Amerika Ancam Cina Jika Berani Pasok Chipset ke Rusia

Amerika Ancam Cina Jika Berani Pasok Chipset ke Rusia

NESABAMEDIA.COMPasar Rusia saat ini hidup dalam kondisi yang berbeda, ketika sejumlah perusahaan asing telah meninggalkan pasar, sementara yang lain melakukan penangguhan pasokan, dan skema logistik yang kacau.

Karena perang dengan Ukraina, negara itu terancam akan mendapatkan blokade teknologi ketika ekonomi dan pembangunan mulai jatuh. Namun di sisi lain, masyarakat dan pemerintah Rusia percaya bahwa Cina akan membantu mereka. 

Amerika Serikat sangat menyadari bahwa Rusia bisa saja bertahan berkat pasokan dari Cina, jadi mereka memutuskan untuk memperingatkan Beijing mengenai segala kesepakatan dengan Rusia. Apabila perusahaan asal Cina memasok chipset ke perusahaan Rusia, Menteri Perdagangan Amerika tidak akan mengabaikan fakta tersebut dan akan melakukan serangan. Seperti yang telah dilakukan sebelumnya atas Huawei.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Amerika mengkonfirmasi bahwa sejauh ini perusahaan Cina masih belum melakukan pelanggaran atas aturan pengenaan sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia. Sebagai bagian dari kebijakan ini, Pemerintah Amerika akan terus melakukan pengawasan atas situasi yang ada dan akan mengambil respon tegas apabila Cina memberikan bantuan kepada Rusia dalam bentuk apapun, utamanya pasokan chipset.

Apakah Cina akan menurut atas ancaman yang diberikan pemerintah Amerika?

Menurut sejumlah pakar, Amerika masih menjadi mitra utama perdagangan Cina, dan pemerintah Beijing sepertinya tidak ingin kehilangan pasar tersebut. 

Sebelumnya perusahaan asal Rusia, BQ, melaporkan bahwa lisensi penggunaan Android untuk produk mereka telah dicabut oleh Google, termasuk pengajuan sertifikasi untuk produk-produk mereka selanjutnya. Hal itu kemudian memicu perusahaan untuk melirik Harmony OS buatan Huawei sebagai alternatif dari Android.

Dalam berita yang berbeda, kelompok peretas Anonymous mengobarkan perang mereka dengan memihak Ukraina. Mereka menyerang infrastruktur Rusia dan perusahaan asing yang belum bergabung dengan aksi boikot. Pekan ini, mereka melaporkan bahwa telah berhasil membobol Bank Sentral Rusia dan mencuri sebanyak 35 ribu file penting. 

Anonymous menepati janjinya untuk menempatkan puluhan ribu file penting itu ke jaringan internet dunia. Sebanyak 28GB dokumen mereka kirimkan ke beberapa tempat, dan apabila ada yang berusaha untuk memblokir hal itu, mereka siap untuk membagikan lebih banyak tautan baru. 

Setelah diselidiki, dokumen tersebut merupakan laporan audit dan data para pemilik bank. Anonymous mengklaim bahwa mereka berhasil mendapatkan data tersebut dari Bank Sentral Rusia. 

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend