• Our Partners:

Elon Musk Ancam Batalkan Akuisisi Jika Twitter Tidak Transparan Soal Akun Palsu

Elon Musk Ancam Batalkan Akuisisi Jika Twitter Tidak Transparan Soal Akun Palsu

NESABAMEDIA.COMAkuisisi Twitter oleh Elon Musk belakangan diterpa kabar yang kurang baik, dan bahkan menghambat proses transaksi triliunan rupiah itu. Masalah terbaru adalah soal Musk yang mengancam akan membatalkan akuisisi, yang disebabkan oleh Twitter yang menolak menyediakan data mengenai masalah bot mereka. 

Dalam sebuah surat resmi yang dikirimkan kepada tim kuasa hukum Twitter, pengacara Elon Musk memberikan peringatan bahwa CEO Tesla itu bisa saja membatalkan transaksi, jika perusahaan media sosial itu gagal untuk mengungkap informasi mengenai bagaimana mereka menghitung jumlah akun palsu di platform mereka. 

Pengacara Elon Musk menuduh Twitter menggagalkan hak Musk atas informasi di bawah ketentuan perjanjian merger. Musk telah meminta data perkiraan akun palsu Twitter selama beberapa minggu. Kesepakatan itu juga mengalami penundaan bulan lalu karena masalah bot spam platform. 

“Berdasarkan perilaku Twitter hingga saat ini, dan korespondensi terbaru perusahaan pada khususnya, Musk yakin bahwa perusahaan secara aktif menolak dan menggagalkan hak informasinya di bawah perjanjian merger. Ini jelas merupakan pelanggaran material terhadap kewajiban Twitter berdasarkan perjanjian merge dan Tuan Musk memiliki semua hak yang dihasilkan darinya, termasuk hak untuk tidak menyelesaikan transaksi dan haknya untuk mengakhiri perjanjian merger,” ungkap tim pengacara Elon Musk.

Twitter tidak serta merta memberikan komentar mengenai masalah ini. Namun mereka mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa mereka akan terus secara kooperatif berbagi informasi dengan Elon Musk, untuk menyelesaikan kesepakatan sesuai dengan ketentuan perjanjian merger. 

Tim kuasa hukum Musk mencatat bahwa permintaan informasinya merupakan langkah yang diperlukan dalam mempersiapkan transisi kepemilikan Twitter. Informasi ini juga akan memungkinkan Musk untuk memiliki pemahaman yang lengkap dan akurat tentang inti model bisnis Twitter dan basis pengguna aktifnya. 

Dalam laporan pendapatan untuk kuartal pertama tahun 2022, Twitter mengungkapkan bahwa akun palsu menyumbang kurang dari 5% basis pengguna media sosial tersebut. Namun, layanan itu mengakui bahwa angka ini tidak secara akurat mewakili jumlah akun palsu di platform. 

Jika Twitter yakin dengan perkiraan spam yang dipublikasikan, Musk tidak memahami keengganan perusahaan untuk mengizinkannya melakukan evaluasi perkiraan tersebut secara independen. 

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend