Pengguna Keluhkan Data Mereka di Layanan Azure Microsoft Digunakan Sales Untuk Spam Promosi

Pengguna Keluhkan Data Mereka di Layanan Azure Microsoft Digunakan Sales Untuk Spam Promosi

NESABAMEDIA.COMSeorang peneliti keamanan mengatakan bahwa Microsoft Azure dan Canonical sedang memiliki masalah privasi. Pasalnya mereka mengizinkan sales untuk melacak dan menghubungi para pengguna Ubuntu Linux di Azure. Penasihat dari Bentley System bernama Luca Bongiorni terkejut ketika sales dari Canonical menghubunginya, tidak lama setelah dia menggunakan Ubuntu 18.04 di layanan cloud milik Microsoft. 

Tiga jam setelahnya, dia mendapatkan pesan dari sales tersebut yang mengatakan bahwa sales itu tahu jika Bongiorni baru saja menggunakan Ubuntu di Azure. Bongiorni begitu kecewa karena sales itu bisa melakukan pelacakan terhadap aktivitas dirinya. Perlu diketahui bahwa Canonical adalah pengembang di balik Ubuntu. 

Dia pun marah dan membalas pesan tersebut dengan kekecewaan bagaimana bisa perusahaan sekelas Microsoft membagikan data dan aktivitas pengguna ke Ubuntu. Dia pun juga mempertanyakan masalah perlindungan data pribadi pengguna. 

Situasi ini pun dimanfaatkan rival untuk semakin menekan kebijakan Microsoft. Corey Quinn yang merupakan Chief Cloud Economist untuk Grup Duckbill dan juga seorang blogger yang pro pada layanan Amazon Web Services (AWS), menilai bahwa Microsoft sedang bermain-main dengan data pengguna mereka. 

Dia juga mengatakan bahwa di layanan Azure milik Microsoft sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk tidak melakukan penambangan data milik pengguna mereka. Namun apa yang dilakukan seperti yang terjadi pada Bongiorni telah menimbulkan kekhawatiran tersendiri. 

Jadi, apakah Microsoft memang mengizinkan pihak ketiga untuk memiliki akses langsung ke data Azure? Menurut juru bicaranya, syarat dan kebijakan layanan Azure memang mengizinkan pengembang layanan atau aplikasi untuk mengakses data konsumen ketika produk atau layanan mereka digunakan. 

“Data pribadi pengguna dan kepercayaan adalah prioritas utama di Microsoft. Kami tidak menjual informasi apapun ke pihak ketiga dan hanya berbagi data pengguna kepada publisher di Azure Marketplace ketika pengguna memakai produk mereka, seperti yang sudah dijelaskan pada halaman Terms and Condition. Kebijakan kami dengan para pubisher itu adalah mengizinkan mereka untuk memberikan pengguna informasi dan bantuan teknis untuk produk mereka namun melarang publisher untuk menggunakan data kontak untuk tujuan marketing,” begitu bunyi dalam T&C layanan Azure Microsoft.

Sementara itu, pihak Canonical juga turut memberikan tanggapan mereka atas kasus ini. 

“Sesuai dengan T&C yang ada, Microsoft memang berbagi data pengguna dengan Canonical, selaku publisher dari Ubuntu. Kami juga memiliki izin untuk menghubungi para pengguna yang menggunakan Ubuntu di Azure. Detail kontak pengguna ini juga dilindungi oleh kebijakan privasi yang dimiliki oleh Canonical. Pada tanggal 10 Februari, seorang sales baru dari Canonical menghubungi salah satu pengguna melalui LinkedIn, dengan pilihan kata-kata yang sangat buruk. Sebagai klarifikasi, Canonical akan melakukan peninjauan terhadap tim sales dalam hal pelatihan dan kebijakan yang ada.”

Leave a Reply

Send this to a friend