Browser Google Chrome Blokir Situs non HTTPS

Chrome Kemungkinan Akan Blokir Akses Ke Situs Non HTTPS

NESABAMEDIA.COMPara teknisi Google Chrome berencana melakukan perubahan pada sisi kolom alamat situs, yang akan membuat performanya semakin cepat dan aman. Mereka sedang bereksperimen dengan pengaturan omnibox (kolom URL), yang nantinya akan menjadikan situs dengan protokol HTTPS lebih diutamakan ketimbang HTTP saja. 

Protokol HTTPS sendiri sudah menjadi standar kebanyakan situs yang ada di dunia, namun protokol HTTP yang lama masih digunakan di sejumlah situs lainnya. HTTPS memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan HTTP. 

Misalnya jika anda membuka situs dengan protokol HTTP, maka anda akan melihat sebuah ikon gembok yang terbuka di samping kolom URL, yang menandakan bahwa aktivitas yang anda lakukan di situs itu tidak aman.

HTTP dan HTTPS di Chrome

HTTP dan HTTPS di Chrome

Untuk saat ini, jika anda mengunjungi beberapa situs, nantinya terlebih dahulu dimunculkan versi HTTP sebelum kemudian diarahkan ke versi HTTPS, jika memang ada. Namun kedepannya, Google akan mengubah pengaturan tersebut. 

Nantinya adalah situs dengan versi HTTPS yang akan dimunculkan terlebih dahulu. Nah jika ternyata situs tersebut tidak memiliki versi HTTPS, maka kemungkinan akan menimbulkan masalah baru. 

“Saat ini pengguna yang mengetik nama domain di kolom URL, seperti ‘contoh.com’, maka browser Chrome akan mengarahkan ke versi HTTP yakni http://contoh.com. Namun karena saat ini penggunaan website sudah banyak yang memakai versi HTTPS, kami ingin menjadikannya lebih diutamakan untuk muncul terlebih dahulu,” kata pihak Google.

Fitur ini masih dalam tahap pengembangan, jadi belum siap untuk benar-benar dirilis ke publik lewat pembaruan Google Chrome berikutnya. Namun jika fitur ini dirilis, ada potensi bisa merusak situs yang dituju apabila tidak memiliki versi HTTPS.

Ini bukan pertama kalinya Google memberikan peringatan kepada para pengguna soal akses mereka ke sebuah situs yang dibatasi. Pada bulan November lalu, diberitakan juga bahwa smartphone Android dengan versi 7.1.1 berpotensi terblokir dari situs online yang ada. Saat itu alasannya adalah karena masalah sertifikat protokol untuk Android versi tersebut yang telah habis masa berlakunya. 

Bambang

Pernah menjadi jurnalis dan juga Social Media Manager di Merdeka.com selama lebih dari 2 tahun, sebelum akhirnya mengerjakan sejumlah proyek website yang dioptimasi dan dimonetisasi Google Adsense. 

Kini sedang aktif dalam pembuatan konten Youtube dokumenter bertema sosial serta menjadi penulis konten untuk sejumlah website. 

Leave a Reply

Send this to a friend