Pengertian Uang Beserta Sejarah, Fungsi, dan Syarat-Syarat Uang

Pengertian Uang

Setiap orang pasti sering menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi, tidak banyak yang mengetahui apa itu uang meskipun setiap hari menggunakannya untuk bertransaksi. Kita juga berlomba-lomba untuk mencari uang agar bisa bertahan hidup. Bahkan uang dibutuhkan mulai dari kita lahir hingga meninggal sekalipun. Tahukah kamu apa pengertian dari uang?

Pengertian uang sendiri dibagi menjadi dua, yaitu menurut ekonomi tradisional dan modern. Menurut ekonomi tradisional, uang adalah alat tukar (barter) yang dapat diterima secara umum. Alat tukar yang dimaksud bukan hanya uang, melainkan bisa benda lain seperti emas, perak dan barang berharga lainnya yang dapat diterima masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.

Sedangkan menurut ekonomi modern, pengertian uang bisa sangat luas. Tidak hanya digunakan sebagai alat pembayaran untuk membeli barang dan jasa, melainkan juga pembayaran hutang. Uang juga bisa menjadi tolak ukur kekayaan seseorang.

Pengertian Uang Menurut Beberapa Ahli

Pengertian Uang

Untuk memahami lebih lanjut apa yang dimaksud dengan uang, Anda bisa melihat beberapa pengertian uang menurut para ahli di bawah ini. Berikut pengertian menurut para ahli:

1. Menurut A. C. Pigou

Dalam bukunya yang berjudul The Veil of Money, ia mengatakan bahwa uang adaah segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat tukar.

2. Menurut Rollin G. Thomas

Dalam bukunya yang berjudul Our Modern Banking and Monetary System, ia mengatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang tersedia dan umumnya diterima umum sebagai alat pembayaran untuk pembelian barang dan jasa serta untuk pelunasan hutang.

3. Menurut Dennis Home Robertson

Dalam bukunya yang berjudul Money, ia mengatakan bahwa “money is something that is widely accepted for the settlement of debts”, artinya menyatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum dan dapat diterima sebagai pembayaran hutang.

Sejarah Uang

Sejarah Uang

Pada zaman dahulu, uang tidak begitu dikenal di kalangan masyarakat. Bahkan manusia menggunakan bahan yang ada di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti membuat makanan sendiri dari tanaman di sekitarnya, membuat pakaian juga sendiri dengan cara berburu di hutan.

Lambat laun, manusia merasa tidak mampu untuk memenuhi kebutuhannya secara intens, maka timbul cara bertukar barang atau yang dikenal dengan sistem barter. Sistem barter ialah cara untuk melakukan pertukaran barang dan jasa antara dua belah pihak dengan nilai yang sama. Pertukaran barang ini terjadi ketika ada salah satu orang yang sedang membutuhkan suatu barang.

Namun, sistem barter ini tidaklah efektif dan efisien dalam melakukan transaksi antar masyarakat. Kenapa? Karena masyarakat kesulitan untuk menemukan barang yang ingin ditukarkannya, dan juga orang tidak bisa menentukan nilai dari suatu barang. Hal inilah yang membuat orang-orang berpikir untuk mencari dan menetapkan suatu benda yang memiliki nilai tukar dan dapat diterima di seluruh masyarakat. Akhirnya, orang-orang membuat logam yang terbuat dari emas dan perak sebagai alat transaksi.

Banyak yang membuat logam sendiri dan tidak ada batasan sehingga banyak yang menimbun uang logam mereka. Tidak ada nilai pasti yang tercantum dalam uang logam tersebut dan nilainya hanya dihitung per satuan logam tersebut. Akan tetapi, harga barang semakin naik. Hal ini tidak lagi menjadikan uang logam menjadi populer.

Orang-orang kembali berpikir untuk membuat uang kertas dengan nominal yang jauh lebih tinggi. Nilai dari uang kertas tersebut sudah tercantum sehingga memudahkan dalam transaksi. Lama-kelamaan, setiap orang mulai terbiasa menggunakan uang kertas, dan uang logam menjadi hal yang langka.

Fungsi Uang

Fungsi Uang

Uang memiliki fungsi penting yang keberadaannya sangat dibutuhkan untuk memenuhi kegiatan sehari-hari. Dari yang awalnya hanya digunakan untuk bertukar barang dengan barang lainnya yang bernilai sama. Namun, seiring teknologi yang semakin maju, fungsi uang pun kian meluas. Secara garis besar, fungsi uang dibedakan menjadi dua kategori, yaitu fungsi asli dan fungsi turunan.

1. Fungsi Asli

Berikut ini adalah fungsi asli (utama) uang:

a. Sebagai alat tukar umum (medium of exchange)

Fungsi utama uang adalah sebagai alat tukar, dimana dapat mempermudah orang dalam melakukan pertukaran barang dan jasa. Pada zaman dahulu, orang-orang melakukan barter dengan barang yang bernilai sama.

Nah, keberadaan uang inilah yang menggantikan sistem barter. Uang bisa digunakan sebagai alat transaksi dalam membeli atau menjual barang dan jasa. Contoh: Saat kita membeli coffee di cafe, kita akan membayarnya dengan uang. Jadi, kita mendapatkan coffee atas apa yang telah kita bayarkan sebelumnya.

b. Sebagai satuan hitung (unit of account)

Uang juga dapat digunakan sebagai satuan hitung untuk mempermudah pertukaran. Karena uang dapat digunakan untuk menunjukkan nilai dari barang atau jasa yang diperjualbelikan. Dengan adanya uang, maka nilai suatu barang atau jasa dapat diukur.

Sebagai contoh, di Gramedia terdapat banyak buku dengan bermacam harga. Salah satu novel harganya Rp70.000, sedangkan komik harganya Rp25.000. Maka kita bisa membandingkan harga novel dan komik sebagai acuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang sesuai dengan kondisi ekonomi kita.

c. Sebagai alat penyimpan nilai (valuta)

Uang juga dapat digunakan untuk menyimpan nilai (valuta) dan dapat disimpan dalam waktu yang lama tanpa harus kehilangan nilainya. Dengan kata lain, mengalihkan daya beli dari masa kini ke masa mendatang.

2. Fungsi Turunan

Selain memiliki fungsi asli, uang juga memiliki fungsi turunan (sekunder). Berikut ini adalah fungsi turunan uang:

1. Sebagai alat pembayaran yang sah

Untuk memudahkan manusia dalam melakukan transaksi, fungsi uang diperluas sebagai alat pembayaran yang sah dan dapat diterima oleh orang. Berguna untuk mendapatkan barang dan jasa yang diperlukan dengan mudah. Contoh: Membayar pajak, membeli pulsa, membayar tagihan listrik dan air.

2. Sebagai alat penimbun kekayaan

Uang juga bisa dijadikan alat penimbun kekayaan, dengan kata lain manusia bisa membeli rumah, perhiasan, ataupun tanah. Hal ini bisa menjadi tabungan untuk kita di masa mendatang

3. Sebagai alat pembayaran hutang

Uang juga bisa dijadikan sebagai standar dalam pembayaran hutang. Hal ini bisa membuktikan bahwa membayar hutang bisa dilakukan di masa yang akan datang.

4. Sebagai pendorong kegiatan ekonomi dan sosial

Uang dapat dikatakan juga sebagai pendorong kegiatan ekonomi, dimana masyarakatlah peran utamanya. Dengan melakukan jual beli barang dan jasa, perekonomian setiap orang akan membaik. Nah, jika uang dalam keadaan stabil, setiap orang akan berlomba-lomba melakukan investasi, kegiatan inilah yang membuat kegiatan ekonomi mengalami inflasi.

Syarat-Syarat Uang

Syarat-Syarat Uang

Berikut ini adalah syarat-syarat uang:

1. Acceptability (dapat diterima), artinya uang dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

2. Durability (bertahan lama), artinya uang terbuat dari bahan yang dapat bertahan lama, sehingga tidak mudah rusak.

3. Uniformity (keseragaman), artinya uang memiliki kualitas yang sama.

4. Portable (mudah dibawa), artinya uang mudah dibawa kemana-mana agar mudah ketika ingin melakukan transaksi.

5. Scarcity (langka), artinya ialah uang memiliki keunikan tersendiri sehingga tidak mudah dipalsukan.

6. Divisibility (mudah dibagi), artinya uang memiliki pecahan ketika melakukan transaksi, dan tidak mengurangi nilai uang itu sendiri.

7. Stability of value (nilai yang stabil), artinya uang memiliki nilai yang stabil dari waktu ke waktu.

Sekian pembahasan artikel kali ini mengenai pengertian uang beserta sejarah, fungsi, dan syarat-syarat uang. Terimakasih dan semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Send this to a friend