• Our Partners:

Pengertian Westernisasi adalah

Pengertian Westernisasi : Faktor Penyebab, Dampak dan Contohnya

Pengertian Westernisasi

Westernisasi berasal dari kata “Oksiden” yang artinya dunia barat. Westernisasi (Eropanisasi) adalah sebuah proses dimana masyarakat ada dalam pengaruh barat dalam berbagai bidang, seperti poleksosbud dan lain-lain. Westernisasi juga bisa dikaitkan dengan akulturasi dan enkulturasi.

Westernisasi bisa dilihat dalam perilaku seseorang yang kebarat-baratan. Dampak dari westernisasi adalah berkurangnya rasa nasionalisme dan jati diri bangsa. Selain itu juga mematikan kreativitas seseorang akan budaya barat yang berlebihan.

Jika dilihat pengertiannya dari pandangan sosiologi, maka westernisasi adalah gambaran arus perubahan tingkah laku kehidupan orang timur menjadi orang barat.

Pengertian Westernisasi Menurut Para Ahli

Pengertian Westernisasi menurut Para Ahli

pengertian-westernisasi

Berikut adalah pengertian westernisasi dari beberapa ahli, antara lain:

  1. Soerjono Soekanto, mengatakan bahwa westernisasi adalah proses yang mengedepankan industrialisasi dan sistem ekonomi kapitalis. Sehingga kehidupan tersebut meniru persis dengan kehidupan yang ada di dunia barat.
  2. Koentjaraningrat, mengatakan bahwa westernisasi adalah peniruan gaya hidup barat yang dilakukan oleh masyarakat secara berlebih mulai dari pergaulan, kebiasaan, proses gaya hidup, dan lain sebagainya.
  3. Samuel P. Huntington, mengatakan bahwa westernisasi adalah proses dalam masyarakat yang mengikuti segala hal gaya hidup barat.
  4. Eka Gunawan, mengatakan bahwa westernisasi adalah proses peniruan suatu masyarakat tentang kebudayaan barat yang dianggap lebih baik daripada kebudayaan bangsa sendiri.

Faktor Penyebab Westernisasi

Pengertian Westernisasi dan Faktor Penyebabnya

faktor penyebab westernisasi

Berikut adalah faktor-faktor penyebab terjadinya westernisasi, antara lain:

  1. Memiliki kekurangan dalam pengembangan dan penguasaan IPTEK.
  2. Kegiatan masyarakat yang selalu mengonsumsi produk-produk luar negeri daripada dalam negeri.
  3. Adanya percampuran budaya sehingga semakin bertambah masuknya budaya barat.
  4. Kurang atau tidak ada rasa sadar diri dalam menyaring dan memilih budaya yang masuk ke dalam negeri (baik dan buruk).
  5. Meniru budaya barat mulai dari gaya busana, tata rambut, perilaku, tindakan, dan gaya-gaya akan kebaratan.
  6. Selalu ingin mencari kebebasan yang bebas seperti negara barat yang menganut paham liberalisme.

Dampak Westernisasi

Dampak Westernisasi

Dampak westernisasi

Berikut ini adalah dampak dari westernisasi yang bisa dirasakan, antara lain:

1. Terjadi perubahan perilaku masyarakat.

Dengan masuknya pengaruh budaya barat, baik melalui media massa maupun online membuat perilaku masyarakat menjadi berbeda. Masyarakat juga mulai mengenal adanya bahasa gaul seperti kepo. Jika hal tersebut terus berlanjut, maka nilai-nilai sopan santun akan memudar.

2. Jati diri bangsa dan budaya lokal mulai luntur

Dengan memiliki paradigma bahwa hal-hal yang berbau barat adalah budaya yang terbaik maka akan menyebabkan lunturnya jati diri bangsa.

3. Perubahan cara hidup masyarakat

Dengan adanya budaya barat di Indonesia juga mempengaruhi dalam hal cara hidup masyarakat, yaitu bisa dilihat dalam kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan. Hal tersebut bisa dilihat dalam mengonsumsi minuman keras. Jika itu dilakukan di Indonesia, otomatis tidak sesuai dengan nilai dan norma serta agama. Selain itu, minuman keras juga berdampak buruk bagi kesehatan.

Contoh Westernisasi

Pengertian dan Contoh Westernisasi

Contoh westernisasi

Berikut adalah contoh dari westernisasi, antara lain:

  1. Banyaknya anak punk dan geng motor.
  2. Lebih suka menikmati konser daripada pentas-pentas seni tradisional.
  3. Sikap individualis yang membuat masyarakat menjadi semakin bersaing dan kehilangan rasa kekeluargaannya.
  4. Banyak yang menganggap budaya barat lebih baik daripada budaya negara sendiri. Sehingga hal tersebut membuat kebanyakan orang lebih suka mempelajari budaya barat.
  5. Masyarakat rela menghabiskan uang banyak untuk mengonsumsi hal-hal yang berbau barat daripada hasil atau karya dari bangsa sendiri.
  6. Adanya pergaulan bebas tanpa batas yang semakin marak di kalangan masyarakat Indonesia.
  7. Lebih menyukai, memakai, maupun mengonsumsi barang-barang, produk-produk dari luar negeri daripada buatan negeri sendiri.
  8. Perubahan konsumsi makanan dari sajian biasa hingga cepat saji atau fastfood.
  9. Gaya berpakaian dan gaya rambut ala kebarat-baratan.

Ciri-Ciri Westernisasi

Berikut adalah ciri-ciri dari westernisasi, antara lain:

  1. Gaya hidup mengikuti perkembangan ala barat dimana berkehidupan mewah dan boros dalam membelanjakan suatu hal.
  2. Terjadi hubungan sesame jenis dan hal tersebut dilarang oleh agama Islam maupun di Indonesia.
  3. Terjadi kasus pernikahan yang tidak sah.
  4. Banyaknya video porno yang beredar dan merusak generasi bangsa.
  5. Menyukai kehidupan hura-hura seperti minuman keras, tarian dansa, dan lain-lain.
  6. Mengonsumsi obat-obatan terlarang.
  7. Perubahan cara berpakaian, berkomunikasi, dan hubungan sosial yang mengikuti kebiasaan di negara-negara barat.

Pola Westernisasi

Pola dan media dalam menyebar westernisasi adalah dengan melalui media massa dan online. Hal yang paling berpengaruh besar dalam penyebaran ini adalah teknologi informasi. Tanpa disadari, pola penyebaran ini berpengaruh terhadap masyarakat Indonesia.

Proses westernisasi juga bisa terjadi saat pemerintah mengeluarkan doktrin unutk mendukung westernisasi. Contoh westernisasi ini juga bisa dilihat di negara Jepang dan Afghanistan yang pernah mengalami hal tersebut.

Cara Menyikapi Westernisasi

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menyikapi westernisasi di Indonesia, antara lain:

  1. Bersikap teliti dan kritis, dimana bersikap lebih kritis dan teliti terhadap masuknya pengaruh budaya barat ke Indonesia (harus tahu dampak positif maupun negatif). Istilahnya dalah memfilter atau menyaring sebelum menggunakan budaya baratnya.
  2. Memperluas ilmu pengetahuan, dimana dengan hal tersebut masyarakat lebih menggunakan budaya barat lebih sesuai dengan batas kewajaran akan pengetahuan dan gunakan ilmu pengetahuan secara bijak.
  3. Menyesuaikan dengan norma Indonesia, dimana dalam memilih budaya harus disesuikan dengan norma dan nilai-nilai yang berlaku di Indonesia.
  4. Menanamkan kecintaan negeri, dimana setiap masyarakat Indonesia harus mulai ditanamkan rasa kecintaanya terhadap Indonesia sejak dini agar jika budaya barat masuk kita masih tetap berpegang teguh pada hal tersebut.
  5. Meningkatkan keimanan dan takwa, dengan adanya budaya barat membuat seseorang menjadi teruji akan hal tersebut dan tugas dari masyarakat sendiri bisa mengambil hikmah untuk semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaannya.
  6. Bersikap moderat, dimana maksudnya adalah tidak menolak dan tidak mendukung adanya budaya barat yang masuk ke Indonesia alias netral.
  7. Mempersiapkan diri dengan baik, dimana pengaruh global dan budaya barat yang semakin dominan membuat masyarakat mulai dini menyiapkan bekal untuk tahan akan godaan negatif yang ada.
  8. Menanamkan dan mengamalkan nilai Pancasila, dimana dalam kehidupan sehari-hari masyarakat mengamalkan nilai-nilai Pancasila agar tetap mempunyai rasa nasionalisme.
  9. Bersikap selektif, dimana selektif dalam memilih budaya positif yang ada di budaya barat.
  10. Menjaga nasionalisme, dimana masyarakat bisa tetap menjaga nasionalismenya masing-masing.
  11. Memberi prioritas pada pemulihan ekonomi, dimana dengan bantuan dari budaya barat yang positif maka bisa membantu pemulihan ekonomi masyarakat Indonesia.
  12. Meningkatkan potensi nasional, dimana pemerintah lebih perhatian dalam mengembangkan potensi masyarakatnya sendiri sehingga menghasilkan SDM sesuai dengan apa yang diinginkan.
  13. Meningkatkan perkembangan mikro dan kemajuan teknologi, dimana pemerintah lebih mendukung perkembangan mikro dan kemajuan teknologi diharapkan dapat membantu pembangunan maupun meningkatkan daya saing dalam negeri.
  14. Memanfaatkan forum kerja sama internasional, dimana antar negara yang bekerja sama bisa memperoleh keuntungan, baik dalam hal globalisasi perdagangan, investasi, ekonomi, dan teknologi.
  15. Melakukan deregulasi dan debirokrasi, dimana bisa menciptakan regulasi baru dalam menjunjung tinggi supremasi hukum, pengakuan hak-hak asasi manusia, kepemilikan, kebebasan dalam berusaha, dan masyarakat sipil.

Itulah penjelasan mengenai westernisasi mulai dari pengertian, pengertian dari para ahli, faktor penyebab, dampak, dan contoh dari westernisasi. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan pembaca akan hal tersebut.

Leave a Reply

Send this to a friend