Doa Sebelum dan Sesudah Belajar Beserta Adab Belajar dalam Islam

Belajar di kelas

Menurut kamus, pengertian belajar adalah usaha atau upaya yang dilakukan untuk memperoleh ilmu. Belajar tidak hanya dilakukan secara formal melainkan juga secara informal. Belajar juga tidak kenal waktu dan tidak ada batasan usia. Siapapun dan kapanpun dapat belajar mengenai sesuatu hal yang baru.

Beragam ilmu yang diperoleh melalui proses belajar akan lebih berarti jika diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan bermanfaat bagi orang banyak. Sebaliknya, beragam ilmu yang didapat menjadi tidak akan bermanfaat jika tidak diamalkan. Karena itulah, saat menuntut ilmu atau belajar, kita senantiasa memperhatikan adab-adab belajar, salah satunya adalah berdoa.

Dalam Islam, doa belajar yang dibaca ketika belajar dan dimaksudkan agar kita diberikan ketenangan hati, kemudahan, dan kelancaran selama proses belajar. Sehingga ilmu yang diperoleh melalui kegiatan belajar benar-benar bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain.

Doa Belajar dalam Islam dan Artinya

Dari berbagai literatur, terdapat beberapa doa belajar yang terdiri dari doa sebelum belajar dan doa sesudah belajar. Berikut adalah beberapa doa belajar yang diambil dari Al Qur’an dan Hadis.

1. Doa sebelum belajar

Sebelum belajar hendaknya membaca doa belajar sebagai berikut.

a. Doa belajar 1

Doa belajar berikut adalah doa agar Allah SWT memberikan tambahan ilmu.

Doa Sebelum Belajar dalam Islam

b. Doa belajar 2

Doa berikut adalah doa agar diberi tambahan ilmu syar’i.

doa agar diberi tambahan ilmu syar’i

c. Doa belajar 3

Doa belajar berikut adalah doa agar Allah SWT meridhai setiap usaha yang dilakukan.

Doa Sebelum Belajar Sesuai Sunnah

2. Doa selesai belajar

Setelah selesai belajar, hendaknya membaca doa selesai belajar sebagai berikut.

a. Doa selesai belajar 1

Ketika selesai mempelajari ilmu agama dalam suatu majelis, doa yang dibaca adalah sebagai berikut.

selesai mempelajari ilmu agama

Doa di atas didasarkan atas hadis berikut.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, dia berkata : “Setiap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk di suatu tempat, setiap membaca Al Qur’an dan setiap melakukan shalat, beliau mengakhirinya dengan beberapa kalimat.” (HR. Ashhaabus Sunan dan At Tirmidzi).

Riwayat lainnya yang lebih lengkap adalah sebagai berikut.

Aisyah radhiallahu ‘anha berkata : Aku berkata : “Wahai Rasulullah. Aku melihat engkau setiap duduk di suatu majelis, membaca Al Qur’an atau melakukan shalat, engkau selalu mengakhiri dengan beberapa kalimat itu.“ Beliau bersabda : Ya, barangsiapa yang berkata baik akan distempel pada kebaikan itu (pahala bacaan kalimat tersebut), barangsiapa yang berkata jelek, maka kalimat tersebut merupakan penghapusnya. (Kalimat tersebut adalah subhaanaka wa bihamdika laa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik).” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad)

b. Doa selesai belajar 2

Setelah selesai mempelajari sesuatu, doa yang dibaca adalah doa agar ilmu yang dipelajari dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

doa agar ilmu yang dipelajari dapat bermanfaat

Doa di atas didasarkan atas hadis berikut.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa : “Ya Allah berilah aku manfaat dengan ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku, ajarilah aku sesuatu yang bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah ilmu kepadaku. Segala puji bagi Allah atas setiap kondisi.” (HR. Ibnu Majah)

Adab Belajar dalam Islam

Berbagai peristiwa negatif yang berkaitan dengan dunia pendidikan banyak terjadi di sekitar kita. Ada murid yang tega menghajar gurunya hingga meninggal atau guru mengaji yang tega mencabuli muridnya, tawuran, perundungan, dan lain-lain.

Berbagai peristiwa tersebut menunjukkan betapa minimnya adab yang dimiliki guru atau murid. Jika guru atau murid memiliki adab yang baik, peristiwa seperti itu tentu tidak akan terjadi.

Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa setinggi-tingginya ilmu yang dimiliki jika tidak disertai adab maka ilmu menjadi tidak ada harganya. Karena itu, dalam proses belajar mengajar, baik pendidik atau peserta harus memiliki adab yang baik.

Adapun adab belajar dalam Islam di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Niat yang ikhlas

Belajar harus diniatkan semata karena Allah SWT. Tidak hanya ketika akan belajar ilmu agama melainkan juga ilmu-ilmu lainnya. Dalam suatu riwayat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’i yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan ikhlas namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapat harumnya aroma surga pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

2. Berdoa sebelum dan setelah belajar

Sebelum belajar hendaknya berdoa terlebih dahulu, salah satunya adalah dengan doa sebelum belajar sebagai berikut.

Doa Sesudah Belajar

Setelah belajar pun hendaknya membaca doa selesai belajar, salah satunya adalah sebagai berikut.

doa sesudah belajar islam latin

3. Memilih ilmu yang dipelajari

Setiap orang memiliki ketertarikan terhadap sesuatu. Setelah tertarik, biasanya orang akan terdorong untuk mendalaminya lebih jauh lagi. Begitu pun dengan ilmu. Sebaiknya mendalami ilmu yang memang menjadi minat atau sesuai dengan dirinya. Hal ini dapat memotivasi seseorang untuk belajar lebih rajin dan meraih prestasi.

4. Memilih guru atau pendidik yang tepat

Ketika hendak mempelajari suatu ilmu, sebaiknya memilih guru yang tepat. Dalam arti tepat latar belakang ilmunya serta memiliki sifat-sifat yang sabar, berwibawa, santun, dan dewasa.

5. Memilih teman yang tepat

Lingkungan sekitar sangat mempengaruhi kepribadian seseorang. Ketika menuntut ilmu sebaiknya memilih teman yang rajin belajar, teguh pendirian, istiqamah, serta mudah memahami sesuatu.

6. Menghormati guru atau pendidik

Kerap terlihat di kehidupan sehari-hari seorang murid yang sangat dekat dengan gurunya. Hal ini tidaklah mengapa namun jika kedekatan itu membuat seorang murid tidak menghargai dan menghormati guru atau pendidik maka hal tersebut tidaklah layak.

Guru atau pendidik sejatinya adalah orang tua di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Karena itu, menghormati dan menghargainya adalah kewajiban bagi seorang pelajar.

7. Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu

Seorang pelajar hendaknya bersunggguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Hal ini dapat diwujudkan dalam bentuk tidak pernah bolos, rajin belajar baik di sekolah atau lembaga pendidikan lain dan mendalaminya ketika di rumah, membaca buku-buku penunjang, banyak membaca, membuat ringkasan materi pembelajaran, dan lain-lain.

8. Menerapkan cara belajar yang baik dan efektif

Agar dapat menguasai materi pembelajaran dengan baik, seorang pelajar hendaknya menerapkan cara belajar yang baik dan efektif, seperti mengatur jadwal belajar, memilih tempat belajar yang kondusif, menggunakan media pembelajaran yang tepat, membuat ringkasan materi pembelajaran, mengembangkan materi pembelajaran, berdiskusi, dan membuat kesimpulan.

9. Berakhlak baik

Seorang pelajar hendaknya berakhlak baik ketika menuntut ilmu seperti rendah hati atau tawadhu, tidak sombong, ramah terhadap orang lain, bersabar, bersikap santun dan lembut, jujur, menerima kritik dan nasehat dengan tulus, dan lain sebagainya.

10. Mengamalkan ilmu

Ilmu yang diperoleh akan lebih bermanfaat jika diamalkan. Jika tidak diamalkan, berkah ilmu akan hilang. Allah berfirman,

“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Al-Shaf : 2-3)

Cara Belajar yang Baik dan Efektif

Cara belajar yang baik dan efektif adalah sebagai berikut.

1. Mengatur jadwal belajar

Waktu belajar yang terjadwal dengan baik dapat membantu pemahaman materi pembelajaran. Jadwal belajar hendaknya disusun berdasarkan kegiatan yang dilakukan sehari-hari dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi fisik dan lingkungan sekitar.

Belajar di waktu pagi hari akan jauh lebih baik karena kondisi tubuh dan otak yang masih segar dibandingkan belajar di waktu malam apalagi selepas tengah malam. Waktu malam sebaiknya tetap digunakan untuk beristirahat agar keesokan harinya otak dan tubuh dalam kondisi yang prima untuk menerima, menyerap, dan memahami materi pembelajaran.

2. Memilih tempat belajar yang kondusif

Setelah mengatur jadwal belajar sedemkian rupa, langkah selanjutnya adalah memilih tempat belajar yang kondusif. Tempat belajar yang kondusif adalah tempat belajar yang sejuk, tenang, luas, warna ruangan yang tidak terlalu terang atau gelap, pengaturan tempat duduk serta meja yang rapi dan leluasa, serta penempatan buku yang rapi dan tepat di ruang belajar. Pemilihan tempat belajar yang tepat dapat membantu efektivitas proses pembelajaran.

3. Menggunakan media pembelajaran yang tepat

Selain tempat belajar yang kondusif, media yang digunakan dalam proses pembelajaran juga sangat membantu efektivitas proses pembelajaran. Media pembelajaran yang dimaksud dapat berupa media primer atau tatap muka, media, audio, media visual, atau media audio visual. Penggunaan media pembelajaran sangat bergantung pada materi pembelajaran yang disampaikan dan disesuaikan dengan kondisi pelajar.

4. Membuat ringkasan materi pembelajaran

Materi pembelajaran yang disampaikan oleh pendidik atau pengajar sebaiknya dicatat dan dibuat ringkasannya. Hal ini dimaksudkan agar mempermudah proses mengingat kembali materi yang telah diperoleh di tempat belajar.

Selain itu, pembuatan ringkasan materi pembelajaran juga dimaksudkan untuk melengkapi beberapa hal yang dirasa masih kurang. Caranya dengan mencari referensi lain yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Dengan begitu, materi pembelajaran akan lebih lengkap.

5. Mengembangkan materi pembelajaran

Materi pembelajaran yang diterima sebaiknya dikembangkan lebih lanjut. Caranya dengan mencari keterkaitan antara materi pembelajaran dengan materi lainnya, Setelah itu, membuat kesimpulan awal untuk kemudian didiskusikan dengan teman atau pendidik.

6. Diskusi

Langkah selanjutnya adalah mendiskusikan materi pembelajaran. Diskusi yang dilakukan antar pelajar atau antara pelajar dan pendidik merupakan salah satu cara memahami materi pembelajaran.

7. Membuat kesimpulan

Terakhir adalah membuat kesimpulan dari apa yang telah dipelajari. Kesimpulan ini hendaknya ditulis secara menarik agar mudah dibaca dan dipahami oleh berbagai pihak. Kesimpulan yang dibuat juga dapat dijadikan referensi atau rujukan ketika kita atau orang lain mempelajari materi pembelajaran yang sama.

Sekian pembahasan kita kali ini mengenai doa belajar, adab belajar dalam Islam serta cara belajar yang baik dan efektif. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend