Pengertian Tata Surya Beserta Susunan dan Urutan Tata Surya

Pengertian Tata Surya

Tata surya adalah kumpulan dari susunan benda-benda langit yang terdiri dari Matahari dan semua objek yang berputar mengelilinginya akibat dari daya gravitasinya. Adapun benda-benda langit tersebut adalah 8 planet dengan orbit yang berbentuk elips, komet, satelit alami, meteroid, 5 planet kerdil atau katai, komet, asteroid dan yang lainnya.

Alam semesta sangatlah luas dan diperkirakan terdiri dari 2 triliun galaksi. Salah satu galaksinya adalah Bima Sakti (Milky Way). Sistem tata surya yang akan dibahas pada artikel ini adalah bagian dari Bima Sakti (Milky Way).

Kata Bima Sakti sebenarnya berasal dari nama tokoh yang berkulit hitam didalam pewayangan yakni Bima. Hal ini disebabkan oleh anggapan orang jawa kuno bahwa bintang-bintang di langit membentuk gambaran Bima yang dililit oleh ular naga.

Sistem tata surya terdiri atas beberapa bagian yaitu matahari, 4 planet luar, 4 planet dalam, sabuk asteroid (main asteroid belt), dan pada bagian terluarnya terdapat sabuk Kuiper. Dari 8 planet di tata surnya, hanya 6 planet yang mempunyai satelit alami yaitu Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Sedangkan, 2 planet lainnya yaitu Merkurius dan Venus tidak mempunyai satelit alami.

Susunan Tata Surya dan Urutannya

Apa itu planet? Planet merupakan benda langit yang tidak memiliki cahaya sendiri tetapi hanya memantulkan cahaya dari bintang. Planet merupakan salah satu bagian penyusan dari tata surya.

Tata surya memiliki 8 planet, jika melihat dari jarak antara planet-planet tersebut dengan Matahari maka urutan dari 8 planet tersebut adalah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Jupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km).

Selain dari 8 planet tersebut, pada pertengahan 2008, terdapat benda langit yang dikategorikan sebagai planet kerdil. Adapun urutan dari planet kerdil berdasarkan jaraknya dari Neptunus adalah Ceres (415 juta km di sabuk asteroid)), Pluto (5.906 juta km, dulu dianggap sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).

Berikut dibawah ini penjelasan mengenai 8 planet penyusun sistem tata surya yang terbagi menjadi planet dalam dan planet luar.

A. Planet Dalam

1. Merkurius

Pengertian Tata Surya - merkurius

Merkurius merupakan planet yang paling dekat dengan Matahari (57,9 km) dan juga planet terkecil didalam tata surya (0,055 massa bumi). Planet ini memiliki berevolusi selam 88 hari dan berotasi selama 59 hari. Merkurius tidak memiliki satelit alami dan mudah ditembuh oleh meteor. Koleris (Caloris) merupakan salah satu kawah terbesar di Merkurius dengan lebar 100 km.

Karena jaraknya yang paling dekat dengan Matahari, Merkurius menjadi planet terpanas didalam tata surya pada waktu siang hari. Tetapi, pada malam hari sangatlah dingin hingga dapat membekukan air. Atmosfier Merkurius terdiri dari atom-atom yang lepas dari permukaannya akibat semburan angin surya.

2. Venus

venus

Venus merupakan planet kedua terdekat dari Matahari setelah Merkurius dengan jarak 108 juta km dan berukuran seperi Bumi dengan berat 0,815 massa bumi. Planet ini sering disebut sebagai planet saudara Bumi (planet kebumian) karena ukuran, komposisi, dan gravitasi diantara keduanya mirip.

Hal membedakan Venus dengan Bumi adalah atmosfirnya yang terpadat diantara 4 planet kebumian yaitu terdiri dari 96% karbon dioksida. Karena itulah, Venus lebih kering dari Bumi dan atmosfirnya juga sembilan kali lebih padat dari Bumi.

Dugaan sementara mengenai sumber atmosfer Venus adalah berasal dari gunung berapi. Hal ini dikarenakan venus tidak memiliki medan magnet yang bisa mencegah habisnya (terkikisnya) atmosfer. Venus tidak memiliki satelit dan mengorbit Matahari selama 224,7 hari Bumi. Planet ini dikenal sebagai dewi cinta dan kecantikan didalam mitologi Romawi.

Venus merupakan objek alami yang paling cerah di malam hari setelah Bulan dengan magnitudo tampaknya sebesar -4,6 (cukup cerah untuk menghasilkan bayangan). Selain itu, planet ini termasuk planet inferior dengan sudut elongasi mencapai 47,8°. Venus disebut sebagai Bintang Senja atau Fajar karena dapat dilihat dengan segera sebelum Matahari terbit ataupun setelah Matahari terbenam.

3. Bumi

Bumi

Bumi atau planet biru merupakan planet ketiga terdekat dari Matahari (150 juta km) sekaligus termasuk planet terbesar dan terpadat diantara planet bagian dalam lainnya. Hanya di Bumi, satu-satunya planet yang diketahui memiliki lempeng tektonik dan aktivitas kehidupan makhluk hidup. Bumi terdiri atas 70% air dan 30% daratan. Didalam tata surya, bumi adalah planet terpadat dan terbesar kelima diantara 8 planet.

Bumi memiliki satu satelit yaitu Bulan yang merupakan satelit terbesar dari planet kebumian didalam tata surya. Diperkirakan, Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu dimana kehidupan makhluk hidup sudah ada paling tidak sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu.

Kemudian, secara perlahan, biosfer Bumi mengubah atmosfer dan kondisi fisik dasar lainnya sehingga memungkinkan organisme untuk hidup, disertai pembentukan lapisan ozon yang bersama dengan medan magnet Bumi menghalangi radiasi surya yang berbahaya sehingga makhluk hidup mikroskopis dapat hidup dengan aman di daratan.

Adapun faktor yang menjadikan Bumi sebagai tempat yang layak ditinggali oleh makhluk hidup, dapat dilihat dari sifat fisik, geologi, sejarah dan orbit Bumi. Bumi termasuk planet kebumian yang umumnya dipenuhi oleh bebatuan. Selain itu, dari 4 planet kebumian, Bumi adalah planet dengan gravitasi permukaan tertinggi, kepadatan tertinggi, rotasi tercepat, dan medan magnet terkuat.

4. Mars

Pengertian Tata Surya - mars

Mars merupakan planet terdekat keempat dari Matahari (228 juta km) dengan ukuran yang lebih kecil dari Bumi dan Venus (0,107 massa Bumi). Mars dikenal sebagai “planet merah” karena tampak bewarna kemerah-merahan jika dilihat dari jauh. Hal tersebut disebabkan akarena kandungan besi(III) oksida di permukaan planet Mars.

Pada permukaannya terdapat gunung berapi raksasa seperti Olympus Mons (gunung berapi tertinggi di Tata Surya), lembah retakan seperti Valles Marineris (lembah terbesar di Tata Surya), tudung es dan gurun. Planet ini mempunyai atmosfer yang tipis dengan kandungan utamanya adalah karbon dioksida dan termasuk planet bebatuan.

Mars sendiri memiliki 2 satelit alami berukuran kecil yaitu Deimos dan Phobos yang diperkirakan merupakan asteroid yang terjebak oleh gravitasi Mars. Planet ini mengorbit Matahari selama 687 hari dan berotasi selama 25,62 jam. Pada belahan utara Mars, terdapat cekungan Borealis yang meliputi 40% dari permukaan planet ini.

B. Planet Luar

5. Yupiter

yupiter

Yupiter merupakan planet terdekat kelima ke Matahari (779 juta km) dan juga planet terbesar di Tata Surya dengan massa 318 kali massa Bumi (seperseribu massa Matahari dan 2,5 kali massa gabungan seluruh planet lainnya). Jupiter dikenal sebagai raksasa gas dimana atmosfernya terdiri atas 75% hidrogen dan 24% helium berdasarkan massa sedangkan satu persen sisanya merupakan massa unsur-unsur lainnya.

Akibat sumber panas didalam Yupiter, timbul beberapa ciri semi permanen pada atmosfernya seperti pita-pita awan dan Bintik Merah Raksasa. Yupiter sendiri memiliki 67 satelit alami dimana 4 satelit terbesarnya adalah Ganymede, Callisto, Io dan Europa. Ganymede merupakan satelit alami terbesar di Tata Surya dengan ukuran melebihi Merkurius.

Planet ini dinamakan “Yupiter” oleh bangsa Romawi, sesuai dengan nama dewa Yupiter didalam mitologi Romawi. Jika diamati dari Bumi, magnitudo tampak dari planet ini mencapai -2,94 (cukup terang untuk menghasilkan bayangan). Karena itulah, planet ini menjadi objek tercerah ketiga di malam hari setelah Bulan dan Venus. Meskipun pada periode tertentu, Mars dapat menyaingi kecerahannya.

6. Saturnus

saturnus

Saturnus merupakan planet terdekat keenam ke Matahari (1.430 juta km) yang dikenal sebagai planet bercincin dan juga menjadi planet terbesar kedua di Tata Surya setelah Yupiter.

Saturnus hanya sebesar 60% dari volume Yupiter, dengan kata lain beratnya kurang dari sepertiga Yupiter (95 kali massa Bumi). Selain itu, karena kandungan utamanya berupa gas dan cairan, Saturnus memiliki kerapatan yang rendah. Karena itulah, Saturnus menjadi planet yang paling tidak padat di Tata Surya.

Diperkirakan bahwa inti Saturnus terdiri dari bebatuan padat dimana atmosfernya terdiri dari gas amonia dan metana. Kondisi alam tersebutlah yang menjadikan Saturnus tidak memungkinkan adanya kehidupan. Saturnus berevolusi selama 29,46 tahun dan berotasi selama 10 jam 40 menit 24 detik.

Saturnus mempunyai 60 satelit alami. Tujuh di antaranya cukup masif sehingga dapat runtuh akibat gaya gravitasinya sendiri. Ketujuh satelit tersebut adalah Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan dan Iapetus. Titan merupakan satu-satunya satelit di Tata Surya dengan atmosfer yang cukup berarti dan ukurannya melebihi Merkurius.

7. Uranus

uranus

Uranus merupakan planet terdekat ketujuh ke Matahari (2.880 juta km) dan juga planet paling ringan diantara planet bagian luar lainnya dengan massanya 14 kali massa Bumi. Di Tata Surya, Uranus adalah planet terbesar ketiga dan terberat keempat. Planet ini dinamai Uranus berdasarkan nama dewa langit Yunani kuno “Uranus” yakni ayah dari Saturnus (Knonos) dan juga kakek dari Yupiter (Zeus).

Uranus memiliki atmosfer yang sama dengan Yupiter dan Saturnus dimana kandungan utamanya adalah hidrogen dan helium, hanya saja Uranus mengandung lebih banyak unsur “es” seperti air, amonia, metana, dan sisa hidrokarbon. Uranus memiliki atmosfer terdingin di Tata Surya dengan suhu terendahnya 49 K (−224 °C). Inti planet juga sangat dingin dibanding planet raksasa gas lainnya sehingga hanya sedikit menghasilkan energi panas.

Uranus memiliki 27 satelit alam (yang diketahui) dimana satelit terbesarnya adalah Titania, Oberon, Umbriel, Ariel, dan Miranda. Satelit di Uranus adalah yang paling kurang masif diantara raksasa gas lainnya dimana massa gabungan kelima satelit utamanya tersebut kurang dari setengah massa Triton.

8. Neptunus

neptunus

Neptunus merupakan planet terdekat kedelapan ke Matahari (4.500 juta km) dengan ukuran yang lebih kecil dari Uranus tetapi lebih padat dimana massanya 17 kali massa Bumi. Neptunus adalah planet terbesar keempat berdasarkan diameternya (49.530 km) dan juga terbesar ketiga berdasarkan massanya (17 kali massa Bumi).

Pancaran panasnya tidak sebanyak Saturnus dan Yupiter. Planet ini dikenal sebagai dewa lautan Romawi. Neptunus mengorbit Matahari pada jarak 4.450 juta km. Planet ini berotasi selama 16,1 jam dan berevolusi selama 164,8 tahun. Planet ini juga didampingi oleh beberapa planet minor pada orbitnya yang disebut sebagai Trojan Neptunus.

Neptunus berhasil ditemukan pada tanggal 23 September 1846. Adapu komposisi penyusunnya mirip dengan Uranus dimana atmosfernya mengandung hidrogen, hidrokarbon, helium, nitrogen (perkiraan), dan kandungan es yang besar seperti es air, amonia dan metana. Neptunus memiliki 13 satelit alam (yang diketahui) dimana satelit terbesarnya adalah Triton. Triton merupakan satu-satunya satelit besar dengan orbit berbalik arah (retrogade)

Baiklah, semoga pembahasan mengenai pengertian tata surya beserta susunan, dan urutan tata surya seperti yang telah dijelaskan diatas bermanfaat. Terima kasih!

Nesabamedia.com merupakan media online yang menyajikan konten menarik seputar komputer, internet, jaringan, android, website dan beberapa topik lain yang berhubungan dengan dunia komputer.

Leave a Reply

Send this to a friend