Kisah Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Ketahui Sejarah Kerajaan Sriwijaya, Masa Kejayaannya, Sistem Pemerintahan Hingga Runtuhnya

Di zaman dahulu, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kehidupan yang makmur dengan berbagai kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Indonesia. Kekuatan dan kekuasaan dari beberapa kerajaan tersebut bahkan sampai ke luar negeri. Hal tersebut merupakan salah satu sejarah yang harus diketahui.

Salah satu diantara kerajaan yang pernah ada di Indonesia yang mempunyai pengaruh yang besar bagi Nusantara ialah Kerajaan Sriwijaya. Letaknya di Pulau Sumatera. Kerajaan Sriwijaya dikatakan mempunyai pengaruh yang besar tehadap Nusantara karena Kerjaan ini mempunyai pengaruh yang besar pula terhadap negara luar khususnya negara di Asia Tenggara.

Kisah Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Kisah Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Candi Muara Takus

Dulu kira-kira pada abad ke-8 sampai abad ke-12 Masehi, Kerajaan Sriwijaya merupakan pusat bagi penyebaran agama Buddha. Tidak hanya itu Kerajaan Sriwijaya juga mempunyai pengaruh yang besar pada bidang perdagangan.

Dari sejarahnya, diantara kerajaan lainnya, hanya kerajaan sriwijaya yang mampu menguasai Selat Malaka dan memiliki hubungan dagang yang baik dengan negara lain Seperti China, India, Malaysia. Kala itu Kerajaan Sriwijaya membawa pengaruh yang besar.

Raja pertama di Kerajaan Sriwijaya ialah Sri Jayanaga. Masa jayanya berada di masa pemerintahan Balaputradewa. Kata Sriwijaya dalam bahasa Sanskerta mempunyai arti. Kata “Sri” artinya “bercahaya” atau “gemilang” sedangkan “Wijaya” artinya “kejayaan” atau “kemenangan”. Jika digabung maka makna Sriwijaya ialah kemenangan yang gemilang. Dan makan dari nama tersebut sangat cocok dengan kenyataan yang terjadi di kala itu.

Kerajaan sriwijaya ialah pusat persebaran terbesar untuk agama Buddha. Pada masa itu masyarakat Kerajaan Sriwijaya banyak menganut agama Buddha Vajrayana, Buddha Hinayana, Buddha Mahayana dan Hindu. Pengaruh agama Hindu sangat kecil di masa itu.

Masyarakat Kerajaan Sriwijaya memakai bahasa Melayu Kuno, Jawa Kuno dan Sansekerta di waktu itu. Perdagangan untuk jual beli dilakukan dengan memakai mata uang perak dan emas.

Disamping itu, raja yang bertugas sebagai pemimpin juga memiliki peran yang bagus dan mampu membuat Kerajaan Sriwijaya berkembang sampai ke negara Asia Tenggara. Selain itu, Kerajaan Sriwijaya juga mempunyai wilayah kekuasaan yang luas yang dipimpim oleh raja-raja yang hebat.

Masa Kejayaan Dari Kerajaan Sriwijaya

Masa kejayaan dari Kerajaan Sriwijaya dalam berbagai bidang yaitu:

1. Bidang Politik dan Pemerintahan

Masa Kejayaan Dari Kerajaan Sriwijaya

Prasasti Kedukan Bukit

Kerajaan ini mulai berkembang sejak abad ke-7 masehi. Dapunta Hyang merupakan sang raja kala itu. Hal tersebut tertulis dalam prasasti kedukaan bukti serta talang tuo. Dapunta Hyang telah melakukan kemajuan bagi kerajaannya yakni memperluas daerahnya.

Beberapa daerah yang berhasil dikuasai :

  • Di daerah Lampung bernama Tulang Bawang.
  • Di pantai Barat dari Semenanjung Melayu bernama daerah Kedah. Daerah ini merupakan daerah yang strategis bagi perdagangan dengan negara India. Penaklukan daerah ini sekitar tahun 628-685 masehi menurut I-tsing.
  • Pulau Bangka, yang merupakan daerah yang bagus untuk perdagangan Internasional. Penaklukan daerah ini sekitar tahun 686 masehi menurut prasasti kota kapur.
  • Daerah Jawa tepatnya di tepi sungai Batanghari. Tempat perdagangan bagi daerah di pantai Timur Sumatera. Penaklukan daerah ini sekitar tahun 686 masehi menurut prasasri karang berahi.
  • Daerah Tanah Genting arah Utara Semenanjung Melayu. Biasanya para pedagang dari negara China akan berlabuh di pantai Timur lalu membongkar dagangannya dan membawanya ke pantai Barat. Tanah Genting ini merupakan tempat yang berdekatan dengan kedua pantai tersebut sehingga menjadi lokasi yang strategis. Penaklukan daerah ini terjadi sekitar tahun 775 masehi menurut prasasti ligor.
  • Kerajaan Mataram Kuno dan Kerajaan Kalingga.

Raja yang membuat Kerajaan Sriwijaya berkembang ialah Balaputradewa. Masa pemerintahannya sekitar abad ke-9 masehi. Saat itu Kerajaan ini mengalami perkembangan yang pesat dan mencapai masa keemasan. Selain itu kerajaan ini juga memiliki hubungan yang baik dengan Kerajaan Benggala yang saat itu dibawah pimpinan raja Dewapaladewa. Berdasarkan prasasti Nalanda, bukan hanya sekedar sekutu tetapi raja Dewapaladewa memberikan hadiah bagi Balaputradewa sebidang tanah untuk mendirikan asrama untuk siswa di Nalanda.

Daerah kekuasaan Sriwijaya ditangani oleh wakil raja di daerah yang disebut Rakryan sesuai dengan sistem pemerintahannya.

2. Bidang Ekonomi

Karena letaknya dan daerah kekuasaannya yang luas dan strategis sebagai tempat perdagangan, kerajaan Sriwijaya menjadi pusatnya dan berkembang hingga ke taraf Internasional yaitu di Asia Tenggara.

Oleh karena itu, membawa kemakmuran bagi masyarakat Sriwijaya. Kapal yang singgal di daerah kekuasaan Sriwijaya untuk bongkar muat barang dikenakan pajak. Kerajaan Sriwijaya banyak melakukan kegiatan ekspor dan impor barang.

3. Bidang Agama dan Kebudayaan

Candi Bahal

Candi Bahal

Agama yang banyak dianut oleh masyarakatnya ialah Buddha. Disebutkan bahwa Sriwijaya di masa lampau banyak dihuni oleh para pemuka agama dan pelajar agama Buddha. Para pelajar juga ingin belajar bahasa Sanskerta.

Peninggalan yang berkaitan dengan agama serta kebudayaannya yakni candi muara takus yang ditemukan di daerah Riau tepatnya di dekat Sungai Kampar. Peninggalan sejarah yang lain yaitu arca buddha yang ditemukan di Bukit Siguntang, serta candi bahal di daerah Padang Lawas.

Sistem Pemerintahan Kerajaan Sriwijaya

Sejarah Kerajaan Sriwijaya dan Faktor Keruntuhannya

Maitreya Komering Sriwijaya Side

Sistem pemerintahan kerajaan Sriwijaya merupakan pemerintahan monarki sehingga pemerintahannya berjalan dengan baik. Berikut ini nama raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Sriwijaya :

1. Dapunta Hyang

Raja Dapunta Hyang ialah raja pertama dan membuat perluasan daerah Sriwijaya, menjadikannya sebagai kerajaan maritim yang sangat berpengaruh bagi kerajaan Sriwijaya. Dapunta Hyang disebutkan dalam prasasti kedukan bukit.

2. Dharmasetu

Daerah kerajaan Sriwijaya bertambah luas hingga Semenanjung Malaya oleh Dharmasetu. Dan dia membangun pangkalan di kawasan Ligor serta membangun kerjasama perdagangan dengan negara China dan India sehingga memberikan keuntungan yang baik.

3. Balaputradewa

Balaputradewa merupakan raja terbesar di Kerajaan Sriwijaya. Hal tersebut berdasarkan prasasti Nalanda. Karena kepemimpinannya yang hebat, dia mampu menjadikan kerajaan Sriwijaya menjadi pusat persebaran agama Buddha terbesar di daerah Asia Tenggara. Dan mampu menjalin hubungan baik dengan beberapa kerajaan di India seperti Kerajaan Nalanda dan Kerajaan Cola.

4. Sri Sudamaniwarmadewa

Pada masa kekuasaan ini pernah teejadi serangan oleh Raja Darmawangsa dari Jawa Timur. Walaupun berhasil ditangani oleh tentara Sriwijaya.

5. Sanggrama Wijayattunggawarman

Serangan kembali terdi pada masa ini yang dilakukan oleh Raja  Rajendra Chola dari Kerajaan Chola. Namun membuat raja Sanggrama Wijayattumanggawarman ditahan karena kalah hingga akhirnya di bebaskan setelah pergantian kekuasaan di kerajaan Chola oleh Raja Kulotungga I.

Runtuhan Kerajaan Sriwijaya

Penyebab runtuhnya kerajaan sriwijaya:

  • Daerahnya tidak lagi menguntungkan bagi perdagangan.
  • Banyaknya daerah kekuasaan yang melepaskan diri karena melemahnya angkatan lautnya. Hal itu menyebabkan pengawasan yang kurang baik.
  • Seringnya terjadi penyerangan oleh kerajaan-kerajaan lain. Pada tahun 1275, ekspedisi pemalayu dilakukan oleh raja Kartanegara dari Singosari yang menyebabkan lepasnya daerah melayu. Selanjutnya tahun 1377 armada angkatan laut dari Majapahit melakukan penyerangan terhadap kerajaan Sriwijaya yang menyebabkan runtuhnya kerajaan ini.

Itulah penjelasan tentang sejarah kerajaan Sriwijaya beserta masa kejayaan, sistem pemerintahan dan faktor runtuhnya Sriwijaya. Semoga artikel ini bermanfaat dan mudah dipahami!

Editor: Muchammad Zakaria

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend