Kenali Ciri-Ciri Algoritma Beserta Syarat dan Sifat Algoritma

Anda pernah mendengar istilah algoritma? Bagiamana ciri-ciri alogoritma? Algoritma merupakan istilah yang berasal dari seorang ilmuan Uzbekistan yang mana ia merupakan seorang ahli di bidang matematika. Ilmuan tersebut bernama Ja’far Mohammad Ibn Musa Al-khuwairizmi. Dari sini kemudian kata algoritma mulai populer dan dikenal oleh banyak orang, khususnya mereka yang memiliki minat atau keahlian di bidang yang sama.

Kini, kata algoritma sendiri sudah bergeser makna sebagai bahasa pemograman pada komputer yang dimulai di Indonesia. Namun sebenarnya seperti apa pengertian algoritma itu? Berikut ini kami jelaskan beberapa pengertian algoritma.

Pengertian Algoritma

  • Algoritma merupakan suatu langkah yang disusun secara sistematis dan teratur yang digunakan untuk menyelesiakan suatu masalah.
  • Algoritma adalah suatu langkah yang bersifat logis yang berfungsi untuk menyelesaikan masalah yang mana penyelesaiannya tersebut disusun secara sistematis.
  • Algoritma adalah suatu teknik di dalam penyusunan dan penyelesaian sebuah permasalahan dalam bentuk kalimat yang singkat dan dengan jumlah kata yang terbatas, namun ia masih tersusun secara sistematis dan logis.

Secara keseluruhan, algoritma memiliki arti suatu teknik di dalam menyusun langkah-langkah penyelesaian masalah secara sistematis dan logis.

Ciri-Ciri Algoritma

Ciri-Ciri Algoritma

Algoritma memiliki ciri-ciri khasnya tersendiri yang membedakannya dengan suatu teknik penyelesaian masalah menggunakan metode yang lainnya. Di bawah ini akan kami jelaskan tentang apa saja ciri-ciri algoritma tersebut.

  • Pada saat algoritma telah mengerjakan sebuah langkah yang sifatnya terbatas, maka ia harus berhenti.
  • Algoritma mempunyai nol maupun lebih masukan.
  • Algoritma harus bersifat efektif, maksudnya setiap langkah yang dibuat harus bersifat sederhana sehingga nanti bisa diaplikasikan atau dikerjakan dalam rentan waktu yang singkat.
  • Setiap langkah yang disusun harus dapat didefisinikan secara tepat dan tidak multitafsir atau menimbulkan ambiguitas.
  • Algoritma mempunyai nol maupun lebih keluaran.
  • Algoritma memiliki awalan dan akhiran

Syarat atau Sifat Algoritma Menurut E. Knuth

Setelah Anda memahami tentang pengertian dan ciri-ciri algoritma, maka Anda juga harus paham tentang syarat-syarat algoritma. Sebuah algoritma dikatakan baik berdasarkan yang disampaikan oleh E. Knuth adalah ketika ia telah memenuhi syarat seperti berikut ini:

  • Finiteness, sebuah algoritma harus benar-benar selesai ketika ia sudah menjalankan beberapa langkah proses.
  • Definiteness, setiap langkah yang ada pada algoritma harus dapat didefinisikan secara tepat. Jangan sampai menggunakan makna ganda atau menimbulkan ambiguitas. Maka dari itu, langkah yang benar di dalam menulis sebuah algoritma adalah dengan menggunakan bahasa komputer.
  • Input, setiap algoritma membutuhkan data yang nantinya akan diolah sebagai masukan atau input.
  • Output, setiap algoritma yang dibuat atau disusun nantinya akan menghasilkan setidaknya satu maupun beberapa output.
  • Effectiveness, langkah-langkah yang diambil di dalam pengerjaan algoritma harus wajar dan sebisa mungkin harus dapat dijalankan secara efektif.

Macam-Macam Algoritma

Ciri-Ciri Algoritma dan Macam-Macamnya

Secara umum, algoritma terbagi menjadi 3 dengan berdasarkan bentuk dasarnya, diantaranya: algoritma percabangan, algoritma sekuensial, dan algoritma perulangan.

1. Algoritma sekuensial

Algoritma jenis pertama ini merupakan suatu perintah yang tersusuns secara sistematis atau berurutan yang mana nantinya akan muncul satu atau lebih instruksi. Setiap perintah tersebut harus dikerjakan secara urut dan berkaitan dengan disesuaikan urutan penulisannya. Maksudnya, instruksi tersebut baru akan dilaksanakan pada saat instruksi yang lain atau instruksi sebelumnya telah selesai.

Adapun contoh sederhananya seperti ‘mengirim surat’. Nanti akan ditemukan beberapa langkah seperti di bawah ini:

  • Menyediakan amplop
  • Menyediakan perangko
  • Memasang perangko
  • Menulis alama tujuan dan alamat pengirim
  • Memasukkan surat ke kotak surat maupun mengirimkannya ke kantor pos
  • Surat terkirim

2. Algoritma percabangan

Algoritma percabangan merupakan sebuah perintah yang digunakan untuk memilih salah satu diantara beberapa pilihan. Algoritma ini juga dinamakan juga sebagai algoritma pemilihan. Ada hal penting yang harus diperhatikan ketika menerapkan algoritma jenis ini, yakni pemilihan instruksi bisa dilakukan jika kondisinya sudah terpenuhi. Artinya, kondisi tersebut sudah menghasilkan nilai yang benar atau true.

Jika solusi yang diperoleh sudah benar, maka perintah bisa dilaksanakan. Tapi sebaliknya, jika solusi tersebut ternyata salah maka sudah tentu perintahnya tidak bisa dilaksanakan. Meskipun begitu kemungkinan akan menjalankan solusi yang lainnya atau bahkan tidak sama sekali. Contoh sederhana yakni ‘melamar pekerjaan’. Dalam kasus ini bisa dibuat beberapa langkah, yakni:

  • Membuat surat lamaran
  • Memberikan surat lamaran kerja tersebut kepada HRD maupun bisa mengirimkannya melalui kantor pos atau email. Tergantung ketentuan yang diterapkan pada saat pengumumann lowongan pekerjaan tersebut.
  • Menunggu adanya informasi mengenai apakah lamarannya tersebut diterima atau malah tidak.
    • Jika memang sudah diterima, maka yang bersangkutan akan langsung bekerja.
    • Jika tidak diterima, maka yang bersangkutan bisa melamar pekerjaan yang lain atau tidak melamar kerja sama sekali.

3. Algoritma perulangan

Lalu bagaimana dengan algoritma perulangan? Algoritma perulangan merupakan sebuah instruksi yang digunakan untuk mengulang deretan instruksi. Pengulangan tersebut dilakukan secara berulang-ulang sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

Fungsi Algoritma di Dalam Pemograman

Ciri-Ciri Algoritma dan Fungsinya

Lalu apa fungsi algoritma di dalam pemograman? Berikut ini beberapa fungsi yang dimiliki algoritma yang berkaitan dengan pemograman:

  • Pemecahan masalah yang rumit
  • Menjadikan program lebih sederhana karena nanti banyak fungsi yang dijadikan satu.
  • Bisa digunakan secara berulang-ulang karena logika pemograman memang tidak akan mengalami update. Meskipun begitu, algoritma tersebut tetap bisa mengikuti perkembangan zaman.
  • Dapat merapikan program yang telah dihasilkan.
  • Mudah digunakan untuk menemukan kesalahan.
  • Mudah di dalam melakukan dokumentasi

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan berkaitan dengan pengertian, syarat, dan ciri-ciri algoritma. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Send this to a friend