Abaikan Email Peringatan Facebook, Banyak Pengguna Tidak Bisa Mengakses Akun

Abaikan Email Peringatan Facebook, Banyak Pengguna Tidak Bisa Mengakses Akun

NESABAMEDIA.COMAwal bulan ini, banyak pengguna Facebook yang mendapatkan email aneh dari Facebook. Email mirip spam itu berjudul “Akun Anda membutuhkan Pengamanan Tingkat Lanjut dari Facebook Protect.” Email tersebut juga meminta pengguna untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor, salah satu fitur dari Facebook Protect tersebut. 

Untuk memudahkan proses tersebut, email juga berisi tautan terkait. Facebook pun memberikan deadline, peringatan apabila persyaratan tersebut tidak dipenuhi, pengguna tidak akan bisa mengakses akun mereka. Semuanya sangat terlihat seperti email spam klasik, sehingga banyak pengguna yang mengacuhkannya. Padahal ternyata itu adalah resmi, dan bukan spam.

Merujuk pada pemberitahuan dari pihak Facebook, email yang dikirimkan tersebut merupakan bagian dari program untuk sekelompok pengguna yang biasanya akan dijadikan target peretasan, seperti aktivis kemanusiaan, jurnalis maupun pegawai pemerintahan.

Secara sederhana, kelompok pengguna-pengguna ini adalah yang biasanya diintai oleh para peretas. Sehingga untuk melindungi akun pengguna demikian ini, Facebook meminta pengaktifan fitur Facebook Protect. Ini bukanlah hal baru, namun sangat berguna dalam mengamankan akun.

“Orang-orang ini berada di pusat komunitas kritis untuk debat publik. Mereka memungkinkan pemilihan yang demokratis, meminta pertanggungjawaban dari pemerintah dan organisasi, dan membela hak asasi manusia di seluruh dunia. Tapi ini juga berarti bahwa mereka berada di bawah todongan senjata,” jelas Facebook.

Email tersebut dikirimkan ke pengguna melalui alamat security@facebookmail.com. Banyak yang mengira email itu palsu, sehingga mereka pun menghapus atau mengacuhkannya. Dampaknya, para pengguna yang mengabaikan pemberitahuan dan tidak menggunakan Facebook Protect, kehilangan akses ke akun Facebook mereka. 

Pihak Facebook dalam email memberikan deadline pengaktifan fitur pada tanggal 17 Maret 2022. Seperti yang bisa diduga, pada H+1 setelahnya dan sampai sekarang, internet dihebohkan dengan keluhan para pengguna yang tidak bisa mengakses akun mereka. 

Menariknya, beberapa pengguna juga mengeluhkan bahwa mereka telah mencoba untuk mengaktifkan fitur autentikasi dua faktor pada akun mereka, namun itu tidak bekerja, dan kini akun mereka pun ikut terkunci. 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend