Aplikasi Garmin Ransomware

Kena Virus Ransomware, Garmin Dimintai Tebusan 140 Miliar

NESABAMEDIA.COMLayanan aplikasi Garmin mengalami offline selama beberapa hari ini. Membuat para pengguna tidak bisa menggunakan perangkat Garmin mereka untuk kegiatan sehari-hari. Meski sempat membantah, pihak Garmin akhirnya mengamini jika permasalahan utama disebabkan serangan virus Wasted Locker Ransomware yang telah menginfeksi sejumlah server layanan mereka. 

Meski bukan sebuah konfirmasi resmi dari pihak Garmin, namun informasi virus Ransomware yang menyerang server Garmin muncul melalui keterangan dari salah satu pekerjanya. Dalam sebuah wawancara, staf Garmin itu menjelaskan jika sejumlah server yang dimiliki Garmin mendapatkan serangan cukup hebat dari virus Wasted Locker Ransomware.

Bahkan pihak Garmin harus mematikan seluruh server mereka, guna memutus penyebaran infeksi virus Ransomware itu lebih luas lagi. Akibatnya, tidak hanya pengguna yang tidak bisa menggunakan perangkat Garmin mereka. Namun pabrik Garmin yang ada di sejumlah negara terpaksa harus menghentikan operasionalnya.

Lebih lanjut, Wasted Locker Ransomware yang ditemukan di server Garmin itu memiliki keunikan tersendiri. Virus itu dikustomisasi secara unik, tergantung dari jenis target yang diserang. Sehingga file pada server yang terinfeksi itu, jumlahnya sangat banyak dan bervariasi.

"File

Pada file virus yang menyerang Garmin, juga disebutkan dua email yang dikirimkan peretas untuk mengetahui jumlah tebusan yang diminta. Staf Garmin tersebut menjelaskan jika uang tebusan yang diminta peretas adalah sebesar USD 10 juta atau sekitar Rp 140 miliar. 

Readme Pada File Ransomware Garmin

Readme Pada File Ransomware Garmin

Diketahui, virus Wasted Locker Ransomware selama ini erat kaitannya dengan kelompok peretas asal Rusia yakni, Evil Corp a.k.a Dridex Gang. Mereka adalah kelompok peretas yang mulai muncul pada tahun 2007 silam. 

Pihak Departemen Keuangan Amerika Serikat pada akhir tahun lalu telah mengeluarkan sanksi kepada Evil Corp atas kegiatan kriminal siber mereka yang membuat negara mengalami kerugian hingga USD 100 juta. 

Sanksi tersebut yang kemudian menjadikan posisi Garmin menjadi lebih sulit. Sebab jika mereka memutuskan untuk membayar uang tebusan kepada peretas, maka kemungkinan besar mereka juga berhadapan dengan pihak Departemen Keuangan Amerika dan bisa berpotensi melanggar sanksi yang sudah dijatuhkan.

Leave a Reply

Send this to a friend