Google Potong Komisi Play Store

Google Potong Komisi Sebanyak 15 Persen Dari Pendapatan Pengembang Aplikasi Play Store

NESABAMEDIA.COMGoogle dilaporkan membuat kebijakan baru dengan memotong komisi pembelian di dalam aplikasi untuk aplikasi yang ada di Play Store sebanyak 15 persen. Kebijakan ini sepertinya meniru langkah Apple yang sebelumnya juga menurunkan komisi mereka sendiri sebanyak 15 persen setelah sempat berseteru dengan Epic Games. Pemotongan komisi ini akan diterapkan untuk setiap pendapatan pertama di bawah USD1 juta yang didapat pengembang setiap tahunnya. 

Selama ini, pengembangan aplikasi dan pemeliharaanya bisa menjadi sangat mahal, baik itu untuk pengembang skala kecil maupun kelas perusahaan besar. Juga membutuhkan biaya yang mahal untuk mempertahankan platform yang mendistribusikan aplikasi ini, seperti Google Play Store. Oleh karena itu, pemilik platform ini akan mengambil sejumlah persentase dari setiap pembelian yang dilakukan di dalam aplikasi. 

Masalah inilah yang menimbulkan perseteruan hebat antara pengembang game terkenal dan dua raksasa platform smartphone tahun lalu. Namun, langkah terbaru Google tampaknya menjadi wujud usaha perusahaan untuk bisa meningkatkan hubungan dengan pengembang aplikasi dengan cara memotong setengah dari komisi mereka sendiri. 

Dalam sebuah unggahan blog hari Selasa kemarin, Google mengumumkan bahwa mulai tanggal 1 Juni 2021, komisi layanan Play Store mereka akan dipotong sebanyak separuh menjadi hanya 15 persen. Ini akan diterapkan untuk semua pengembang Android dan pada setiap pendapatan sebesar USD1 juta pertama untuk setiap tahunnya dari pembelian di dalam aplikasi. Setelahnya, potongan komisi akan kembali menjadi 30 persen. 

“Meskipun investasi semacam ini sangat penting saat pengembang berada pada tahap awal pertumbuhan, penskalaan aplikasi tidak berhenti setelah mitra telah mencapai pendapatan USD1 juta. Kami telah mendengar dari mitra kami yang menghasilkan USD2 juta, USD5 juta dan bahkan USD10 juta setahun dan aplikasi mereka masih dalam tahap pengembangan. Inilah alasan kami membuat potongan biaya untuk pendapatan USD1 juta pertama dari total pendapatan yang diperoleh setiap tahun, tersedia untuk setiap pengembang. Terlepas dari berapapun skala bisnis mereka,” tulis Google. 

Ini merupakan langkah serupa yang dilakukan oleh Apple pada akhir tahun lalu, setelah Epic Games yang mengembangkan Unreal Engine yang menjalankan game untuk smartphone dan PS5, mulai melancarkan kudeta guna menantang tingginya biaya yang dikenakan oleh toko aplikasi iOS dan Android. 

Pengumuman resmi dari Google itu juga tidak luput dari perhatian CEO Epic Games, Tim Sweeney yang mengkritik perusahaan karena kebijakan monopoli mereka. Dia menilai bahwa Google ingin menciptakan persepsi seolah mereka mendengarkan suara pengembang dan berharap bisa mendapatkan lebih banyak uang ke kantong mereka. 

Epic Games mengatakan bahwa Android harus bisa lebih terbuka dalam kompetisi. Pada tuntutan yang mereka ajukan tahun lalu, Google diklaim telah melakukan monopoli dalam mengontrol distribusi aplikasi di Play Store. Dan hal ini masih mereka lakukan sampai sekarang. 

“Meskipun kebijakan Google dengan memotong komisi akan memberikan sedikit kelonggaran batasan finansial kepada para pengembang, namun hal ini tidak lantas menghilangkan masalah yang sudah mengakar. Entah itu 15 persen ataupun 30 persen, pengembang masih dipaksa untuk tetap menggunakan sistem pembayaran milik Google. Oleh karena itu, Android harus bisa lebih terbuka dalam berkompetisi, dengan tingkat yang lebih masuk akal antara perusahaan penyedia platform, pembuat aplikasi dan penyedia layanan. Berkompetisi dalam hal penggunaan transaksi pembayaran dan pendistribusian aplikasi menjadi satu-satunya jalan agar persaingan yang fair itu terwujud,” tegas Epic. 

Leave a Reply

Send this to a friend