Pengertian Belajar Beserta Tujuan dan Teori Belajar serta Cara Belajar yang Baik!

Pengertian Belajar Secara Umum

Secara singkat, belajar adalah suatu proses atau usaha yang menjadi dasar atau fundamental didalam pendidikan setiap individu. Dengan adanya belajar, setiap individu mengalami berbagai perubahan baik dalam tingkah laku, pengetahuan, pola pikir, keterampilan dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan kehidupannya.

Tentunya, akan ada perbedaan yang jelas didalam setiap individu sebelum dan sesudah dia belajar mengenai suatu hal. Belajar dapat berasal dari pengalaman, bacaan/pengetahuan, pengamatan, aktivitas fisik dan yang lainnya. Untuk membentuk individu dengan karakter dan pengetahuan yang baik maka diperlukan proses pembelajaran yang baik dan mengarah kepada hal-hal yang positif.

Secara umum, belajar adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan oleh setiap individu untuk mendapatkan suatu perubahan didalam kehidupannya baik tingkah laku, pengetahuan, sikap, keterampilan, pola atau daya pikir, nilai kehidupan, dan berbagai kemampuan lainnya yang diperlukan didalam kehidupan.

Belajar sudah seharusnya mengarah kepada hal-hal yang positif dan bersifat membangun. Setiap individu dapat belajar dari lingkungan sekitarnya seperti di sekolah, rumah, lingkungan pergaulan/masyarakat, laboratorium, museum dan yang lainnya.

Pengertian Belajar Menurut Para Ahli

Pengertian Belajar Secara Umum

Sebelumnya, saya telah menjelaskan pengertian belajar secara umum. Nah, sekarang, saya akan menjelaskan pengertian belajar berdasarkan pendapat parah ahli. Dengan melihat pada beberapa pengetian belajar menurut para ahli, Anda diharapkan mampu memahami pengertian belajar dengan baik.

Berikut dibawah ini beberapa pengertian belajar menurut para ahli.

1. Pengertian belajar menurut Thursan Hakim

Thursan Hakim mengatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia dimana perubahan tersebut ditunjukkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya pikir, dan kemampuan lainnya.

2. Pengertian belajar menurut M. Sobry Sutikno

Menurut M. Sobry Sutikno, belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

3. Pengertian belajar menurut Skinner

Skinner mendefinisikan belajar sebagai “learning is a process of progressive behavior adaption“. Artinya, belajar adalah suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif (mengarah kepada kemajuan/hal-hal positif).

4. Pengertian belajar menurut Ernest R. Hilgard

Di dalam (Sumardi Suryabrata, 1984:252), Ernest R. Hilgard mengemukakan bahwa belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh yang lainnya.

Sifat perubahannya bersifat relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak dapat diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya

5. Pengertian belajar menurut C. T. Morgan

Adapun menurut C.T. Morgan, belajar didefinisikan sebagai “learning can be defined as any relatively permanent change in behavior which accurs as a result of practice or experience”. Artinya, belajar dapat didefinisikan sebagai setiap perubahan perilaku yang relatif permanen yang terjadi sebagai akibat dari praktek/latihan atau pengalaman

6. Pengertian belajar menurut Hilgard & Bower

Didalam buku Theories of Learning (1975), Hilgard & Bower mengemukakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku seseorang terhadap suatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi tersebut, dimana perubahan tingkah laku tersebut tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respons pembawaan, pematangan atau keadaan-keadaan sesaat seseorang (misalnya kelelahan, pengaruh obat, dan sebagainya).

Tujuan Belajar

tujuan belajar

Berikut dibawah ini tiga tujuan belajar dengan berdasarkan pandangan dari Sadirman (2011: 26-28).

1. Memperoleh Pengetahuan

Peningkatan kemampuan berpikir didalam diri seseorang merupakan hasil dari kegiatan belajar yang dilakukan oleh orang tersebut. Bukan hanya menambah pengetahuan saja, proses belajar juga akan membuat daya pikir seseorang menjadi lebih baik.

Pengetahuan yang dimiliki seseorang dapat meningkatkan kemampuan berpikirnya dan begitu pula sebaliknya dimana kemampuan berpikir akan terus berkembang seiring dengan bertambahnya ilmu pengetahuan yang dipelajari dan dipahami. Dengan kata lain, pengetahuan dan kemampuan berpikir seseorang merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

2. Menanamkan Konsep dan Keterampilan

Keterampilan yang dimiliki oleh setiap individu tidaklah datang secara tiba-tiba tetapi melalui proses belajar. Adapun, penanaman konsep itu sendiri membutuhkan keterampilan baik keterampilan jasmani maupun rohani.

Keterampilan jasmani adalah kemampuan didalam penampilan dan gerakan pada individu yang dapat diamati dan berhubungan dengan hal-hal teknis. Sedangkan, keterampilan rohani adalah kemampuan yang berkaitan dengan cara berpikir, penghayatan, dan kreativitas dalam menyelesaikan masalah atau membuat suatu konsep pada diri seseorang yang cenderung bersifat lebih kompleks dan abstrak.

3. Membentuk Sikap

Proses belajar dapat membentuk sikap mental seseorang melalui penanaman nilai-nilai yang mampu menumbuhkan kesadaran didalam diri seseorang tersebut. Untuk dapat menumbukan sikap mental, tingkah laku dan kepribadian peserta didik, seorang guru harus melakukan pendekatan yang bijak dan hati-hati. Seorang guru harus mampu menjadi teladan atau contoh bagi peserta didiknya serta memilii kecakapan dalam memberikan motivasi dan mengarahkan cara atau pola berpikir peserta didik.

Cara Belajar yang Baik

Setelah mengetahui pengertian belajar baik secara umum maupun menurut para ahli, Anda sebaiknya juga mengetahui bagaimana cara belajar yang baik. Cara belajar yang baik tentunya akan menghasilkan sesuatu yang baik pula dan mampu mendukung tercapainya target belajar.

Berikut dibawah ini beberapa cara belajar yang baik yang dapat Anda coba terapkan.

1. Pahami dengan baik apa yang perlu Anda pelajari

Sebelum memulai suatu hal, Anda tentu harus memikirkan terlebih dahulu apa yang perlu Anda lakukan atau hal penting apa yang harus utamakan. Sama hal nya dengan belajar, sebelum mulai menyusun jadwal dan belajar, Anda tentu harus mempertimbangkan materi dan topik apa yang akan Anda pelajari dan tingkat prioritasnya.

Dengan begitu, pola belajar Anda menjadi lebih teratur, dan target belajar tercapai. Sesuai jadwal belajar Anda dengan materi-materi yang akan dipelajari.

2. Atur jadwal belajar Anda

Buatlah jadwal belajar Anda dengan menyesuaikannya dengan jadwal rutinitas sehari-hari Anda seperti sekolah, tidur, istirahat, bermain, bekerja, dan yang lainnya. Pilihlah waktu yang tepat untuk jadwal belajar Anda yaitu waktu dimana Anda mood untuk belajar dan merasa lebih berkonsentrasi. Dengan adanya jadwal belajar, Anda dapat belajar dengan teratur dan waktu Anda dihabiskan dengan kegiatan yang produktif.

Usahakan untuk selalu menepati jadwal Anda, jangan ikuti rasa malas Anda, segeralah lawan jika rasa malas itu muncul dan mulai fokus dengan jadwal yang sudah Anda susun.

3. Usahakan Anda belajar di tempat yang nyaman

Umumnya, orang-orang menyukai belajar di tempat yang bersih dan terhindar dari bau kurang sedap. Nah, jika Anda adalah salah satu diantaranya, maka usahakan ruang belajar Anda bersih dan tidak bau agar Anda bisa berkonsentrasi belajar. Atau, jika Anda merasa kurang bersemangat, mungkin Anda bisa mencari tempat belajar di area yang terbuka daripada didalam ruangan.

Untuk mengurasi rasa bosan, Anda bisa mencoba belajar di beberapa tempat berbeda untuk mendapatkan suasana yang baru dan mood yang baik.

4. Pahami kembali apa yang sudah dibaca atau dipelajari

Biasanya, agar mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan mendalam pada suatu materi yang sudah dibaca atau dipelajari, Anda perlu mengulangnya kembali. Perhatikan poin-poin penting dari materi yang Anda baca lalu pahami dan hafalkan.

Tentu akan sulit memahami keseluruhan materi sekaligus atau dengan sekali baca saja, Anda perlu mengambil garis besarnya kemudian menjabarkannya perlahan-lahan. Coba terus ulang mengingat uraian-uraian dari garis besar tersebut. Biasanya, beberapa orang mencoba mengucapkannya dengan suara yang cukup jelas agar mudah mengingatnya.

5. Buatlah ringkasan atau poin penting dari bacaan atau materi Anda

Nah, setelah Anda memahami materi yang dibaca atau dipelajari, Anda perlu membuat catatan dengan menuliskan ringkasan atau poin-poin penting dari materi tersebut. Catatan tersebut berguna untuk membantu Anda mengingat kembali materi yang sudah Anda pelajari di lain waktu ataupun saat itu juga. Hal ini tentu akan membantu Anda saat Anda akan menghadapi ujian atau tes karena catatan tersebut sudah berisi materi untuk persiapan ujian Anda.

6. Istirahatlah sejenak

lelah

Jangan memaksakan diri Anda untuk belajar secara terus menerus karena bisa membuat Anda kurang konsentrasi. Ambillah waktu untuk beristirahat sejenak dan makan atau ngemil. Jika Adan terlalu letih, Anda tentu tidak bisa belajar dengan efektif. Berikan istirahat badan dan pikiran Anda, agar lebih fokus kembali.

7. Lakukan belajar kelompok atau berdiskusi

belajar kelompok

Dengan melakukan belajar kelompok atau berdiskusi, Anda dapat berbagi pengetahuan dengan teman-teman Anda. Anda dapat belajar dari mereka dan bertanya untuk materi yang tidak dimengerti. Belajar kelompok dapat membangkitkan semangat Anda untuk belajar lebih giat dan aktif. Anda dapat terpacu untuk belajar jika Anda melihat teman-teman yang semangat belajar.

Anda dapat mengajari teman Anda yang kurang mampu di materi tertentu. Dengan mengajari seseorang, ilmu Anda tidak akan berkurang malah Anda akan menjadi lebih paham dan lebih mengingat materi yang Anda ajarkan.

8. Lakukan uji mandiri

belajar mandiri

Untuk menguji apakah Anda sudah mengerti dan memahami materi yang sudah dipelajari maka Anda perlu melakukan uji mandiri. Hasil dari uji mandiri tersebut, dapat Anda jadikan ukuran untuk mengenal seberapa jauh Anda sudah memahami materi tersebut.

9. Tidak begadang

Begadang bukanlah kebiasaan baik yang patut Anda tiru. Usahakan untuk tidak belajar sambil begadang. Tubuh Anda butuh istirahat dan besoknya Anda akan beraktivitas kembali. Didalam kesehatan, begadang bukanlah kebiasaan yang baik dan buruk bagi kesehatan seperti jantung. Begadang dapat mengurangi konsentrasi dan daya ingat Anda. Tidur dan istirahatlah secara teratur.

10. Kenali gaya belajar Anda

Ada 3 tipe gaya belajar yaitu visual, auditori, dan kinestetis. Dengan mengenal gaya belajar Anda, maka Anda bisa memilih metode belajar yang sesuai dengan diri Anda sehingga hasilnya lebih maksimal dan efektif.

Jika gaya belajar Anda adalah visual maka Anda mungkin perlu menggunakan warna pada catatan. Jika gaya belajar Anda adalah auditori maka buatlah lagu dari catatan Anda. Kemudian, jika gaya belajar Anda adalah kinestetis maka cobalah melakukan gerakan sesuai catatan Anda.

11. Fokuskan perhatian Anda pada topik yang sedang dipelajari

gangguan belajar

Agar Anda bisa memahami materi dengan baik dan mampu mengingatnya dalam jangka waktu yang lama maka Anda perlu berkonsentrasi dan fokus pada topik yang sedang Anda pelajari. Cobalah untuk fokuskan perhatian Anda dan buang jauh-jauh pikiran-pikiran lain yang dapat mengalihkan perhatian Anda.

12. Bertanyalah jika tidak paham

Jujurlah pada diri Anda sendiri, jangan takut bertanya jika tidak mengerti. Jika Anda hanya berdiam diri saja maka persoalan yang Anda hadapi tidak akan selesai atau selesai dalam waktu yang lama. Tidak mengetahui tentang suatu materi adalah hal yang wajar jadi tidak perlu malu untuk bertanya. Belajar adalah sebuah proses, Anda tidak dituntut untuk memahami banyak hal dalam satu waktu.

Teori Belajar

Teori Belajar

Teori belajar merupakan teori yang mempelajari perkembangan intelektual (mental) siswa atau bagaimana manusia belajar. Dengan adanya teori ini, kita dapat memahami proses inhern yang kompleks dari kegiatan belajar. Berikut dibawah ini 3 teori belajar yang perlu Anda ketahui.

1. Teori Belajar Kognitivisme

Teori belajar kognitivisme lebih menekankan proses belajar daripada hasil belajarnya yaitu proses dimana seseorang mencoba menemukan hal baru dari pengalaman-pengalaman yang ia peroleh. Teori ini memandang belajar sebagai suatu proses internal yang mencakup ingatan, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya.

Pada teori ini, belajar tidak hanya sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon tetapi juga tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya.

Belajar adalah suatu kegiatan yang memerlukan proses berpikir yang sangat kompleks. Contohnya adalah ketika siswa diminta untuk memecahkan masalah secara berkelompok. Hasil dari proses belajarnya tersebut akan bertahan lebih lama karena didapatkan dari usahanya sendiri.

2. Teori Belajar Konstruktivisme

Pada teori belajar konstruktivistik, pembentukan pengetahuan memandang subjek untuk aktif menciptakan struktur-struktur kognitif dalam interaksinya dengan lingkungan. Struktur kognitif harus disesuaikan dengan tuntutan lingkungan dan organisme yang sedang berubah. Nah, proses penyesuaian diri ini terjadi secara terus-menerus melalui proses rekonstruksi.

Teori ini merupakan metode pembelajaran yang lebih menekankan proses dan kebebasan dalam menggali pengetahuan serta usaha dalam mengonstruksi pengalaman. Singkatnya, teori ini mengajarkan siswa untuk selalu aktif secara individual dalam belajar menemukan sendiri kompetensi, pengetahuan atau teknologi, dan hal-hal lainnya yang diperlukan untuk mengembangkan dirinya sendiri.

Siswa akan diberi kesempatan untuk menyampaikannya gagasan, pandangan dan idenya dengan bahasa dan gayanya sendiri. Dengan begitu, siswa diharapkan mampu menjadi menjadi lebih kreatif, inovatif, dan imajinatif.

3. Teori Belajar Behaviorisme

Menurut teori belajar behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara stimulus (rangsangan) dan respon (tanggapan). Jadi, seseorang dapat dianggap sudah belajar jika terdapat perubahan perilaku pada dirinya.

Hal yang paling penting menurut teori ini adalah input (masukan) yang berupa stimulus dan output (keluaran) yang berupa respon. Teori ini berpadangan bahwa hasil dari proses belajar itu lebih penting daripada proses belajar itu sendiri karena hasil dapat diamati dan diukur (hanya stimulus dan respon saja yang dapat diamati).

Adapun, faktor lain yang juga dianggap penting adalah faktor penguatan. Disini, penguatan diartikan sebagai hal-hal dapat memperkuat timbulnya respon. Jadi, jika penguatan ditambahkan maka respon akan semakin kuat.

Begitu juga sebaliknya, dimana jika penguatan dikurangi maka respon pun akan berkurang. Singkatnya, penguatan merupakan sebuah bentuk stimulus yang penting untuk diberikan (ditambahkan) atau dihilangkan (dikurangi) untuk memungkinkan terjadinya respon.

Baiklah, semoga pembahasan mengenai pengertian belajar, tujuan dan teori belajar serta cara belajar yang baik seperti yang telah dijelaskan diatas bermanfaat. Terima kasih!

Nesabamedia.com merupakan media online yang menyajikan konten menarik seputar komputer, internet, jaringan, android, website dan beberapa topik lain yang berhubungan dengan dunia komputer.

Leave a Reply

Send this to a friend