Kenali Jenis-Jenis Paragraf Beserta Contoh dan Penjelasannya, Lengkap!

Teks yang baik tentu saja dinilai dari sebuah paragraf, kika paragraf nya baik maka teksnya juga akan baik. Bahkan, paragraf yang baik juga bisa jadi penilaian seberapa bagus tulisan seseorang. Maka dari itu, dalam suatu teks peranan paragraf memang sangat penting.

Paragraf terdiri atas beberapa jenis, mulai dari jenis paragraf yang berdasarkan sifat dan tujuannya, berdasarkan peletakan letak kalimat utama sebuah tulisan.

Jenis-jenis paragraf dalam dunia bahasa merupakan buah dari pikiran pokok sebuah karangan yang kemudian dikembangkan menjadi satu karya tulis yang baik. Di bawah ini akan dijelaskan jenis-jenis paragraf dan contohnya.

Jenis-Jenis Paragraf

Jenis-Jenis Paragraf

Paragraf berasal dari bahasa Yunani yaitu Paragraphos yang memiliki arti menulis disamping atau bisa diartikan tertulis di samping. Paragraf merupakan suatu kumpulan atau kesatuan dari sebuah pikiran yang lebih luas dan lebih tinggi dari sebuah kalimat.

Paragraf juga bisa diartikan sebagai bagian dari sebuah karangan yang terdiri atas beberapa kalimat, yang berisikan informasi dari penulis kepada pembaca dengan pikiran utama menjadi pusatnya dan juga pikiran penjelas menjadi pendukungnya.

Paragraf terdiri atas beberapa kalimat yang berhubungan antara satu dengan yang lain dalam sebuah rangkaian yang menciptakan sebuah informasi.

Paragraf juga bisa disebut sebagai penyaluran ide dari penulis lewat beberapa kalimat yang memiliki kaitan dan tema yang sama. Paragraf juga bisa disebut sebagai karangan yang singkat. Dalam bahasa Indonesia, Paragraf dikelompokan berdasarkan bentuk dan fungsinya.

Paragraf Berdasarkan Sifat dan Tujuan

Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Sifat dan Fungsinya

1. Paragraf Pembuka

Paragraf pembuka terletak di awal sebuah karangan. Paragraf pembuka berfungsi sebagai pengantar atau pembuka isi sebuah karangan terhadap pembaca.

Sebelum memasuki isi dan inti karangan, paragraf pembuka bertujuan untuk mengantarkan dan mempersiapkan para pembaca supaya lebih fokus, dan isinya mempengaruhi pembaca agar tertarik untuk melanjutkan isi bacaan.

Contoh : “Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang jenis-jenis alat musik tradisional di Maluku. Maluku adalah salah satu daerah di Indonesia bagian Timur, yang memiliki banyak sekali kekayaan alam”.

2. Paragraf Penutup

Paragraf penutup biasanya berisi kesimpulan, harapan, saran, penekanan, dan ringkasan kembali hal-hal penting yang terdapat disetiap karangan.

Contoh: “Demikianlah artikel tentang alat musik tradisional di Maluku, semoga artikel ini bermanfaat. Marilah kita selalu menjaga kebudayaan Indonesia. Sekian dan Terimakasih”.

3. Paragraf Penghubung

Paragraf penghubung terletak di antara paragraf pembuka dan paragraf penutup pada sebuah karangan. Paragraf penghubung mengutarakan isi dari karangan tersebut. Paragraf penghubung memaparkan inti dan isi sebuah tulisan. Sifat dari paragraf penghubung sinkron dengan jenis tulisannya seperti narasi, eksposisi, deskripsi, dll.

Contoh: “Maluku memiliki beragam jenis alat musik tradisional, yang menjadi salah satu daya tarik dari Maluku. Beberapa alat musik tradisional yang berasal dari Maluku adalah Tifa, Arababu, Ukelele, Rumba, dan masih banyak lagi”.

Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama

Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama

1. Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif dimulai dengan mengutarakan permasalahan pokok atau kalimat utama kemudian diiringi dengan kalimat-kalimat penjelas.

Contoh: “Keinginannya sulit untuk diikuti. Pada rapat sebelumnya sudah disepakati bahwa dana koperasi itu harus disimpan dulu. Para anggota lain sudah sepakat dengan hal itu. Tetapi, hari ini ia memaksa untuk menggunakan dana tersebut untuk membuka usaha baru”.

2. Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang letak gagasan kalimat utama atau gagasan pokoknya berada pada akhir sebuah paragraf dan kalimatnya bersifat induksi.

Contoh: ” Sampah elektronik sebaiknya jangan dibuang ke dalam tempat sampah pada umumnya. Sebab, hal itu akan mengakibatkan sejumlah dampak negatif bagi lingkungan. Pertama, sampah elektronik ini akan terus menumpuk di alam bebas, karena komponen sampah ini sangat kompleks, sehingga sulit diurai dan akan menumpuk di permukaan bumi. Selain itu, terdapat sejumlah bahan kimia dalam sampah elektronik yang dapat meledak dan menimbulkan kebakaran besar. Kandungan bahan kimia itu pun bisa menimbulkan pencemaran lingkungan, jika mengenai tanah ataupun air”.

3. Paragraf Campuran

Paragraf yang dimulai dengan mengutarakan masalah pokok atau kalimat utama lalu diikuti dengan kalimat penjelas kemudian diakhiri dengan kalimat utama. Kalimat topik yang terletak pada akhir paragraf adalah penegasan dari awal paragraf.

Contoh: “Dalam kesehariannya manusia tidak bisa lepas dari komunikasi. Apapun kegiatan yang dilakukan manusia selalu memerlukan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun modern. Tanpa adanya komunikasi kebudayaan serta peradaban manusia akan sulut untuk bisa maju seperti sekarang”.

Jenis Paragraf Berdasarkan Kontennya

Jenis-Jenis Paragraf Besdasrkan Konten

1. Paragraf Naratif

Paragraf naratif adalah paragraf yang isinya berhubungan dengan jenis karangan narasi. Narasi adalah jenis karangan yang berisi kejadian ataupun kisah. Secara etimologis, kata naratif berasal dari bahasa latin yakni narrare yang memiliki arti menceritakan atau bercerita, paragraf naratif berarti bersifat penceritaan.

Contoh: “Pak Rudi adalah seorang guru honorer di SDN 1 Karangrejo yang berada di Kabupaten Grobogan. Pak Rudi mengajar setiap hari hingga siang hari. Dari pekerjaannya sebagai guru honorer tersebut pak Rudi hanya mendapatkan gaji sebesar Rp. 500.000 sesuai dengan UMP (Upah Minimum Provinsi) guru di SDN 1 Karangrejo, Kabupaten Grobogan. Meskipun begitu, Pak Rudi tetap menjalani pekerjaannya sebagai guru honorer dengan ikhlas demi mengamalkan ilmu-ilmunya”.

2. Paragraf Eksposisi

Paragraf eksposisi adalah paragraf yang berisi tujuan untuk memberikan sebuah penjelasan atau pengertian secara singkat dan padat.

Contoh: “Kegiatan yang dilakukan untuk merayakan HUT TNI yang ke-72  pada tanggal 5 Oktober 2017 di lapangan Blang Padang Banda aceh. Seluruh warga Banda Aceh turut hadir untuk menyaksikan rangkaian acara HUT TNI ke-72 dengan berbagai macam acara seperti drumband, tari saman, dan acara lainnya”.

3. Paragraf Deskripsi

Paragraf Deskripsi adalah paragraf yang mengilustrasikan suatu objek sehingga pembaca seolah bisa melihat, mendengar, ataupun merasakan objek yang diilustrasikan tersebut. Objek yang dideskripsikan bisa berupa orang, benda, ataupun tempat.

Contoh: “Gadis itu tinggi semampai. Jilbab warna ungu yang dipakainya membuat wajanya nampak semakin cantik. Matanya yang indah bulat bersinar dengan bulu mata yang tebal. Hidungnya mancung sekali mirip seperti  wanita dari Palestina”.

4. Paragraf Argumentasi

Pengertian paragraf argumentasi adalah paragraf yang isinya menyampaikan ide, gagasan ataupun pendapat penulis dengan adanya bukti dan fakta aktual. Tujuan dari paragraf argumentasi yaitu untuk meyakinkan pembaca yang berhungan dengan ide dan pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.

Contoh: “Menurut WHO, penyakit dengan jumlah terbanyak di setiap negara adalah penyakit jantung. Penyebab penyakit jantung adalah pola hidup tidak sehat seperti suka makan makanan berlemak, minum kopi setiap hari, jarang olahraga, dan suka makanan siap saji. Hal-hal tersebut mengakibatkan penumpukan lemak pada pembuluh darah dan meningkatkan kerja jantung. Akibatnya jantung mengalami kegagalan kerja dan bisa berdampak kematian”.

Leave a Reply

Send this to a friend