Samsung 5G Verizon Contract

Samsung Jalin Kontrak Jaringan 5G Senilai $6,6 Miliar dengan Verizon

NESABAMEDIA.COM – Samsung Electronics Co akan mengembangkan infrastruktur jaringan 5G untuk Verizon Communications di bawah kesepakatan kontrak senilai $6,65 miliar yang diumumkan pada Senin (7/9/2020).

Kontrak tersebut berjalan hingga 2025, menurut pengajuan perusahaan Samsung.

Samsung dan Verizon telah menjalin bekerja sama sebelumnya. Pada tahun 2018, misalnya, teknologi Samsung berada di belakang layanan rumah 5G yang ditawarkan Verizon kepada beberapa pelanggan di California, Texas, dan Indiana.

“Samsung telah menunjukkan komitmen mereka untuk berkolaborasi dengan kami untuk mendorong inovasi dalam 5G,” kata Verizon yang berbasis di New York dalam sebuah pernyataan. “Kami sangat bersemangat untuk memperluas hubungan kami dengan mereka dan mendapatkan keuntungan dari perjanjian strategis jangka panjang.”

Samsung mengatakan kemitraan yang diperluas dengan Verizon akan memungkinkan perusahaan untuk “mendorong batas-batas inovasi 5G untuk meningkatkan pengalaman seluler bagi pelanggan Verizon.”

“Kami sangat senang untuk terus menghadirkan teknologi jaringan terobosan yang akan memperluas apa yang mungkin dilakukan melalui 5G,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan raksasa teknologi dari Korea Selatan itu mengalahkan saingannya seperti Nokia dari Finlandia, yang telah berkolaborasi dengan Verizon di masa lalu dalam beberapa proyek jaringan dan instalasi teknologi.

Namun, satu saingan 5G – yaitu Huawei Technologies Ltd. dari China – tidak sedang dalam proses tender untuk mendapatkan kontrak. Huawei sebagian besar tidak hadir di Amerika Serikat sejak 2012 ketika panel kongres memperingatkan operator telepon untuk menghindarinya. AS mengatakan memberi China terlalu banyak akses ke sistem 5G, yang diharapkan dapat mendukung mobil tanpa pengemudi, robot pabrik, dan aplikasi lain adalah risiko keamanan.

Baru-baru ini, pemerintahan Presiden Donald Trump telah menekan perusahaan-perusahaan multinasional Eropa untuk tidak bekerja sama dengan Huawei. Pada bulan Februari, Jaksa Agung William Barr mengatakan pemerintah AS harus mempertimbangkan untuk mengambil “saham pengendali” di perusahaan Eropa Nokia dan Ericsson untuk menggagalkan ambisi global Huawei. Kebijakan ini menimbulkan konflik berkepanjangan, penetrasi Huawei secara nasional, serta kesempatan emas bagi kompetitor (termasuk Samsung) untuk menggaet pasar yang lebih luas.

Leave a Reply

Send this to a friend