HP Hotkey UWP Service Bermasalah Setelah Pasang Windows 11, Pengguna Mengeluh

HP Hotkey UWP Service Bermasalah Setelah Pasang Windows 11, Pengguna Mengeluh

NESABAMEDIA.COMPemilik laptop merk HP mengeluhkan masalah, bahwa setelah mereka meningkatkan sistem operasi ke Windows 11, HP Hotkey UWP Service yang biasanya tidak terlihat yang berjalan di latar belakang, mulai memakan banyak sekali RAM yang secara efektif menjadikan perangkat laptop mereka berat dan tidak bisa digunakan. 

Pengguna HP telah mengunjungi forum dukungan resmi untuk mengungkapkan keluhan mereka mengenai masalah ini, dan salah satu thread yang ada telah dilihat lebih dari 20 ribu kali. HP Hotkey UWP Service adalah driver yang memungkinkan pengguna menggunakan tombol Function pada keyboard laptop dengan tombol F1 sampai F0 untuk melakukan tugas tertentu, seperti mengatur volume audio. 

Masalah tersebut tiba-tiba saja muncul ketika Windows melakukan booting pada laptop HP. Pengguna menjelaskan bahwa Hotkey UWP Service itu memakan RAM secara minimal di Windows 10, namun di Windows 11 itu membutuhkan jumlah yang sangat besar. Salah seorang pengguna bahkan mengatakan bahwa itu sampai memakan 49GB RAM, dari kapasitas RAM laptop yang ia miliki sebesar 64GB.

Itu jelas merupakan sebuah tanda bahwa ada sesuatu yang salah, sebab tidak ada aplikasi yang bisa memakan banyak memori hingga sebesar itu, terutama untuk layanan yang relatif sederhana sebagai hotkey keyboard, dan ini mengarah pada masalah seperti memory leaks dengan penerapan Windows 11 dari HP Hotkey UWP Service. 

Masalah ini tidak berdampak ke semua laptop merk HP, dan salah satu laptop yang diuji yang adalah HP Elite Dragonfly G2 dengan Windows 11 terpasang, di mana HP Hotkey UWP Service itu hanya menghabiskan sebanyak 2MB RAM saja. Namun melihat respon dari postingan yang ada di forum dukungan HP itu, banyak pengguna yang mengalami masalah tersebut. 

Menariknya, thread keluhan tersebut dimulai pada bulan Juli 2021 dan pengguna terus saja mengeluh mendapatkan masalah ini sampai tahun 2022. Ini menunjukkan bahwa pihak HP tidak menyadari adanya masalah tersebut, atau mungkin sedang mengupayakan adanya sebuah perbaikan. 

Fakta bahwa pihak HP diam saja mengenai masalah ini, semakin membuat pengguna frustasi. Masalah pada pembaruan driver dan software memang kerap kali terjadi, namun selama pihak perusahaan transparan mengenai masalah tersebut dan jelas mengenai langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi masalah itu, pengguna pasti akan memahami. Jadi dalam hal ini, HP harus bisa segera turun tangan.

Update: pengguna lain mengatakan bahwa masalah ini bisa diatasi dengan solusi sementara, yakni melakukan rollback pada driver HP Development Company.

Editor: Muchammad Zakaria

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend