Pembobolan Akun Twitter

Begini Cara Peretas Lakukan Pembobolan Akun Twitter Pesohor Dunia

NESABAMEDIA.COMDunia maya dikejutkan dengan kasus pembobolan akun Twitter sejumlah tokoh ternama, mulai selebritis, tokoh politik hingga perusahaan besar. Memang kasus pembobolan akun ini beberapa kali terjadi pada Twitter, namun kali ini mungkin menjadi yang terbesar dalam sejarah jejaring sosial dengan logo burung biru itu.

Twitter tidak menampik adanya kasus pembobolan tersebut, dan pihaknya sudah mengetahui bagaimana peretas bisa masuk ke akun korban dan mengambil alih. Twitter mengkonfirmasi jika permasalahan itu disebabkan oleh kelemahan sistem admin internal dan sejumlah piranti lunak yang dieksploitasi oleh peretas untuk melakukan pembobolan. 

Pihaknya mendeteksi adanya tindakan peretasan dengan metode Social Engineering dengan target para staff internal yang memiliki akses ke sistem admin dan piranti lunak milik Twitter. Setelah berhasil menembus dan masuk ke akun sejumlah tokoh terkenal, mereka juga bisa mengunggah cuitan ke akun tersebut.

Metode Social Engineering sendiri adalah metode peretasan dengan memanfaatkan kelemahan psikologis para target yang akan dijadikan korban. Biasanya dengan memberikan iming-iming hadiah atau lainnya, sehingga korban lengah dan tanpa sadar menuruti perintah peretas untuk mengungkap data-data penting milik mereka. 

Dalam kasus ini yang terjebak adalah staff internal Twitter, sehingga pelaku peretasan bisa masuk ke halaman sistem admin. Selanjutnya peretas memanfaatkan tools yang ada di halaman itu untuk mengganti email utama akun yang akan dijadikan target, menjadi email mereka. Sehingga peretas bisa dengan leluasa masuk ke akun dan mengambil alih.

Sementara beberapa sumber lain memberikan penjelasan bagaimana kasus pembobolan akun Twitter itu bisa terjadi. Techcrunch misalnya, melaporkan jika kasus itu melibatkan beberapa orang. Aksi itu diotaki oleh seorang peretas dengan nickname Kirk. Dia disebut-sebut mendapatkan keuntungan hingga USD 100.000, hanya dalam beberapa jam setelah kasus pembobolan itu terjadi.

Dia memanfaatkan tools pada sistem admin untuk mereset email yang terkait dengan akun Twitter target. Kemudian, peretas mengirimkan scam yang berisi pesan mengenai alat tukar kripto. 

Kemudian ada Motherboard yang menyebut kasus pembobolan akun itu melibatkan staf internal Twitter itu sendiri. Mereka dibayar untuk menyerahkan data-data penting sehingga peretas bisa masuk ke sistem admin dan melakukan pembobolan. Pihak Twitter sendiri masih melakukan investigasi terkait laporan ini, dan belum bisa memastikan jika staf mereka sendiri yang melakukan pembobolan ataupun menyerahkan data-data penting ke peretas.

Akibat dari kasus ini, Twitter bakal menghadapi masalah yang bisa berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Tercatat juga saham mereka anjlok, setelah kasus ini mencuat. Pihaknya masih terus melakukan perbaikan dengan membekukan akun-akun yang jadi korban untuk kemudian melakukan pemulihan.

Leave a Reply

Send this to a friend