Alat Musik Rebab : Sejarah, Asal Daerah & Cara Memainkan Alat Musik Rebab

Alat musik rebab ialah salah satu musik yang popular di Indonesia yang dimainkan dengan cara digesek. Rebab dimainkan bersama instrument gamelan lainnya khususnya untuk daerah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali hingga Sumatera. Namun di Jawa Barat digunakan dua alat musik gesek setelah Rebab, satu lagi namanya Tarawangsa.

Sebenarnya bahan yang digunakan untuk membuat alat musik ini ialah kuningan. Namun kini sudah digunakan bahan-bahan dari alam. Bentuk rebab dibedakan menjadi dua versi, pertama ada rebab yang mempunyai tangkai di bagian bawahnya sedangkan versi kedua yang tidak mempunyai tangkai di bagian bawahnya. Mengenai jumlah senarnya bervariasi tergantung daerah yang menggunakan rebab tersebut.

Sejarah Alat Musik Rebab

Hingga kini, alat musik ini diketahui sebagai instrument yang cukup tua sebab sudah muncul sejak abad ke-9 Masehi. Tentunya sudah sangat tua jika dihitung usianya hingga tahun 2019. Nah, instrument rebab bukan milik Indonesia sebab instrumen ini bisa masuk ke Indonesia dengan adanya jalur perdagangan antara bangsa Arab dengan bangsa Indonesia. Asal mula kehadiran rebab ini dimulai dari wilayah Timur Tengah yang selanjutnya masuk ke Persia dan India. Hingga akhirnya dengan jalur perdagangan sampailah di Indonesia.

Instrumen ini memiliki julukan tersendiri di setiap negara. Indonesia mengenalnya dengan sebutan alat musik rebab, sedangkan di Afghanistan dikenal dengan nama alat musik rebab. Berbeda lagi masyarakat Arab dan Persia yang menyebutnya alat musik rabab. Selanjutnya di India dikenal dengan sebutan alat musik sarod. Dari semua kata sebutan yang ada, sebenarnya asal katanya dari bahasa Arab yang artinya busur.

Seiring berjalannya waktu, instrument rebab kini sering digunakan untuk kegiatan adat masing-masing daerah. Sehingga menimbulkan sensasi ataupun warna tersendiri yang tak sepenuhnya sama dengan permainan lagu dari negara asal rebab tersebut.

Instrumen rebab merupakan alat musik yang tingkatnya lebih tinggi dibandingkan alat musik yang lainnya. Sehingga terkadang rebab ini dihias secantik mungkin mulai dari bagian batangnya hingga bagian kepalanya. Bahkan rebab tak bisa dimainkan oleh sembarangan orang, sebab untuk menghasilkan yang benar-benar bagus maka harus dilakukan oleh pemain yang benar-benar ahli dibidang ini.

Permainan ini dalam buku Kesenian Tradisional Masyarakat Kepualau Riau yang penulisnya bernama Evawarni menyebutkan bahwa al-Farabi telah menyinggung mengenai alat musik gesek ini. Meskipun ada yang mengatakan bahwa instrument rebab telah terpampang di dinding pada candi Borobudur pada abad ke 11 Masehi.

Namun jika dilihat dari asal katanya yang berasal dari jazirah Arab, maka lebih masuk akal jika alat musik ini sebenarnya berasal dari Arab yang masuk ke nusantara melalui jalur perdagangan. Kata rabab bermakna kumpulan alat musik yang dimainkan secara digesek. Meskipun sarod juga kata lain dari rebab, namun cara memainkan sarod dengan cara dipetik bukan digesek seperti rebab.

Asal Daerah Alat Musik Rebab

Di Indonesia, asal daerah instrument musik ini berasal dari daerah Jazirah Arab yang kemudian masuk ke Indonesia lewat jalur perdagangan. Alat musik gesek ini juga dimainkan dalam pegelaran musik Betawi yang sering dimainkan dengan gambang kromong.

Sedangkan dari Indonesia menuju daerah lain, rebab berasal dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah, namun begitu tak menutup kemungkinan di daerah lain juga ada alat musik ini. Jadi, alat musik ini datangnya dari luar Indonesia, namun saat di Indonesia mempunyai warnanya tersendiri.

