Ciri-ciri Drama

Kenali Ciri-ciri Drama Beserta Penjelasannya, Yuk Disimak!

Drama dalam kehidupan sehari-hari sudah tidak asing lagi karena dalam kehidupan sehari-hari kita pun juga ada drama. Sehingga perlu diketahui bahwa drama tidak hanya yang kita kenal secara umum saja seperti di TV, panggung, dan lain-lain.

Drama juga merupakan salah satu karya sastra yang mempunyai banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh para penonton, seperti bisa terhibur, mendapatkan banyak nilai-nilai positif dan moril maupun sosial sehingga drama bisa dikatakan memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat.

Tetapi ternyata drama memiliki banyak jenisnya berdasarkan beberapa hal dan dikatakan suatu drama jika sudah memiliki ciri-ciri, unsur-unsur, dan lain-lain yang berkaitan dengan drama. Untuk itu, lebih jelasnya silahkan simak penjelasan berikut ini.

Ciri-ciri Drama dan Penjelasannya

Ciri-ciri Drama dan Penjelasannya

Ciri-ciri dalam suatu drama, antara lain:

  1. Terdapat konflik dan ketegangan dalam drama.
  2. Terdapat sanksi dalam drama.
  3. Terdapat tokoh atau karakter yang diperankan oleh manusia, wayang, atau boneka.
  4. Durasi menampilkan drama sekitar 3 jam.
  5. Tidak ada ulangan dalam setiap tampilan.
  6. Kisah drama disampaikan dalam bentuk dialog, baik dialog antar tokoh maupun dialog diri sendiri dan dalam bentuk teks.
  7. Mempunyai jalan cerita yang akan ditampilkan.
  8. Terdapat penonton untuk menonton drama.
  9. Pementasan drama biasanya dilakukan di atas panggung dengan dilengkapi beberapa perlengkapan dan peralatan untuk mendukung suasana drama.
  10. Penampilan drama dihadapkan kepada penonton untuk diberikan hiburan.
  11. Tampilan teks dialog drama dalam bentuk naskah tidak menggunakan tanda petik (“”) karena dalam dialog drama menggunakan kalimat langsung. Selain itu terdapat petunjuk-petunjuk lain untuk tokoh drama dalam naskah seperti ada tanda kurung, penjelasan tambahan, dan lain-lain.
  12. Naskah drama terletak di atas atau di samping dialog.
  13. Mempunyai gaya bahasa dalam suatu drama sehingga bisa mencerminkan latar sosio budaya masyarakat dalam pementasan drama tersebut.

Fungsi dan Tujuan Drama

Berikut adalah fungsi dan tujuan drama, antara lain:

  1. Sebagai hiburan, jenis drama yang sifatnya lucu atau ada komedinya membuat para penonton menjadi tertawa dan terhibur. Sehingga tampilan drama menjadi tidak monoton dan bisa menjadi pelipur lara para penonton untuk mengisi waktu luang yang ada.
  2. Menambah pengetahuan dan wawasan, drama bisa dijadikan sebagai sarana pendidikan karena umumnya drama menceritakan tentang kisah kehidupan yang didalamnya terdapat pesan moral yang berkaitan dengan pengetahuan juga sehingga hal tersebut menambah wawasan bagi para penontonnya. Dalam drama para penonton juga bisa mengambil nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Menyampaikan nilai estetika, setiap drama pasti mempunyai nilai-nilai estetikanya masing-masing seperti dari gerakan, dialog, ekspresi, penataan ruang panggung, kostum, dan lain-lain.
  4. Mengajarkan nilai sosial, setiap drama pasti menyampaikan nilai-nilai sosial yang terdapat dalam kehidupan bermasyarakat, seperti menghormati orang lain, membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, dan lain-lain.

Struktur Drama

Ciri-ciri Drama dan Strukturnya

Dalam suatu drama terdapat beberapa struktur, antara lain:

  1. Babak atau episode, bagian dari naskah drama yang dirangkum dari kisah maupun cerita yang terjadi di suatu tempat dengan urutan waktu tertentu.
  2. Adegan, bagian dari babak drama yang menunjukkan adanya perubahan peristiwa maupun cerita yang ditampilkan oleh para tokoh, seperti adanya pergantian tokoh, tempat, dan waktu dalam suatu babak drama.
  3. Dialog, bagian dari naskah drama berupa percakapan para tokoh atau dengan dirinya sendiri (monolog) dalam satu babak dan dialog tersebut yang mendominasi suatu drama.
  4. Prolog, bagian pengantar dalam suatu drama untuk masuk ke dalam cerita yang berisi keterangan dari penulis, para tokoh, dan orang-orang yang terlibat dalam pembuatan suatu drama. Untuk prolog dibacakan oleh narator saat tampil di atas panggung.
  5. Epilog, bagian penutup dari suatu pementasan drama yang berisi makna maupun kesimpulan yang didapat dari drama tersebut dan terdapat keterangan para tokoh dalam suatu pementasan drama tersebut

