3 Ciri Orang Munafik yang Wajib Kita Waspadai + Cara Menghindarinya

Secara bahasa ati dari munafik ialah berpura-pura. Berdasarkan istilah arti dari munafik ialah berpura-pura dalam suatu hal, perkataannya tidak sesuai dengan kenyataannya.

Sedangkan jika dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata munafik ialah berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya; bermuka dua.

Setelah dipaparkan pengertian dari munafik, apakah kamu termasuk orang yang munafik? Nah, agar lebih jelas mengetahui seperti apa sih orang yang munafik itu berikut ini akan dijelaskan mengenai ciri-ciri orang munafik.

3 Ciri-Ciri Orang Munafik

Dalam ajaran agama Islam yaitu di dalam kitab suci Al-quran maupun Hadist telah dijelaskan mengenai ciri-ciri orang yang munafik. Salah satunya disebutkan dalam surah Al- Munafiqun (63: 1) mengenai orang munafik yang berbunyi:

Ciri Orang Munafik

Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata “kami mengakui, bahwa engkau adalah rasul Allah”. Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.

Nabi Muhammad saw bersabda:

Ciri-ciri orang munafik ada 3: apabila berkata ia berdusta, apabila berjanji ia ingkari (tidak ditepati), apabila dipercaya (diberi amanah) ia berkhianat (H.R Bukhari-Muslim).

1. Apabila Berkata Ia Berdusta

Setiap perkataan yang diucapkan oleh orang munafik tidak bisa dipercayai. Karena apa yang mereka katakan tidak sama dengan apa yang ada di dalam hati mereka dengan kata lain selalu bersifat dusta (kebohongan). Maka dari itu orang yang suka berbohong atau suka menutupi suatu kebenaran secara terus-terusan tidak menutup kemungkinan dia bisa disebut sebagai orang yang munafik.

2. Apabila Berjanji Ia Ingkari (Tidak Ditepati)

Setiap perkara yang dijanjikan pasti tidak ditepati, sehingga perkataan maupun perbuatannya tidak bisa dipercaya. Nah, setiap ingin membuat janji kepada orang lain kita harus berhati-hati dan terlebih dahulu dipikirkan apakah kita bisa menepatinya.

Jika kita tidak sanggup akankah lebih baik untuk tidak membuat janji tersebut dan berkata yang sebenarnya. Ciri-ciri yang kedua ini memang sangat sering dilakukan oleh kebanyakan orang karena sangat mudah berkata tanpa dipikirkan terlebih dahulu kesanggupan untuk menepatinya.

3. Apabila Dipercaya (Diberi amanah) Ia Berkhianat

Orang munafik akan mengkhianati setiap amanah yang diberikan kepadanya. Amanah yang diberikan tidak dilaksanakan dengan sebagaimana mestinya. Bentuk dari amanah ini sendiri sangat beragam sebagai salah satu contohnya yaitu pekerjaan. Dimana dalam melakukan suatu pekerjaan itu harus dilakukan dengan baik karena itu adalah kewajiban. Contoh lain ialah seorang pemimpin, titipan barang dan lain sebagainya.

Orang munafik juga bersikap melampaui batas jika sedang berselih paham. Mereka suka melakukan kezaliman secara diam-diam atau saat mereka sendiri. Mereka menganggap tidak akan ada orang yang tahu, namun mereka lupa bahwa Allah mengetahui segala perbuatan mereka.Ciri-Ciri Orang Munafik

Dan apabila mereka (orang-orang munafik) berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman”. tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan yaitu para pemimpin mereka, mereka berkata “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok” (Q.S Al-Baqarah: 14)

Ciri-Ciri Orang Munafik

Allah akan meperolok-olokkan mereka (orang munafik) dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan (Q.S Al-Baqarah: 15)

Cara Menghindari Sifat Munafik

1. Melaksanakan Shalat Tepat Waktu dan Berjamaah

Melaksanakan shalat tepat waktu bagi sebagian orang memang susah untuk dilaksanakan begitu juga dengan shalat berjamaah (terutama bagi laki-laki). Namun hal tersebut merupakan suatu hal yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yaitu dapa terhindar dari sifat munafik.

Dalam H.R Tirmidzi no. 241 yang berbunyi:

Barang siapa yang melaksanakan shalat karena Allah selama 40 hari di masjidku (secara berjamaah), dalam keadaaan tidak tertinggal satu pun takbiratul ihram dari imam, maka ia akan dicatat terbebas dari 2 hal yaitu terbebas dari siksa neraka dan juga terbebas dari kemunafikan.

Selain melaksanakan shalat dengan tepat waktu dan berjamaah ada satu hal lagi yang harus diperhatikan yaitu shalat dengan khusyuk. Jangan seperti shalatnya orang munafik sebagaimana disebutkan dalam Q.S An-Nisa ayat 142

Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali

2. Shalat Thajjud 

Mengapa shalat tahajjud merupakan salah satu cara untuk menghindari sifat munafik? Karena amalan yang satu ini sangat sulit untuk dilaksanakan oleh orang munafik yaitu bagun di tengah malam.

Karena bagi orang munafik tidak ada yang akan melihat ia untuk melaksanakan shalat tahajjud tersebut, sehingga ia pun tidak melaksanakannya. Dengan kata lain orang munafik hanya akan bersemangat melaksanakan ibadah jika dilihat oleh orang lain.

Nah, jika ada sahabat muslim yang melaksankaan ibadah shalat tahajjud dengan niat karena Allah, semoga kamu terhindar dari sifat munafik ini ya…

3. Memberi Sedekah

Memberikan sedekah dengan diam-diam dan dengan niat yang ikhlas adalah yang paling baik dilakukan karena setiap kita bersedekah tidak perlu satu orangpun tahu. Seperti kata pepatah “tangan kanan memberi tangan kiri tidak perlu tahu”.

H.R Muslim berbunyi:

Sedekah merupakan bukti

Arti dari bukti ialah beriman. Yaitu bersedekah dengan niat karena Allah bukan untuk mendapat pujian dari orang lain.

4. Memperbanyak Zikir

Dengan memperbanyak zikir niscaya hati akan lebih tenang dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Zikir juga merupakan benteng agar terhindar dari sifat munafik karena selalu mengingat Allah. Untuk itu perbanyaklah zikir dalam keadaan apapun baik dalam keadaan sendirian maupun dalam keramaian. “Kerena orang munafik itu sedikit sekali berzikir”.

5. Memperbanyak Ilmu Agama dan Berakhlak Baik

Rasulullah saw bersabda:

Ada dua sifat yang tidak akan tergabung dalam hati orang munafik yaitu perilaku luhur (akhlak yang baik) dan memperdalam ilmu agama (H.R Tirmidzi)

Dari penjelasan mengenai ciri-ciri orang munafik di atas semoga kita bukan termasuk dalam golongan orang-orang munafik. Untuk itu akankah lebih baik kita selalu mengintrospeksi diri sendiri terlebuh dahulu, memperbaiki segala hal yang belum baik dari dalam diri sendiri. Dan lakukan segala sesuatu dengan ikhlas dan dengan niat karena Allah semata.

Leave a Reply

Send this to a friend