• Our Partners:

Ciri-Ciri Ilmu Sosiologi

4 Ciri-Ciri Ilmu Sosiologi Beserta Penjelasan dan Contohnya

Mendengar kata sosiologi, kita semua pasti langsung menebak bahwa ilmu tersebut erat kaitannya dengan masyarakat. Istilah sosiologi berasal dari bahasa Latin dan Yunani.

Socius berasal dari bahasa Latin yang berarti kawan dan logos berasal dari bahasa Yunani yang berarti ilmu pengetahuan. Menurut salah satu pakar sosiologi, Auguste Comte, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fenomena sosial dengan hukum-hukum tetap yang menjadi objek investigasinya.

Meskipun ilmu mengenai sosiologi sudah ada sejak dulu, ilmu ini baru dikembangkan di era modern di Eropa pada abad ke-18. Pada abad ini, ilmu pengetahuan empiris berkembang pesat di Eropa. Nah, di pembahasan kali ini, kita akan bersama-sama mempelajari ciri-ciri ilmu sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dan contoh-contohnya.

Ciri-ciri Ilmu Sosiologi dan Contohnya

Ciri-ciri Ilmu Sosiologi dan Contohnya

Sosiologi adalah sebuah ilmu pengetahuan. Agar dapat berdiri sendiri sebagai ilmu pengetahuan,  sosiologi harus memenuhi beberapa kaidah ilmiah. Terdapat empat kaidah yang harus dipenuhi sebagai ciri-ciri ilmu sosiologi, meliputi empiris, teoritis, kumulatif, dan non-etis. Berikut adalah penjelasan mengenai keempat ciri-ciri tersebut

1. Empiris

Ciri ilmu sosiologi yang pertama adalah empiris. Pendekatan empiris berarti pengetahuan yang disajikan dalam ilmu sosiologi berdasarkan bukti yang empiris. Bukti yang empiris adalah bukti yang didasarkan pada pengamatan/observasi di lapangan dengan menggunakan alat indera.

Pengamatan dapat berupa  pengamatan langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itulah, hasil yang didapat dari penelitian empiris ini tidak bersifat spekulatif atau mengira-ngira, melainkan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dari bukti empiris tersebut akan dianalisis baik secara kuantitatif maupun kualitatif.  .

Berikut adalah contoh penelitian yang menggunakan pendekatan empiris. Misalkan fenomena yang ingin diamati yaitu mengenai tingkat kemiskinan di Indonesia yang masih tinggi. Kemudian muncul argumentasi bahwa penyebab tingginya kemiskinan di Indonesia yaitu karena belum meratanya pendidikan, terutama di tempat-tempat terpencil.

Dengan belum meratanya pendidikan, masyarakat yang belum terjangkau oleh pendidikan akan kesulitan keluar dari lingkaran kemiskinan. Pendidikan sangat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat karena pendidikan akan memberikan arahan dan bekal bagaimana untuk hidup lebih sejahtera.

Apabila argumentasi di atas dapat dibuktikan secara ilmiah, maka penelitian tersebut telah memenuhi ciri empiris. Atau dengan kata lain, apabila berdasarkan data-data yang ada argumentasi tersebut benar-benar menunjukkan keadaan di lapangan, maka dapat dikatakan bahwa penelitian tersebut telah memenuhi unsur empiris.

2. Teoritis

Ciri-ciri Ilmu Sosiologi

Setelah pendekatan secara empiris, akan muncul pendekatan secara teoritis. Pendekatan teoritis adalah usaha menghasilkan teori dari hasil observasi konkret yang dilakukan di lapangan. Atau dengan kata lain, pendekatan ini disusun berdasarkan hasil pengamatan empiris .

Dari hasil observasi, kemudian akan disusun abstraksi. Abstraksi sendiri merupakan penarikan kesimpulan berupa kerangka-kerangka yang telah tersusun secara logis. Abstraksi ini muncul menjadi suatu teori yang mampu menjelaskan hubungan sebab-akibat dari fenomena yang telah diamati.

Berikut akan diberikan contoh pendekatan teoritis. Masih seperti kasus sebelumnya, yaitu mengenai tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia. Dari hasil pengamatan empiris, dikatakan bahwa penyebab tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia sebabkan oleh kurang meratanya pendidikan. Kemudian akan disusun abstraksi mengenai masalah tersebut.

Abstraksi yang dihasilkan adalah pernyataan mengenai pentingnya peran pemerintah untuk menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai di tempat-tempat terpencil dan memberikan bantuan/beasiswa kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia.

Meskipun demikian, untuk sampai ke pernyataan abstraksi/ penarikan kesimpulan dibutuhkan proses yang panjang, mulai dari observasi dan berbagai penelitian lainnya.

3. Kumulatif

Ciri-ciri Ilmu Sosiologi Kumulatif

Pendekatan kumulatif dilakukan dengan cara membangun argumen. Namun, argumen ini juga tidak datang begitu saja, melainkan mempertimbangkan teori-teori yang telah ada sebelumnya. Dari pendekatan teoritis, akan dihasilkan teori-teori yang merupakan hasil dari penelitian.

Dan dari teori-teori yang ada, akan disusun kesimpulan/teori baru berdasarkan teori-teori tersebut. Oleh karena itulah, pendekatan ini dikatakan pendekatan kumulatif, yaitu akumulasi dari teori-teori yang telah dihasilkan sebelumnya. Tidak hanya menghasilkan kesimpulan baru, dalam kesimpulan yang dihasilkan melalui pendekatan kumulatif juga bisa disusun untuk memperbaiki, memperluas, atau bahkan memperkuat teori-teori sebelumnya.

Hal ini lumrah terjadi dalam ilmu sosiologi, sebab kita tahu bahwa kehidupan manusia terus berkembang. Dan akan muncul fenomena atau masalah-masalah baru setiap harinya.

Berikut contoh untuk pendekatan kumulatif. Misalkan dari teori-teori menyatakan bahwa penyebab tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia yaitu karena kurang meratanya pendidikan.

Kemudian muncul teori baru yang dapat memperluas teori sebelumnya, yaitu bahwa banyak masyarakat yang hidup di lingkaran kemiskinan berpikir bahwa pendidikan kurang penting. Mereka lebih memprioritaskan bekerja dengan hasil yang pasti daripada bersekolah yang terlihat seperti membuang waktu dan uang, dan hasil yang belum terlihat pula.

4. Non-etis

Ciri ilmu sosiologi yang terakhir adalah non-etis. Non-etis di sini berarti bahwa kajian dalam ilmu sosiologi bersifat netral alias tidak mempertimbangkan apakah fenomena yang terjadi bernilai baik atau buruk. Hal ini karena fokus yang ingin dicapai adalah mempelajari masalah secara lebih mendalam dan mampu menjelaskan sebab-akibat dari masalah/fenomena yang terjadi.

Misalnya dalam kasus tingginya tingkat kemiskinan yang disebabkan oleh kurang meratanya pendidikan di Indonesia. Di sini, penelitian sosiologi tidak memiliki peran untuk menilai apakah tingginya tingkat kemiskinan itu baik atau buruk. Penelitian sosiologi hanya memandang hal tersebut sebatas suatu fenomena yang ingin dicari sebab-akibatnya.

Dan ketika berbicara mengenai kurang meratanya pendidikan di Indonesia, penelitian sosiologi juga tidak menilai apakah kurang meratanya pendidikan sebagai suatu hal yang baik atau buruk. Oleh karena sifatnya yang tidak menilai baik buruknya suatu fenomena inilah mengapa sosiologi disebut non-etis.

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, sosiologi harus memenuhi beberapa prasyarat ilmiah, yakni memiliki objek kajian, memiliki metode ilmiah, dan memiliki masyarakat ilmiah. Berikut adalah maksud dari ketiga prasyarat ilmiah di atas.

1. Sosiologi memiliki Objek Kajian

Objek kajian yang dimaksud adalah aspek ontologis dari ilmu pengetahuan tersebut. Aspek ontologis adalah hal-hal yang ingin diketahui dari mempelajari ilmu pengetahuan. Dalam hal sosiologi, aspek ontologis meliputi fenomena-fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat. Fenomena dalam masyarakat tentu saja sangat luas, hal ini membuktikan bahwa sosiologi memiliki objek kajian.

2. Sosiologi Memiliki Metode Ilmiah

Metode ilmiah adalah seperangkat cara yang bersifat sistematis yang digunakan untuk memecahkan masalah. Dan sosiologi memiliki cara tersendiri untuk memecahkan masalah terkait fenomena sosial.

3. Sosiologi Memiliki Masyarakat Ilmiah

Masyarakat ilmiah yang dimaksud di sini adalah sekelompok orang yang mempelajari ilmu sosiologi. Selain mempelajari, mereka juga meneliti, mempublikasikan, dan mengembangkan sosiologi sebagai ilmu. Dan beberapa diantaranya juga terdapat tokoh-tokoh sosiologi atau yang sering kita sebut sosiolog.

Nah, mungkin sekian untuk artikel kali ini mengenai ciri-ciri ilmu sosiologi dan contoh-contohnya. Semoga penjelasan di atas dapat mempertajam pemahaman pembaca mengenai ciri-ciri ilmu sosiologi.

Leave a Reply

Send this to a friend