server/SMB Protokol, IIS Situs Server dan juga kesalahan yang dilakukan oleh pengguna terhadap komputer dengan membuka file. Bahkan virus ransomware bisa masuk melalui suatu komputer ataupun server yang sudah terhubung pada internet. Dengan begitu ini bisa menyebar ke berbagai komputer dengan suatu jaringan yang mirip serta mengunci file dengan cepat disetiap komputer.

Cara Mengatasi Ransomware

Apa itu Ransomware? Cara Mengatasi Ransomware

Virus ransomware itu berbahaya bagi kita, apalagi anda yang sudah membaca bahaya virus ransomware yang sudah dibahas diatas. Tentu saja kita juga harus mengatasi masalah ini agar tidak terkena virus ransomware.

Sehingga ini akan membuat kita lebih merasa nyaman saat beraktivitas online dengan tanpa harus mengkhawatirkan bahaya-bahaya dari virus ransomware. Bagaimana cara mengatasinya? Nah dibawah ini merupakan cara yang terbaik untuk anda agar terhindar dari serangan atau ancaman virus ransomware. Berikut ulasannya.

1. Sering mengupdate SMB Server
Berbagai langkah yang dilakukan oleh ransomware agar bisa menyebar adalah dengan memanfaatkan sebuah celah yang terdapat pada SMB Server. Maka dari itu, anda harus melakukan maintenance serta mengupdate SMB Server.

2. Jangan mengaktifkan Fitur SMB apabila tidak digunakan
Apabila anda merasa kalau fitur SMB tak perlu untuk diaktifkan, maka hal ini merupakan sebuah pilihan yang terbaik jika anda melakukannya.

3. Blok Port 139/445 dan 3389 apabila menggunakan Firewall
Salah satu cara yang paling terbaik agar virus ransomware tidak datang adalah dengan menggunakan Blok Port 139/445 dan 3389 apabila menggunakan Firewall.

4. Memisahkan sebuah komputer yang Menggunakan IIS Web Server dengan jaringan yang lainnya
Kemungkinan penyebaran dari virus ransomware biasanya dilihat pada sebuah celah yang ada di IIS Web Server. Banyak orang yang pernah menjadikan IIS Web Server pada suatu jaringan dengan sebuah komputer yang lainnya. Nah, apabila anda ingin mencegah penyebaran ransomware ke berbagai komputer, maka anda harus memisahkan server antara IIS Web server dan komputer yang memiliki data-data terpenting.

5. Sering mengupdate Anti Virus
Setiap perusahan keamanan anti virus pasti mengusahakan untuk melakukan pembaharuan agar dapat mencegah berbagai virus-virus yang ingin menghancurkan sebuah perangkat kita. Nah, ketika terdapat sebuah virus yang baru. Maka perusahan anti virus pasti akan bergerak lebih cepat untuk menambahkan sebuah list database agar bisa membunuh berbagai virus yang ada. Dengan begitu anda harus perhatikan kalau anti virus sudah siap untuk diperbaharui, jangan anda menolak atau menudakan.

6. Mengaktifkan fitur Turn On Password Protected Sharing
Apabila server yang dimiliki oleh anda harus melakukan sharing pada file, alangkah baiknya anda mengaktifkan Password Protected Sharing yang terdapat pada Windows. Dimana ini untuk menghindari masuknya atau menyebarnya sebuah virus ransomware.

7. Berhati-hati dalam mendownload file dengan ekstensi .exe dan ekstensi installer lainnya
Dalam hal mengunduh atau mendownload file yang berekstensi .exe dan ekstensi installer yang lainnya. Maka anda harus memperhatikan pada alamat website untuk mendownload file tersebut. Dimana anda harus memastikan kalau proses pengunduhan itu langsung dari sebuah website developer yang asli.n Apabila mendownload file dengan website yang lain atau palsu, pastikan terlebih dahulu kalau isi file tersebut tidak mengandung virus.

8. Periksa address email serta isi email pada saat menerima email
Jika menerima email, maka anda harus pastikan terlebih dahulu dengan mengecek address pengirim. Pada umumnya anda harus menghindar dari email-email yang memiliki address pengirimnya palsu. Apabila terdapat kejadian yang seperti ini, maka anda harus melakukan pelaporan dengan menandai kalau ini adalah spam.

9. Menonaktifkan fitur Autoplay Hardware
Untuk mencegah penyebaran virus ransomware terhadap berbagai tempat penyimpanan yang berasal dari luar komputer. Dengan demikian, kami sarankan kepada anda agar menonaktifkan fitur yang bernama Autoplay Hardware.

Itulah penjelasan mengenai pengertian ransomware beserta bahaya dan cara mengatasi ransomware secara ampuh. Semoga artikel ini bermanfaat dan mudah dipahami!

Leave a Reply

Send this to a friend