Unsur-unsur Drama

Dalam suatu drama, terdapat beberapa unsur-unsur yang perlu diketahui, antara lain:

  1. Tema, gagasan utama atau ide pokok yang terdapat dalam suatu drama.
  2. Alur, jalan cerita dari suatu drama mulai dari babak awal hingga babak akhir.
  3. Tokoh, karakter dalam suatu drama yang terdiri dari tokoh utama dan tokoh pembantu.
  4. Watak, tingkah laku para tokoh dalam suatu drama, baik protagonis maupun antagonis.
  5. Latar, tempat, waktu, dan situasi yang terjadi dalam suatu drama.
  6. Amanat, pesan yang ingin disampaikan pengarang suatu drama dalam bentuk cerita kepada para penonton.

Unsur-unsur dalam pementasan drama, antara lain adanya naskah drama, sutradara, pemeran atau tokoh, panggung, perlengkapan panggung (cahaya, rias, bunyi, pakaian), dan penonton.

Jenis-jenis Drama

jenis-jenis drama

Untuk drama sendiri dibedakan menjadi 3 jenis utama yang didasarkan pada penyajian tokoh, sarana, dan keberadaan panggung. Berikut penjelasannya, antara lain:

A. Berdasarkan penyajian tokoh/lakon terdapat 7 jenis drama, antara lain:

  1. Tragedi, dimana lebih menampilkan kesedihan tokoh utama dalam drama dan berakhir dengan kisah yang menyedihkan.
  2. Opera, lebih menampilkan drama yang dalam bentuk dialog dan dilakukan dengan bernyanyi maupun diiringi musik.
  3. Komedi, lebih menampilkan kelucuan dalam alur drama oleh para tokoh.
  4. Tragekomedi, lebih menampilkan cerita antara tragedi dan komunikasi dalam waktu yang sama.
  5. Melodrama, lebih menampilkan drama yang diiringi musik atau melodi dalam dialog dan para tokoh.
  6. Tablo, lebih menampilkan drama dalam gerakan seperti pantonim sehingga para tokoh tidak melakukan dialog.
  7. Farce, lebih menampilkan taingkah lucu para tokoh mirip seperti dagelan walaupun tidak sepenuhnya seperti itu.
  8. Berdasarkan Sarana

B. Berdasarkan sarana yang digunakan dalam drama, terdapat 6 jenis drama, yaitu:

  1. Drama panggung, drama yang ditampilkan secara penuh di atas panggung dan para pemain tidak bisa mengulangi penampilan tersebut.
  2. Drama televisi, drama yang ditampilkan di media televisi dimana para tokoh bisa mengulangi adegan drama (karena tidak ditampilkan secara langsung).
  3. Drama radio, drama yang hanya dapat didengarkan tanpa melihat.
  4. Drama film, drama yang ditampilkan lewat layar lebar seperti bioskop dan dapat dilihat di televisi (dengan catatan diputar di bioskop terlebih dahulu).
  5. Drama wayang, drama yang dimainkan dengan menggunakan wayang dalam setiap adegannya.
  6. Drama Boneka, drama yang dimainkan dengan menggunakan boneka dalam setiap adegannya.
  7. Berdasarkan Keberadaan Naskah

C. Berdasarkan keberadaan naskah, terdapat 2 jenis drama, yaitu:

  1. Drama tradisional, drama yang ditampilkan oleh tokoh tanpa menggunakan naskah saat berada di panggung dan tokoh dapat berimprovisasi sesuai dengan peran masing-masing.
  2. Drama Modern, drama yang ditampilkan oleh tokoh menggunakan naskah saat berada di panggung dan tokoh dapat berimprovisasi pada kejadian-kejadian tertentu.

Nah, itulah penjelasan padat mengenai drama mulai dari ciri-ciri drama beserta struktur, unsur-unsur dan jenisnya. Semoga dengan tulisan ini pembaca bisa menambah wawasan mengenai drama dan perlu pembaca ketahui bahwa drama adalah salah satu karya sastra yang mempunyai jiwa seni yang tinggi.

Selain para tokoh dalam berakting baik dan sesuai peran alias menghayati, keindahan naskah drama juga turut membantu para tokoh dalam mengekspresikan perannya secara optimal. Jadi, tulisan ini bisa dijadikan referensi untuk para pembaca yang ingin mengadakan suatu drama.

Leave a Reply

Send this to a friend