• Our Partners:

Tweet Suara, Fitur Baru Twitter Yang Lebih ‘Manusiawi’

NESABAMEDIA.COM – Twitter kedatangan fitur baru. Pengguna yang ingin lebih ekspresif dalam menyampaikan apa pun yang ingin dikatakannya, kini bisa mengungkapkannya melalui rekaman suara.

Setiap voice tweet atau tweet suara memiliki durasi waktu 140 detik, tapi pengguna bisa terus berbicara meskipun batas waktunya sudah terlampaui. Nantinya, tweet yang lebih panjang dari 140 detik akan dipecah secara otomatis menjadi beberapa tweet yang berkesinambungan dalam bentuk thread.

“Terkadang 280 karakter tidak cukup dan ada sejumlah nuansa percakapan yang tak tersampaikan dalam terjemahan,”ujar Maya Patterson dan Remy Bourgoin dalam sebuah postingan di blog resmi Twitter.

“Karena itulah mulai hari ini, kami menguji sebuah fitur baru yang akan lebih memberikan sentuhan manusia terhadap bagaimana kita menggunakan Twitter — suara anda sendiri.”

“Kami berharap tweet suara akan memberikan pengalaman yang lebih manusiawi untuk pendengar dan pencerita.”

Cara posting dengan suara di Twitter hampir sama seperti posting teks. Bedanya, pengguna perlu mengklik icon audio yang dilambangkan dengan gambar gelombang frekuensi.

Setelah selesai merekam suara, tweet suara tersebut akan ditampilkan di timeline Twitter dalam bentuk gambar yang ditengahnya terpajang foto profil si pemilik akun.

Pengguna lain dapat mendengarkan tweet suara dengan mengklik gambar itu, tapi tidak akan bisa membalasnya dengan tweet suara miliknya sendiri.

Tampilan tweet suara

Kehadiran opsi tweet suara ini membuat pengguna dapat mengungkapkan perasaannya secara lebih emosional, namun di sisi lain menimbulkan pertanyaan.

Bagaimana Twitter akan mendeteksi konten audio yang isinya berupa hoax, hasutan atau ujaran kebencian?

Selama ini diketahui bahwa Twitter selalu berusaha untuk menyingkirkan informasi-informasi yang menyesatkan dan membahayakan. Contohnya, tweet Donald Trump yang berisi tentang “when the looting starts, the shooting starts” yang sebelumnya disembunyikan dan diberi label peringatan oleh Twitter.

Dengan kata lain, fitur tweet suara dianggap dapat mempersulit mekanisme pendeteksian konten. Terkait dengan hal ini, pihak Twitter menyampaikan bahwa mereka sedang mengupayakan sebuah sistem pengawasan tambahan yang akan diterapkan sebelum fitur tweet suara dirilis untuk semua pengguna.

Fitur tweet suara untuk saat ini masih hanya untuk kalangan pengguna tertentu yang menggunakan perangkat iOS karena masih dalam tahap uji coba. [az/tn]

Leave a Reply

Send this to a friend