Ciri-ciri Reptilia

15 Ciri-ciri Reptilia Beserta Klasifikasi dan Contohnya, Lengkap!

Berbicara mengenai hewan reptil, apa yang pertama kali ada di benakmu? Ular, buaya? Ya, keduanya adalah contoh hewan yang tergolong dalam jenis reptil. Tapi, tidak sebatas itu saja, ternyata pengelompokan hewan reptil sangat luas, lho.

Reptil sendiri merupakan istilah yang berasal dari bahasa latin, yaitu reptans, yang memiliki arti melata atau merayap. Dalam satu kelas, reptil masih terbagi ke dalam ordo, subordo, dan famili. Makanya, seringkali kita melihat dua hewan yang sangat berbeda, tapi ternyata masih dalam satu kelas. Hal ini karena reptil sangat luas.

Nah, untuk mengetahui persamaan dari hewan reptil, sekarang kita akan belajar, apa sih ciri-ciri reptilia?

15 Ciri-ciri Reptilia

Ciri-ciri Reptilia

Berikut ini adalah ciri-ciri Reptilia secara umum.

1. Berdarah Dingin

Hewan berdarah dingin sering juga disebut sebagai poikiloterm. Hewan yang berdarah dingin adalah hewan yang memiliki suhu tubuh yang sama dengan lingkungannya. Suhu tubuh dari hewan berdarah dingin dipengaruhi oleh lingkungannya.

2. Seluruh tubuh tertutup kulit kering yang bersisik.

Ciri ini adalah salah satu ciri yang membedakan reptilia dengan kelas lainnya. Pada beberapa orde, terdapat beberapa jenis hewan yang kulitnya dapat mengelupas dan mengalami pergantian kulit. Contohnya ular. Selain itu, kulit pada reptil hanya memiliki sedikit kelenjar kulit.

3. Memiliki habitat yang bermacam-macam

Ada hewan reptil yang hidup di air, contohnya penyu dan beberapa jenis ular. Ada hewan reptil yang bisa hidup di air maupun di darat, contohnya adalah buaya. Ada pula yang hidup sepenuhnya di darat, contohnya adalah ular.

4. Tubuh terdiri atas kepala, leher, dan ekor.

5. Pernapasan menggunakan paru-paru

6. Memiliki kelenjar bau di dekat kloaka

7. Memiliki peredaran darah tertutup ganda

8. Memiliki alat indera, dapat berupa mata, telinga, dan hidung

9. Memiliki alat kelamin yang terpisah

10. Umur hewan reptilia cenderung panjang

Misalnya saja penyu dan kura-kura yang dapat hidup antara 20-100 tahun. Kemudian ular besar dan buaya juga dapat hidup antara 25- 40 tahun.

11. Umumnya berkembang biak dengan cara bertelur, akan tetapi ada pula yang ovovivipar, misalnya saja kadal.

12. Alat pencernaan dimulai dari mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, dan kloaka

13. Memiliki alat ekskresi berupa sepasang ginjal

14. Memiliki gigi dan memiliki dua pasang kaki yang berjari lima, kecuali ular.

15. Memiliki alat kelamin terpisah dengan fertilisasi internal di dalam tubuh betina.

Klasifikasi Reptilia

Reptilia dibagi menjadi 4 ordo, yaitu ordo Crocodylia, Rhynchocephalia, Squamata, dan Testudines. Berikut ini adalah ciri-ciri dari keempat ordo tersebut.

1. Ordo Crocodylia

Klasifikasi Reptilia

Ordo Crocodylia adalah kelompok reptil yang memiliki ukuran tubuh paling besar di antara kelompok reptil lainnya. Reptil ini memiliki kulit tubuh yang lebih kuat dan liat. Sisik pada ordo Crocodylia sangat kuat karena terbuat dari bahan tanduk. Bentuk sisik pada kulit ordo Crocodylia berbeda-beda pada setiap bagian tubuhnya, untuk bagian dorsal berbentuk belunas, pada bagian lateral berbentuk bulat, dan pada bagian ventral sisik berbentuk segi empat.

Hewan ordo Crocodylia memiliki ciri spesifik lain yaitu kepala yang keras dan kuat yang berbentuk piramida, disertai dengan gigi-gigi yang runcing dan tajam. Hewan ordo ini memiliki ukuran mata kecil yang menonjol ke dorso-lateral, memiliki lubang telinga yang berada di sebelah caudal mata yang tertutup oleh lipatan kulit.

Selain itu, hewan ordo Crocodylia juga memiliki ekor yang panjang dan kuat dengan ukuran tungkai yang relatif pendek. Tungkai belakang berselaput dan berjari empat, dengan ukuran yang lebih panjang dibanding tungkai depan. Sedangkan untuk tungkai  depan berjari lima tanpa selaput.

Ordo Crocodylia memiliki 4 ruang pada jantung, namun sekat pemisah antara ventrikel kiri dan kanan kurang sempurna, sehingga sering terjadi pencampuran darah. Ordo Crocodylia sering berjemur di siang hari untuk menjaga suhu tubuhnya. Ordo crocodylia terbagi lagi menjadi tiga familia, yaitu  Alligatoridae, Crocodilydae, Gavialidae. Contoh hewan pada ordo Crocodylia diantaranya adalah buaya, aligator, kaiman, gavialidae, dan lain sebagainya.

2. Ordo Squamata

SQUAMATA

Apabila ordo Crocodylia memiliki ukuran tubuh yang paling besar, maka ordo kali ini yang memiliki jumlah spesies terbanyak. Ordo Squamata meliputi binatang-binatang seperti hewan dan ular. Ciri-ciri umum pada ordo Squamata yaitu habitatnya yang bervariasi, ada yang di bawah tanah, pepohonan, gurun, hingga ke laut.

Hewan dalam ordo Squamata juga yang mengalami pergantian kulit secara periodik atau yang disebut dengan molting. Misalnya saja ular dan kadal yang mengalami pergantian kulit sebanyak 2-6 kali dalam satu tahun. Kulit pada ular dan kadal memiliki motif/pola tersendiri, misalnya seperti garis-garis, bintik-bintik, bentuk wajik, atau segiempat.

Ordo Squamata dibagai menjadi tiga subordo, yaitu subordo Lacertilia, subordo Serpentes, dan subordo Amphisbaenia. Pada subordo Serpentes, kulit sisik terkelupas sepenuhnya. Sedangkan pada ordo Lacertilia, kulit sisik terkelupas setengahnya. Perkembangbiakan pada ordo squamata bisa secara ovovivipar atau ovipar dengan fertilisasi internal.

3. Ordo Testudines

Klasifikasi Reptilia Ordo

Salah satu ciri mencolok dari ordo Testudines adalah tulang khusus atau tempurung yang berfungsi sebagai pelindung dari predator, sekaligus bagian dari tulang belakang. Ordo testudines terdiri dari sekitar 300-an spesies.  Beberapa contoh hewan yang masuk ordo Testudines diantaranya adalah kura-kura, penyu, dan terapin. Kura-kura yang dimaksud bisa kura-kura darat maupun kura-kura laut.

Kura-kura sendiri sudah dikenal sejak 157 juta tahun silam. Hal inilah yang menjadikan ordo ini sebagai ordo reptil yang tertua.  Ciri-ciri lain dari ordo Testudines adalah tubuh yang pendek. Ordo Testudines dibagi menjadi dua subordo, yaitu subordo Cryptodira (kura-kura yang menyembunyikan kepala ke dalam cangkang) dan subordo Pleurodira dengan (kura-kura yang menyembunyikan kepala di sisi cangkang).

4. Ordo Rhynchocephalia

Ordo Rhynchocephalia

Ordo Rhynchocephalia merupakan jenis reptil zaman purba yang masih bertahan sampai saat ini. Ordo ini berkembang  sejak 210-220 juta tahun yang lalu. Ordo ini memiliki kekerabatan yang dekat dengan ordo Squamata, seperti ular dan kadar. Hewan dari ordo Rhynchocephalia dapat hidup di air maupun di darat. Mereka juga karnivora.

Ordo Rhynchocephalia bereproduksi secara ovipar dengan fertilisasi internal. Telur yang dihasilkan akan diletakkan di dalam lubang dan membutuhkan waktu 1 tahun untuk bisa menetas. Ordo Rhynchocephalia hanya memiliki satu familia, yaitu Shenodontidae dan satu genus yaitu Sphenodon punctatus  dan Sphenodon guntheri (Tuatara).

Tuatara sendiri adalah satu-satunya anggota Ordo Rhynchocephalia yang masih bertahan sampai saat ini. Binatang ini berasal dari endemik Selandia Baru. Tuatara memiliki bentuk tubuh yang menyerupai kadal.

Tuatara memiliki panjang tubuh mencapai 80 cm dengan berat mencapai 1,3 kilogram. Tubuh Tuatara berwarna kehijauan dan memiliki duri di sepanjang tubuhnya. Tuatara juga memiliki tiga mata, namun satu mata yang terletak di dahinya tidak berkembang. Meskipun tidak memiliki telinga eksternal, hewan tuatara ternyata mampu mendengar.

Nah, mungkin sekian artikel kali ini mengenai ciri-ciri reptilia. Semoga penjelasan di atas dapat menambah wawasan pembaca. Terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend