Apple Bakal Awasi Foto dan Video di Smartphone Pengguna, Privasi Terancam

Apple Bakal Awasi Foto dan Video di Smartphone Pengguna, Privasi Terancam

Pada bulan Agustus lalu, Apple mengumumkan rencana untuk menambahkan fitur baru ke sistem operasi iOS guna memerangi eksploitasi seksual anak dan distribusi gambar yang mengandung kekerasan dan mengganggu. Pada bulan September, mereka menyatakan akan menunda rencananya, namun rupanya itu bukan akhir dari cerita.

Client-Side Scanning (CSS) atau pemindaian di sisi klien, akan memungkinkan foto di iPhone dipindai dan dibandingkan dengan basis data Child Sexual Abuse Material (CSAM) yang diketahui, memberi tahu Apple jika kecocokan ditemukan.

Meskipun ini terdengar seperti ide yang bagus dalam memerangi pelecehan seksual terhadap anak, ada banyak alasan mengapa hal itu tidak terjadi. Kebijakan Apple ini dinilai akan mengancam privasi pengguna, bertolak belakang dengan apa yang selama ini digembar-gemborkan.

Pertama Ini dapat mempengaruhi semua orang yang memiliki iPhone: Pemerintah dan industri teknologi ingin teknologi ini menjadi wajib di semua perangkat.

Sebuah makalah akademis yang diterbitkan minggu lalu oleh pakar keamanan komputer terkemuka mengatakan ini: “Kebijakan CSS oleh Apple pada dasarnya menciptakan risiko keamanan dan privasi yang serius bagi semua masyarakat sementara dampak yang dapat diberikannya untuk penegakan hukum bisa menjadi sumber masalah baru.”

Laporan tersebut selanjutnya mengatakan bahwa karena CSS memberi lembaga pemerintah akses ke konten pribadi di ponsel pengguna, maka itu seperti sebuah tindak penyadapan. Dan kita tidak boleh meremehkan “efek mengerikan yang signifikan”, yakni pengawasan dan pemindaian massal pada perangkat pribadi kita yang pada dasarnya melanggar kebebasan berbicara dan bahkan demokrasi.

Rencana Apple itu juga memunculkan lebih banyak pertanyaan mengenai implementasinya dan apakah akan ada solusi, seperti yang dimuat dalam artikel yang diterbitkan di blog Lawfare tahun lalu:

Apakah ada opsi untuk menonaktifkan pemindaian CSS? Jika demikian, kemungkinan pelanggar akan melakukannya, atau gagal memasang fitur pemindaian sejak awal.

Lalu ada kekhawatiran tentang seberapa efisien dan akurat algoritma pencocokan: “Setiap sistem pemindaian sisi klien bergantung pada keakuratan algoritma pencocokan. Salah satu aspek dari pertanyaan itu adalah masalah false-positive, dan berapa banyak contoh CSAM yang terlewatkan oleh algoritma pencocokan. Misalnya, karena ada perubahan kecil pada konten. Lalu juga ada pertanyaan soal apakah ada risiko konten tidak berbahaya yang salah diidentifikasi sebagai berbahaya?”

Ada juga pertanyaan tentang seberapa sering dan oleh siapa database tersebut akan dikelola? Di ​​mana daftar konten terlarang akan bersumber, dan siapa yang akan “menentukan persyaratan di mana konten akan dimasukkan ke daftar pelanggaran”?

Di banyak negara, pengawasan komunikasi domestik oleh negara dilarang. Di Amerika misalnya, CSS dapat melanggar Amandemen Keempat, sedangkan di Eropa dapat melanggar Piagam Hak-Hak Dasar.

Namun kekhawatiran utama adalah bagaimana teknologi ini bisa berkembang. Setelah dianggap sebagai praktik standar agar konten yang disimpan di perangkat pribadi kita bisa diakses kapan saja oleh lembaga pemerintah, apa lagi yang dapat dipindai di masa mendatang? 

Pada akhirnya, jika rencana pemindaian konten di perangkat pengguna ini terwujud, maka ke depannya akan timbul sejumlah kekhawatiran baru seperti:

  • Rezim politik dapat memindai pesan teks siapa saja untuk mengetahui pandangan politik, meme, nama, dan lainnya.
  • Akan dijadikan sarana represi dan manipulasi politik yang berpotensi digunakan di beberapa negara untuk menekan isu-isu sensitif, menargetkan aktivis politik dan menandai siapa saja yang anti dengan sebuah rezim.
  • Penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berwenang juga menjadi perhatian besar, ​​seperti polisi korup yang bekerja untuk kejahatan terorganisir atau negara asing.
  • Lalu ada risiko privasi: Berapa banyak yang bisa dipelajari musuh tentang target mereka dengan meretas sistem CSS? Bisakah sistem disalahgunakan untuk menuduh orang lain seenaknya?

Leave a Reply

Send this to a friend