Pengertian Perilaku Konsumen, Teori, Faktor, Beserta Contoh Perilaku Konsumen

Manusia sebagai makhluk sosial yang bergantung dan membutuhkan orang lain. Hal ini tentu menjadikan kita konsumtif terhadap apa yang diperjualbelikan orang lain. Kita perlu memenuhi kebutuhan dengan cara membeli suatu barang. Perilaku konsumen ialah hal-hal dasar dari sikap konsumen dalam membuat keputusan pembelian.

Ketika memutuskan ingin membeli suatu barang atau jasa, sebagai konsumen, terlebih dahulu Anda selalu memikirkan produk yang akan dibeli. Mulai dari harga, kualitas, fungsi atau kegunaan barang tersebut.

Kegiatan memikirkan, meninjau, dan mempertanyakan produk sebelum membeli termasuk ke dalam perilaku konsumen. Sebelumnya juga dijelaskan bahwa perilaku konsumen berkaitan erat dengan pembelian dan penjualan produk berupa barang atau jasa. Sebagai konsumen, tentu Anda tidak ingin salah membeli produk bukan? Yuk simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Perilaku Konsumen

Apa yang dimaksud dengan perilaku konsumen? Kata perilaku konsumen dibagi menjadi dua suku kata, yaitu perilaku dan konsumen. Perilaku adalah sikap, perbuatan.

Sedangkan Konsumen adalah orang-orang yang orang yang menggunakan barang dan jasa di kalangan masyarakat, baik itu untuk kepentingan sendiri maupun orang lain. Kata kerja dari konsumen sendiri yaitu konsumsi. Konsumsi adalah kegiatan untuk menghabiskan atau menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Perilaku konsumen adalah sikap atau perbuatan seseorang dalam mencari, memutuskan, membeli, menggunakan serta mengevaluasi barang atau jasa yang telah dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Nah, sebelum membeli suatu barang, konsumen mencari tahu produk yang akan dibelinya baik itu melalui internet ataupun survey ke beberapa toko terdekat sekaligu mengecek kualitas dan harganya. Setelah dirasa cocok, konsumen akan membeli dan menggunakan barang tersebut. Lalu produk tersebut dievaluasi apakah worth it untuk dibeli kembali atau tidak.

Teori Perilaku Konsumen

Pengertian Perilaku Konsumen dan Teori Perilaku Konsumen

Banyaknya faktor yang memengaruhi seseorang dalam pembelian suatu produk. Perlunya manajemen untuk menekuni faktor-faktor tersebut agar pemasarannya berhasil. Faktor-faktor tersebut adalah faktor psikologis, ekonomsi, antropologi dan sosiologi. Berikut ini adalah penjelasan singkat dari teori perilaku konsumen.

1. Teori Ekonomi Mikro

Teori ini menganggap setiap pembeli atau konsumen akan selalu berupaya memperoleh kepuasan sebanyak-banyaknya.

Mereka akan berusaha terus-menerus melakukan pembelian terhadap suatu produk apabila telah memperoleh kepuasan dari produk yang telah digunakannya, dimana kepuasan ini berbanding lurus atau lebih besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang lain.

2. Teori Psikologis

Teori ini menjelaskan faktor-faktor psikologis setiap individu yang dipengaruhi oleh intensitas lingkungan di sekitarnya. Bidang psikologis ini sangat rumit dalam menganalisis sikap konsumen, karena proses mental tidak dapat dilihat secara kasat mata.

3. Teori Antropologis

Teori ini juga memfokuskan perilaku pembelian dari suatu golongan masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kelas sosial, kebudayaan, dsb,

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen tentu saja dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu internal (dalam) dan eksternal (luar). Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.

1. Faktor Internal (Faktor dari dalam)

a. Motivation / motivasi

Motivasi adalah suatu keinginan yang muncul dari dalam diri manusia untuk meraih tujuan tertentu. Mari perhatikan kembali apa motivasi Anda untuk membeli suatu barang. Kebutuhan atau keinginan?

b. Perception / persepsi

Persepsi adalah tanggapan seseorang terhadap rangsangan atau kejadian yang diperolehnya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap stimulus tersebut.

c. Attitude Formation / Pembentukan sikap

Pembentukan sikap adalah suatu nilai yang terdapat pada diri seseorang yang menggambarkan sikap suka atau tidak sukanya seseorang terhadap sesuatu.

d. Integration / Integrasi

Integrasi adalah persamaan antara sikap dan tindakan, integritas merupakan respon dari sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong hasrat seseorang untuk membeli, sedangkan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang agar tidak membeli produk tersebut.

2. Faktor Eksternal (Faktor dari luar)

a. Kebudayaan

Kebudayaan adalah suatu fakta yang diturunkan dari generasi ke generasi oleh manusia, digunakan dalam menentukan dan mengatur perilaku manusia dalam masyarakat. Faktor-faktor budaya memiliki pengaruh yang paling besar dan mendalam terhadap perilaku konsumen, karena seseorang cenderung akan mengikuti budaya di lingkungan tempat tinggalnya.

b. Kelompok Referensi dan Kelompok Sosial

Kelompok sosial adalah kesatuan masyarakat yang menjadi tempat seseorang berinteraksi satu sama lain karena adanya jalinan di antara mereka.

Sedangkan Kelompok referensi adalah golongan sosial yang menjadi tolak ukur bagi seseorang dalam membentuk suatu kepribadian. Kedua jenis kelompok ini sangat berpengaruh dalam menentukan seseorang dalam membeli suatu barang dikarenakan suatu individu akan mencari referensi dari kelompok sosial.

c. Keluarga

Keluarga biasanya terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak yang hidup bersama dalam mencapai suatu tujuan. Keluarga merupakan ikatan paling kecil di dalam lapisan masyarakat, akan tetapi memiliki peranan paling penting dalam membangun sikap dan perilaku seseorang dalam membeli suatu produk.

Seseorang yang telah memiliki anak tentulah mempunyai permikiran yang jauh berbeda dalam membuat keputusan pembelian sebuah produk, karena menuruti apa keinginan dari anak tersebut.

Contoh Perilaku Konsumen

Contoh Perilaku Konsumen

Berikut ini contoh kasus perilaku konsumen yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang ibu akan membeli tas di salah satu mall yang ada di Jakarta. Ibu tersebut dihadapkan pada dua pilihan toko, yaitu toko yang menjual barang-barang lokal dan barang-barang import.

Nah, lalu ibu tersebut mengecek kualitasnya langsung dengan meraba dan memperhatikan seluruh sisi tas. Setelah memperhatikan tas tersebut dengan teliti, akhirnya ibu tersebut memilih tas lokal. Kenapa? Karena tas lokal memiliki kualitas yang bagus dengan harga yang terjangkau.

Sebelum membeli suatu barang, perhatikan dulu apakah itu kebutuhan atau keinginan semata. Jika kebutuhan, maka telaah kembali apakah untuk jangka panjang atau jangka pendek. Dan jika keinginan, pikirkan kembali untuk mengurangi pembelian barang yang dirasa tidak perlu untuk menekan angka pengeluaran dan menjauhkan diri kita dari hal-hal yang berbau konsumtif.

Sekian artikel kali ini tentang pengertian perilaku konsumen, teori perilaku konsumen, faktor-faktor yang mempengaruhi serta contoh perilaku konsumen. Terima kasih dan semoga bermanfaat!

One Response

  1. Avatar Anyelire's

Leave a Reply

Send this to a friend