Perusahaan Honor Kerjasama Microsoft Windows 10

Kerjasama Bareng Microsoft, Honor Harap Perusahaan Amerika Lainnya Bergabung

NESABAMEDIA.COMKarena sanksi yang telah dikenakan oleh pemerintah Amerika Serikat, Huawei terpaksa harus melepas brand PC dan smartphone Honor mereka untuk tetap bisa melanjutkan bisnis dengan pemasok asal Amerika.

Kemarin, dilaporkan bahwa Honor secara resmi telah berhasil mendapatkan lisensi untuk Windows 10 dari Microsoft, yang mengizinkan mereka untuk menjual produk laptop mereka secara global dengan sistem operasi itu. 

Sebelumnya, karena sanksi dari Amerika Serikat, Huawei sedang mempertimbangkan pengiriman laptop yang menjalankan sistem operasi Harmony berbasis Android yang dianggap tidak ideal, karena justru akan menutup pasar global mereka. 

Pada bulan November, Huawei kemudian menjual brand Honor kepada konsorsium asal Cina yang terdiri lebih dari 30 agen dan dealer. Hasilnya kemudian memungkinkan pembentukan perusahaan baru untuk bisa melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Microsoft, di mana akan menjadikan Windows 10 sebagai sistem operasi resmi produk laptop mereka. 

Honor pun berharap, kerjasama dengan Microsoft ini bisa membuka jalan akan hubungan yang lebih baik dengan pemasok asal Amerika Serikat lainnya seperti Qualcomm. Bahkan laporan terbaru menyebutkan bahwa Honor telah mulai menjajaki pembicaraan awal dengan Qualcomm. 

CEO Honor mengaku sangat senang bahwa pihaknya berhasil melakukan kerjasama dengan Microsoft untuk produk laptop mereka. Pihaknya akan memberikan pengguna sebuah desain perangkat yang mengagumkan, performa yang kuat dan pengalaman kelas atas. 

Produk yang akan menjadi hasil kerjasama pertama itu adalah netbook MagicBook Pro, yang menggunakan Windows 10 dan akan dirilis pada bulan Januari 2021 nanti. 

Sementara itu, Xiang Ligang yang merupakan Direktur Umum dari Aliansi Konsumsi Informasi mengatakan bahwa dengan salah satu perusahaan asal Amerika Serikat yang bekerjasama dengan Honor, maka akan lebih banyak perusahaan Amerika lain yang tertarik untuk ikut bergabung di masa mendatang. Tentunya hal ini akan menjadi solusi yang selama ini dibutuhkan Honor terkait masalah rantai pasokan mereka.

Sebelum berpisah dengan Huawei, Honor telah berhasil menjual sekitar 70 juta handset setiap tahunnya, dan berharap bisa mengembalikan kejayaan mereka di pasar smartphone global, dalam kondisi mandiri dan benar-benar lepas dari naungan Huawei.

Leave a Reply

Send this to a friend