• Our Partners:

Contoh Teks Editorial dan Strukturnya

5 Contoh Teks Editorial Beserta Strukturnya yang Perlu Diketahui

Teks editorial atau teks opini adalah suatu teks yang berisi mengenai pendapat seseorang mengenai suatu masalah. Teks editorial biasa kita temui di koran atau majalah.

Tujuan adanya teks editorial yaitu untuk mengangkat suatu isu/masalah yang urgen bagi penulis dan mengajak pembaca untuk bersama-sama berpikir mengenai isu tersebut atau bahkan bergerak dalam mencari solusinya.

Dalam menjabarkan masalah, penulis juga harus menyertakan bukti dan alasan yang kuat untuk menguatkan argumentasi penulis. Dan umumnya, isu-isu yang diangkat dalam teks editorial adalah isu-isu terkini yang sedang hangat. Nah, di artikel ini kita akan belajar mengenai teks editorial melalui contoh-contoh berikut ini.

Contoh Teks Editorial dan Strukturnya

Contoh Teks Editorial dan Strukturnya

Sebelum kita masuk ke contoh-contoh teks editorial beserta strukturnya, akan lebih baik kita memahami dulu arti dari setiap struktur yang membangun teks editorial. Jadi, terdapat tiga struktur dalam teks editorial, yaitu pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang pendapat (reiteration). Berikut ini arti dari masing-masing struktur dalam teks editorial.

1. Pernyataan Pendapat

Seperti namanya, pada bagian ini penulis akan memberikan pendapatnya atau pandangannya mengenai suatu masalah yang diangkat. Pandangannya tersebut dituangkan dalam bentuk pernyataan.

2. Argumentasi

Setelah membuat pernyataan mengenai pendapatnya, penulis akan menuangkan argumen-argumen yang memperkuat pernyataan tersebut. Argumen merupakan alasan atau bukti yang mendukung pernyataan penulis. Argumen dapat berasal dari fakta yang terjadi, hasil penelitian, maupun pernyataan para ahli.

3. Penegasan Ulang Pendapat

Di bagian terakhir dari teks editorial, penulis akan menegaskan ulang pendapat yang telah dipaparkan di depan dengan dukungan argumen-argumen yang telah disampaikan.

Setelah memahami struktur-struktur tersebut, kita akan belajar membedah beberapa contoh teks editorial dan menentukan bagian strukturnya.

Contoh 1 : Teks Editorial tentang Pendidikan

Apakah Sistem Zonasi Penerimaan Murid Baru Sudah Bijak?

Contoh Teks Editorial tentang Pendidikan

Pernyataan Pendapat

Sejak tahun 2018 lalu, sistem zonasi dalam penerimaan murid baru sudah diterapkan di sekolah-sekolah. Tujuan diberlakukannya sistem ini yaitu untuk mempercepat pemerataan pendidikan, agar yang pintar tidak hanya berkumpul dengan yang pintar dan yang tertinggal berkumpul bersama yang tertinggal. Namun, apakah sistem ini sudah tepat? Nyatanya, sistem ini justru menurunkan harapan-harapan bagi siswa-siswa yang bersungguh-sungguh dan bermimpi besar.

Argumentasi

Kalau dilihat bagaimana kondisi sekolah-sekolah di sekitar kita, sekolah favorit menawarkan fasilitas yang lebih baik daripada sekolah yang kurang favorit, baik dari segi sarana dan prasarana sampai guru-gurunya. Selain karena namanya, banyak siswa yang ingin masuk ke sekolah favorit karena berharap bisa memaksimalkan kemampuannya di sekolah tersebut.

Namun, dengan adanya sistem zonasi, banyak siswa yang kecewa karena jarak rumahnya tidak cukup dekat untuk dapat mendaftar di sekolah impiannya. Dan lagi, kalau dipikirkan kembali, harapan siswa bukan sebatas masuk di sekolah favorit, melainkan berharap bisa masuk ke perguruan tinggi yang favorit juga.

Dari keadaan di lapangan, siswa-siswa dari sekolah favorit memiliki peluang besar untuk masuk ke perguruan tinggi favorit. Padahal, di perguruan tinggi tidak ada sistem zonasi. Masuk atau tidak masuknya berdasarkan kemampuan siswa. Nah inilah yang terkadang menjadi kebingungan.

Penegasan Ulang Pendapat

Maka dari itu, daripada membuat sistem yang belum matang, lebih baik pemerintah berusaha memaksimalkan fasilitas dan guru-guru yang ada di sekolah. Apabila kualitas sekolah sudah baik, maka seiring berjalannya waktu siswa pasti akan senang hati memilih sekolah yang dekat dengan kualitas yang baik.

Contoh 2 : Teks Editorial Tentang Kesehatan

Perlunya Membatasi Konsumsi Gula pada Anak

Contoh Teks Editorial tentang Kesehatan

Pernyataan Pendapat

Tidak dapat dipungkiri bahwa anak-anak cenderung suka jajanan yang manis-manis, baik itu makanan ringan maupun minuman. Banyak orang tua yang kurang menyadari bahwa makanan dan minuman yang dijual di pasaran memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Alhasil, saat ini banyak orang terkena diabetes di usia muda. Baru umur 30-an sudah terkena diabates. Oleh karena itu, orang tua perlu memerhatikan konsumsi gula pada anak sejak dini.

Argumentasi

Berdasarkan rekomendasi dari American Heart Association, batasan konsumsi gula untuk anak-anak maksimal adalah 25 gram per hari. Gula ini sudah mencakup gula alami maupun tambahan. Gula alami adalah gula yang kita dapat dari buah-buahan, nasi, dan makanan non-olahan lainnya. Sedangkan gula tambahan adalah gula yang biasa ditambahkan saat proses produksi.

Yang perlu diperhatikan di sini adalah gula pada jajanan yang dijual di toko-toko, terutama minuman-minumannya. Mayoritas minuman mengandung gula tambahan yang tinggi. Ambil contoh minuman-minuman yang banyak dikonsumsi anak-anak, misalnya yoghurt yang mengandung 27 gram gula, teh kemasan mengandung 25 gram gula, dan kopi-kopi kemasan mengandung 18 gram gula.

Pernyataan Ulang Pendapat

Fakta di atas sedikit menggambarkan tingginya kadar gula pada satu jenis jajanan. Padahal, tentu saja anak-anak masih mengkonsumsi jenis makanan lainnya. Oleh karena itu, di sini penting sekali bagi orang tua memerhatikan makanan yang dikonsumsi anak-anak per harinya.

Contoh 3 : Teks Editorial Tentang Lingkungan

Rusaknya Hutan di Indonesia

Contoh Teks Editorial tentang Lingkungan

Pernyataan Pendapat

Indonesia sering disebut sebagai salah satu paru-paru dunia. Mengapa disebut demikian? Tidak lain dan tidak bukan yaitu karena luasnya wilayah tropis di Indonesia. Wilayah hutan yang luas menyumbang banyak oksigen yang dibutuhkan masyarakat. Namun, apakah ini akan terus berlanjut melihat tingginya kerusakan hutan dan kebakaran hutan di Indonesia?

Argumentasi

Dari Januari hingga Mei, tercatat kebakaran di Indonesia sudah seluas 42.740 hektar. Kebakaran sudah seperti agenda tahunan di Indonesia. Kebakaran hutan bisa disebabkan oleh musim kemarau yang panjang atau ulah manusia sendiri. Padahal, hutan memiliki banyak peran bagi kelangsungan makhluk hidup. Bukan hanya sebagai habitat makhluk hidup di dalamnya, tetapi juga bagi manusia.

Penegasan Ulang Pendapat

Oleh karena itulah, sebaiknya masyarakat bersama pemerintah bersama-sama memberi perhatian lebih terhadap hutan di Indonesia. Karena pada dasarnya, hutan tersebut hanya titipan yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita.

Contoh 4 : Teks Editorial Tentang Bencana Alam

Bencana Banjir Tahunan di Indonesia

Contoh Teks Editorial tentang Bencana Alam

Pernyataan Pendapat

Bencana banjir merupakan salah satu bencana yang sering melanda Indonesia. Banjir umumnya terjadi di musim-musim hujan. Pertanyaannya, apakah banjir murni disebabkan oleh hujan atau karena ulah manusia? Faktanya, mayoritas bencana banjir faktor utamanya disebabkan oleh ulah manusia sendiri.

Argumentasi

Sebagai contoh adalah kasus banjir yang sering terjadi di Jakarta. Jakarta memiliki jumlah penduduk yang padat sehingga lahan serapan sangat sedikit. Selain padatnya jumlah penduduk, masyarakatnya juga kurang teredukasi mengenai masalah kesehatan lingkungan.

Banyak dari mereka yang membuang sampah sembarangan, misalnya saja di sungai. Alhasil, sampah menumpuk di sungai dan aliran air menjadi terhambat. Baru ketika hujan ekstrem, sungai akan meluap dan banjir pun terjadi.

Penegasan Ulang Pendapat

Selain di Jakarta, banjir-banjir di daerah lain juga disebabkan oleh hal yang serupa. Maka dari itulah, perlu sekali kesadaran masyarakat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Jangan kemudian ketika sudah banjir baru jera dan ketika musim kemarau diulangi kembali.

Contoh 5 : Teks Editorial tentang Sampah

Perlunya Mengurangi Penggunaan Plastik

Contoh Teks Editorial tentang SampahPernyataan Pendapat

Penggunaan plastik memang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Saat kita membeli makanan, baju, atau barang-barang lainnya, pasti akan digunakan plastik sebagai pembungkus. Apabila ini dibiarkan, maka Indonesia akan darurat sampah plastik. Maka dari itu, perlu sekali kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik.

Argumentasi

Seperti yang kita ketahui, sampah plastik adalah jenis sampah yang tidak dapat diuraikan. Berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, timbunan sampah plastik di Indonesia sebesar 175.000 ton per hari. Bisa dibayangkan betapa banyaknya sampah tersebut.

Saking banyaknya, bahkan beberapa daerah kesulitan mencari Tempat Pembuangan Akhir untuk menimbun sampah-sampah tersebut. Akibatnya, banyak sampah yang dibuang tidak pada tempatnya, seperti di sungai hingga bermuara di laut. Hal ini tentu akan berdampak buruk terhadap ekosistem di laut.

Penegasan Ulang Pendapat

Oleh karena itulah, sembari mencari alternatif lain pengganti plastik sebagai pembungkus, masyarakat perlu kesadaran tinggi untuk mengurangi penggunaan plastik. Bisa dilakukan dengan langkah kecil, yaitu membawa pembungkus plastik sendiri saat membeli makanan, baju, maupun barang di luar.

Mungkin sekian artikel kali ini. Semoga contoh-contoh teks editorial dan strukturnya di atas dapat membantu pembaca. Terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend