Kekhawatiran Pabrikan Smartphone Akan Standarisasi 5Gi

Kekhawatiran Pabrikan Smartphone Akan Standarisasi 5Gi

NESABAMEDIA.COMSecara global, sudah banyak operator layanan telekomunikasi yang telah menguji jaringan 5G, sementara beberapa negara sudah mulai menyediakan layanan serupa. Namun sebagian besar lembaga pemerintahan yang menaungi masalah 5G ini, belum mengumumkan standar dan spektrum yang akan dilelang dan digunakan. Di sisi lain, pabrikan smartphone pun memiliki kekhawatiran atas masalah tersebut.

ICEA misalnya, yang percaya bahwa divisi dalam 5G dan 5Gi dapat meningkatkan biaya. “Konsumen yang telah membeli dan berinvestasi pada ponsel berkemampuan 3GPP semacam itu, berharap perangkat mereka bisa bekerja ketika jaringan 5G mulai diluncurkan,” kata ICEA. 

Menurut ICEA, industri smartphone diperkirakan akan mengekspor USD100 miliar dalam empat tahun ke depan.

Mengapa Operator Telekomunikasi Menolak Standar 5Gi?

Demikian pula, operator telekomunikasi khawatir tentang standar 5Gi karena mereka percaya bahwa hal itu akan meningkatkan biaya operasional dan produksi smartphone dan biaya penerapan 5G secara keseluruhan. Sebagai informasi, standar 5Gi diperkenalkan oleh TSDSI.

“Semakin luas ekosistem yang diadopsi, semakin banyak inovasi yang bisa terjadi. Itu tidak bertentangan dengan yang dibuat di negara manapun. Ekosistem itu nantinya harus menjadi ekosistem global bersama untuk bisa mendapatkan harga dan interoperabilitas yang lebih rendah,” ungkap pihak Airtel.

Penting untuk dicatat bahwa Airtel, Vodafone-Idea, dan vendor lainnya telah mengatakan bahwa 5Gi adalah teknologi yang berisiko. Meskipun ada beberapa operator telekom lain yang justru mendukung standarisasi 5Gi.

Apa Itu Standar 5Gi Dan Apa Bedanya Dengan Standar 5G?

Standar 5Gi dibuat di dalam negeri, oleh masing-masing badan atau lembaga yang berwenang. Standar tersebut telah mendapat persetujuan dari International Communication Union (ITU). Khususnya, 5Gi menyediakan lebih banyak jangkauan pada frekuensi yang lebih sedikit, sedangkan 5G bekerja di antara pita terbatas. 5Gi dapat membuat pita spektrum lebih hemat biaya.

Perlu dicatat bahwa masih banyak pemerintah di berbagai negara belum mengambil keputusan tentang standar bersama dengan harga spektrum, itulah sebabnya diyakini bahwa lelang spektrum dan penyebaran jaringan mungkin akan mengalami penundaan di negara-negara tersebut. 

Di Indonesia sendiri, jaringan 5G sudah tersedia meskipun penyebarannya masih belum merata dan penggunanya masih sangat sedikit.

Leave a Reply

Send this to a friend