8 Perbedaan Nabi dan Rasul Dalam Islam yang Perlu Diketahui

Pengetahuan di dalam Agama Islam sangat menarik untuk di pelajari. Apalagi jika Anda ingin beribadah dengan lebih khusyuk. Maka mendalami ajaran Agama Islam bisa semakin meningkatkan Ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dalam Agama Islam ada dua rukun yang harus Anda yakini dan taati. Rukun tersebut yakni Rukun Islam dan Rukun Iman.

Dimana Rukun Islam berisi tentang kewajiban yang harus kita lakukan saat menjadi seorang muslim ataupun muslimah.

Sedangkan Rukun Iman berisi 6 hal yang harus Anda imani saat memilih Agama Islam sebagai agama Anda. Islam adalah agama yang indah dimana setiap kehidupan manusia sudah di atur secara seimbang dalam kitab Al-Qur’an.

Perbedaan Nabi dan Rasul di Agama Islam

Salah satu rukun yang ada di rukun iman adalah iman kepada Rasul Allah. Ini artinya Anda harus meyakini bahwa Rasul memang benar adanya. Namun tahukah Anda jika Nabi dan Rasul itu berbeda? Ada cukup banyak perbedaan yang ada pada Nabi dan Rasul. Sayangnya belum banyak orang yang tahu tentang perbedaan ini. Adapun perbedaan Nabi dan Rasul dalam Islam adalah:

1. Penyampaian Wahyu dari Allah SWT

Perbedaan Nabi dan Rasul dalam Menyampaikan Wahyu

Nabi dan Rasul memang sama-sama menerima wahyu dari Allah SWT. Namun ada bedanya, yaitu Nabi menerima wahyu untuk dirinya sendiri. Sehingga ketika Nabi mendapatkan sebuah wahyu dari Allah maka Nabi tidak di wajibkan untuk menyampaikannya kembali ke umat manusia.

Sedangkan untuk Rasul ketika ia menerima wahyu maka Rasul di wajibkan untuk menyampaikan wahyu tersebut ke umatnya. Sehingga wahyu yang diterima Rasul dari Allah SWT tidak hanya di gunakan untuk dirinya sendiri namun juga di gunakan oleh semua umat yang mengikuti Rasul tersebut.

2. Tugas Nabi dan Rasul

Perbedaan kedua terletak pada tugas yang dimiliki oleh Nabi dan Rasul. Seorang Nabi bertugas untuk melanjutkan syariat yang sudah ada dari rasul terdahulu sebelum diciptakannya Nabi tersebut. Tidak hanya bertugas untuk melanjutkan sebuah syariat. Namun Nabi juga bertugas untuk menguatkan syariat yang sudah ada sehingga umatnya bisa semakin yakin dengan syariat yang ada.

Lalu Rasul bertugas untuk membawa syariat yang baru muncul. Sehingga Bisa di tarik kesimpulan jika Rasul tidak memiliki tanggung jawab lagi dengan syariat yang sudah ada sejak dulu. Sedangkan Nabi masih bertanggung jawab dengan syariat yang sudah ada sebelum Nabi itu ada.

3. Penugasan Terhadap Umat Manusia

Perbedaan Nabi dan Rasul Berdasarkan Tugasnya

Selain berbeda pada tugasnya tentang pembawaan syariat, Nabi dan Rasul juga memiliki tugas serta tanggung jawab yang berbeda kepada umat manusia. Dimana Rasul diutus untuk mengatur umat manusia yang masih kafir atau belum beriman kepada Allah SWT. Sehingga Rasul akan mengajarkan umat yang masih belum beriman ini sampai mereka beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Sedangkan Nabi di utus untuk mengatur umat atau kaum yang sudah beriman. Tugas Nabi kepada kaum ini bisa berupa tugas untuk menguatkan setiap orang yang ada di kaum tersebut. Agar keyakinan kaum beriman kepada Allah tadi semakin kuat dan tidak berniat untuk berubah kafir kepada Allah.

4. Nabi dan Rasul Pertama

Apabila Anda sudah pernah mempelajari tentang Nabi dan Rasul dalam Agama Islam maka tentu saja Anda sudah tahu tentang perbedaannya. Namun ternyata sampai sekarang masih banyak yang mengira jika Nabi dan Rasul itu sama sehingga tidak bisa membedakan mana yang Rasul dan mana yang Nabi. Bahkan banyak umat Islam yang taunya jika Nabi Adam adalah Nabi dan Rasul yang pertama.

Padahal ada perbedaan anggota yang cukup signifikan antara Nabi dan Rasul. Dimana Nabi pertama yang di ciptakan adalah Nabi Adam Alaihissalam. Sedangkan Rasul pertama yang diciptakan oleh Allah SWT adalah Nuh Alaihissalam.

5. Jumlah Nabi dan Rasul

Nabi dan Rasul Pertama

Perbedaan ke lima antara Nabi dan Rasul ada pada jumlah keduanya. Meskipun sama-sama makhluk ciptaan Allah SWT namun jumlah Nabi ada lebih banyak di bandingkan jumlah Rasul. Dimana Nabi yang di ciptakan oleh Allah jumlahnya mencapai ratusan ribu, tentunya dengan tugas yang berbeda-beda.

Sedangkan jumlah Rasul lebih sedikit di bandingkan dengan Nabi. Jumlah yang berbeda ini dikarenakan tugas Nabi jauh lebih banyak di bandingkan dengan tugas Rasul Allah. Sebab Nabi bertugas untuk semua makhluk yang ada di bumi dan langit. Lalu Rasul hanya bertugas untuk membimbing umat manusia agar bisa beriman kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan dalam hati mereka.

6. Pengelompokan Nabi dan Rasul

Perbedaan Nabi dan Rasul di Agama Islam

Banyaknya orang yang belum tahu tentang perbedaan Nabi dan Rasul ini juga bisa disebabkan oleh Rasul yang juga bisa menjadi Nabi. Contohnya saja seperti Rasul Nuh Alaihissalam, dimana Nuh juga menjadi Nabi dalam Agama Islam. Bahkan bisa di katakan jika semua Rasul yang ada merupakan seorang Nabi. Sedangkan Nabi yang diciptakan oleh Allah SWT belum tentu menjadi Rasul.

Setidaknya ada 25 Rasul yang juga menjadi seorang Nabi. Atau bisa di katakan jika Rasul sudah pasti masuk ke dalam golongan Nabi. Sedangkan Nabi belum tentu menjadi Rasul karena jumlahnya yang sangat banyak jika di bandingkan dengan jumlah Rasul.

7. Penyampaian Wahyu Oleh Allah SWT

Selain Nabi dan Rasul, makhluk lain yang juga di ciptakan oleh Allah SWT adalah Malaikat. Dimana tugas Malaikat pun beraneka ragam, mulai dari membawa wahyu dari Allah hingga pencatat amal bagi umat manusia. Seorang Rasul tidak hanya menerima wahyu dari Allah SWT melalui mimpi saja. Namun terkadang wahyu dari Allah untuk Rasul bisa di bawa oleh Malaikat yang di utus oleh Allah SWT.

Karena Rasul memiliki kemampuan untuk melihat dan berkomunikasi secara langsung dengan para Malaikat Allah. Namun untuk Nabi hanya akan mendapat wahyu dari mimpi mereka. Inilah yang menjadi pembeda selanjutnya antara Nabi dan Rasul.

8. Kematian Nabi dan Rasul

Pernahkah Anda membaca tentang kisah Nabi dan Rasul Allah? Jika pernah tentu saja Anda sudah tahu bagaimana perjalanan Nabi dan Rasul Allah ini untuk menyampaikan wahyu yang mereka miliki kepada umat manusia. Bedanya saat penyampaian wahyu ada Nabi yang terbunuh oleh kaumnya sendiri.

Akan tetapi untuk Rasul yang di utus Allah untuk menyampaikan wahyu pasti selamat dari percobaan pembunuhan karena di selamatkan oleh Allah SWT. Bahkan semua Rasul yang di utus oleh Allah ini pasti lolos dari percobaan pembunuhan yang di rencanakan oleh umatnya.

Nah itu tadi beberapa perbedaan antara Nabi dan Rasul. Apakah Anda sudah mengerti jika tidak semua Nabi itu merupakan Rasul? Meskipun Nabi dan Rasul itu berbeda namun Anda harus tetap mengimani keduanya agar keyakinan Anda kepada Allah juga semakin bertambah. Karena perintah untuk percaya kepada Rasul dan Nabi sudah ada di dalam Al-Qur’an. Sekian, dan semoga informasi di atas bermanfaat.

Leave a Reply

Send this to a friend