Google Android Things

Disalahgunakan, Google Pilih Matikan Android Things

NESABAMEDIA.COMPada bulan Februari tahun 2019 yang lalu, Google mengumumkan bahwa mereka akan kembali berfokus untuk pengembangan platform Internet of Things (IoT) di Android, yang diperuntukkan pembuatan layar pintar dan speaker bagi para pabrikan smartphone. Namun kabar terbaru menyebutkan bahwa Google berencana menghentikan pengembangan proyek Android Things itu untuk penggunaan non-komersial.

Google pada awalnya ingin membuat sebuah sistem operasi Internet of Things yang mampu menjalankan tugas berat dalam maintenance platform, sehingga pengembang bisa lebih fokus ke produk yang mereka buat. 

Awalnya proyek ini bernama Brillo, yang kemudian diubah menjadi Android Things pada akhir tahun 2016. Perubahan nama itu untuk merefleksikan bagaimana pengembang Android bisa memanfaatkan skill yang mereka miliki untuk membentuk konsumen, retail dan perangkat industri. 

Namun kenyataannya, sejak awal tahun lalu, Google menemukan bahwa keberadaan Android Things kebanyakan justru digunakan oleh pabrikan (OEM) untuk membuat asisten layar pintar dan speaker. Oleh karena itu, Google pun menghentikan dukungan untuk penggunaan platform dengan tujuan semacam itu untuk produk-produk komersial.

Saat itu, Google masih mengizinkan pengembang untuk melanjutkan eksperimen mereka dalam membuat perangkat pintar dan saling menghubungkan satu sama lain. Namun kini hal itu telah berakhir, seiring dengan pengumuman yang dipublish oleh pihak Google yang menjelaskan tentang penghentian dukungan pada Android Things.

Ada dua hal yang diungkapkan, pertama yakni konsol Android Things tidak lagi memperbolehkan pembuatan NXP i.Mx7D terbaru dan juga Raspberry Pi 3B terhitung mulai tanggal 5 Januari tahun 2021 mendatang.

“Pengembang diizinkan untuk melanjutkan penggunaan dari Android Things, untuk membuat gambar dan menyediakan pembaruan OTA untuk proyek yang sudah ada hingga 5 Januari 2022,” bunyi pengumuman Google tersebut.

Kemudian di tahun berikutnya, Google akan menghapus semua konsol, begitu juga dengan semua data proyek yang sudah berjalan, termasuk konfigurasi pembuatan dan gambar produk.

Bagi pengembang yang masih ingin membuat proyek semacam ini, Google menyarankan untuk menggunakan layanan Cloud IoT Core. Sebuah layanan cloud milik Google yang memang ditujukan untuk mengelola layanan yang memungkinkan pengguna terhubung secara mudah dan aman, pengelolaan dan mengumpulkan data dari jutaan perangkat yang tersebar secara global. 

Bambang

Pernah menjadi jurnalis dan juga Social Media Manager di Merdeka.com selama lebih dari 2 tahun, sebelum akhirnya mengerjakan sejumlah proyek website yang dioptimasi dan dimonetisasi Google Adsense. 

Kini sedang aktif dalam pembuatan konten Youtube dokumenter bertema sosial serta menjadi penulis konten untuk sejumlah website. 

Leave a Reply

Send this to a friend