LG Kembangkan Jaringan 6G, Ditargetkan Hadir Pada 2025

LG Kembangkan Jaringan 6G, Target Realisasi Tahun 2025

NESABAMEDIA.COMMemang masih sangat lama sekali sebelum smartphone 6G hadir, tetapi LG sudah melakukan pengujian transmisi data luar ruangan untuk meletakkan pondasi teknologi jaringan tersebut.

Meskipun teknologi 5G yang mulai tersebar luas masih menjadi mimpi bagi sebagian besar pemilik smartphone, LG mengatakan telah mencapai langkah signifikan menuju pengembangan jaringan 6G, mentransmisikan data terahertz-range (THz) di luar ruangan di Berlin dengan jarak 100 meter, atau 328 kaki.

Masalah yang dihadapi dengan jaringan 6G THz sejauh ini adalah adanya penurunan yang cepat, sesuatu yang mampu diatasi oleh serangkaian tes menggunakan penguat daya yang dikembangkan, yang merupakan hasil kerja sama LG dengan Fraunhofer HHI dan Institut Fraunhofer untuk Fisika Padat Terapan. Amplifier ini dapat menghasilkan sinyal yang stabil hingga 15dBm (decibel-milliwatts) pada frekuensi antara 155 dan 175GHz.

LG menambahkan bahwa jaringan 6G akan menjadi standar global pada tahun 2025, tetapi hanya diharapkan untuk mencapai pasar komersial antara tahun tersebut sampai dengan tahun 2029. Samsung bertujuan untuk menghadirkan 6G pada tahun 2028, dengan kecepatan tertinggi 1Gbps, sama dengan kinerja layanan kabel fiber.

Masalah dengan jaringan THz 6G sama halnya terjadi pada varian mmWave 5G. Ketika mmWave yang ada saat ini menawarkan kecepatan seluler tercepat, namun di sisi lain ada tantangan bagi para operator yang sering kali harus mengcover area layanan dengan pemancar agar dapat diandalkan, dan teknologi ini biasanya tidak tersedia di luar pusat kota besar. Selain itu jaringan tersebut  juga mudah terganggu oleh bangunan dan dapat terhambat oleh cuaca, sehingga koneksi sering kali kembali ke 5G atau 4G biasa.

Peningkatan yang terjadi pada teknologi jaringan 5G dan 6G sering dikaitkan dengan visi masa depan seperti pemanfaatan Augmented Reality dengan tingkat ketelitian yang tinggi, operasi jarak jauh, atau mobil self-driving yang mampu melakukan komunikasi satu sama lain. Sayangnya Semua teknologi tersebut akan membutuhkan latensi yang sangat kecil, yang sulit dilakukan dengan menggunakan atau melalui jaringan seluler apa pun.

Leave a Reply

Send this to a friend