Saat pertama kali masuk ke Indonesia, alat musik ini terbuat dari tembaga hingga bagian senarnya juga. Namun seiring waktu dan sudah erat hubungannya dengan kebudayaan Indonesia, rebab kemudian dibuat menggunakan bahan baku alam. Salah satunya dibagian leher rebab, digunakan kayu nangka. Kemudian di bagian badannya yang bentuknya seperti hati dibuat dari kayu yang berongga kemudian ditutup dengan kulit, kemih lebu kering dan usus. Cara mainnya disesuaikan dengan tradisi dan adat budaya masyarakat Indonesia.

Alat musik ini selanjutnya berkembang dengan baik di wilayah Sumatera dan Jawa. Selain Indonesia, alat musik ini juga dikenal di Malaysia namun digunakan saat upacara kematian anggota keluarga. Selanjutnya alat musik ini juga dikenal dengan baik di Turki dan India. Meskipun namanya sama dan digunakan untuk alat musik, namun tak dipungkiri bahwa bentuk rebab antara satu daerah dengan daerah lainnya memiliki perbedaan. Tetapi ciri khasnya tetap terlihat.

Cara Memainkan Alat Musik Rebab

Alat musik yang juga dikenal dengan nama alat musik gesek ini sesuai dengan namanya maka cara memainkannya juga dengan cara digesek. Pemain bisa menggesek dawainya menggunakan busur penggesek yang sudah tersedia.

Ukuran rebab umumnya kecil, bulat badannya serta ada bagian depannya yang terhubung menjadi suatu membrane mirip perkamen dan mempunyai leher yang panjang. Tidak mempunyai papan nada, namun ada leher tipis yang panjang terdiri atas satu, hingga tiga senar. Bentuk busurnya umumnya lebih melengkung dibandingkan busur biola. Bentuknya tegak baik bertumpu di lantai ataupun di pangkuan pemain. Selanjutnya ada tali tembaga yang digunakan sebagai dawainya. Terdapat tangkai yang bentuknya memanjang di atas badan rebab yang dilengkapi dengan 2 pemuntal, fungsinya untuk pengaturan ketegangan dawai ataupun senar dari rebab tersebut.

Alat musik ini seperti halnya alat musik yang lain juga mempunyai tangga nada yang dikenal dengan sebutan tangga nada pentatonic. Merupakan suatu tangga nada yang tersusun atas 5 nada dalam satu oktaf. Jenis nada yang dihasilkan dulunya sering dimainkan seiring dihidupkan musik kuno seperti gamelan, musik Amerika hingga musik Indian.

Nah, berikut ada 3 langkah yang bisa dicoba untuk memainkan instrumen musik rebab.

  1. Seperti yang telah diketahui bahwa cara memainkannya dengan digesek, maka posisikan ibu jari tangan kanan di samping kepala gesekan intrumen rebab.
  2. Selanjutnya, posisikan jari ke-2 dan jarike-3 di bagian Sedangkan jari yang ke-4 dan ke-5 difungsikan untuk mengeraskan tali.
  3. Tali gesekan tersebut dimainkan di bagian atas tempurung, jika rebab tersebut tak memiliki tangkai maka posisikan rebab tersebut dengan berdiri.

Rebab menghasilkan bunyi lirih yang menawan dan khas sehingga instrument ini banyak digunakan dalam pertunjukan wayang, khususnya saat cara pembukaannya. Selain itu, cakupan wilayah nada instrument rebab yang luas maka dengan mudah disesuaikan dengan musik yang lain. Juga digunakan sebagai penuntun atau menyambungkan satu alat musik menghasilkan satu suasana untuk menuju ke suasana berikutnya. Hal ini membuat alat musik ini juga dikenal dengan nama pemimpin tembang.

Alat musik gesek rebab dimainkan oleh pemain dalam keadaan duduk, sedangkan instrumennya diposisikan berdiri. Meskipun satu kategori dengan biola, namun alat musik ini berbeda dengan biola. Sebab biola dimainkan dengan cara menyandarkannya di pundak, sedangkan cara main rebab diposisikan berdiri. Bahkan instrument rebab ini menjadi cikal bakal lahirnya alat musik biola.

Leave a Reply

Send this to a friend