Layanan Microsoft Office

Mengapa Bayar Mahal Microsoft Office, Padahal Banyak Aplikasi Gratis?

NESABAMEDIA.COMSelama ini Microsoft begitu mendominasi pasar dengan layanan Office-nya yang banyak digunakan banyak orang karena program seperti Word, Excel, Power Point dan lainnya. Namun jika diperhatikan dengan seksama, sebenarnya banyak program sejenis Office yang bisa didapatkan pengguna dengan gratis, tanpa harus membayar atau berlangganan seperti yang ditawarkan Microsoft.

Microsoft bahkan telah memutuskan untuk membuat sistem pembayaran Office menjadi berlangganan, dari sebelumnya yang menggunakan One Time Purchase. Hal ini berarti, pengguna diharuskan mengeluarkan uang setiap bulannya, untuk bisa menggunakan layanan dari Microsoft tersebut.

Mungkin sistem berlangganan seperti yang ditawarkan Microsoft itu bisa dibilang tidak terlalu besar, yakni USD8 atau sekitar Rp112 ribu per bulan. Namun jika penggunaanya mencapai misal 5 tahun, maka bisa dihitung biaya yang harus dikeluarkan pengguna sebenarnya jauh lebih besar ketimbang sistem One Time Purchase. Apalagi, tidak semua aplikasi pada Office akan digunakan semuanya.

Microsoft sendiri justru berpendapat lain. Sebenarnya pengguna justru akan mendapatkan harga yang jauh lebih murah. Karena bisa menggunakan layanan lain seperti Microsoft 365 Personal atau Microsoft 365 Family. Ditambah lagi dengan adanya dukungan dari layanan Cloud sehingga memudahkan dalam integrasi data antar aplikasi atau perangkat.

Salah seorang pengguna pun kembali membantah pendapat dari Microsoft tersebut. 

“Sebagai seorang pelajar, saya tidak membutuhkan layanan lain tersebut. Program alternatif lain yang gratisan, sudah cukup bagi saya,” ungkap salah seorang pengguna tersebut.

Perkembangan teknologi dan kebutuhan pengguna yang terus meningkat, khususnya dalam layanan cloud yang terintegrasi, menjadi alasan Microsoft, dan mereka pun berusaha memenuhi segmen tersebut. Tantangan itu pun dijawab dengan baik oleh Microsoft dan tercermin dari dominasi Office pada pasar tersebut. 

Google Docs, Dropbox Paper, hingga Cryptpad padahal juga menyasar pasar layanan yang sama dan semuanya pun juga didukung oleh layanan cloud seperti Office. Pengguna umum, mungkin bisa tercukupi kebutuhannya hanya dengan mengandalkan Google Docs yang terhubung begitu baik dan lancar dengan Google Drive

Jadi dari fakta di atas mungkin bisa disimpulkan bahwa sebenarnya mereka yang menggunakan layanan Office berbayar milik Microsoft itu, lebih dikarenakan masalah dukungan. Dan sebagian besar yang tergantung pada faktor dukungan, adalah perusahaan. Sementara pengguna personal, lebih cenderung menggunakan layanan alternatif yang gratisan.

Bambang

Pernah menjadi jurnalis dan juga Social Media Manager di Merdeka.com selama lebih dari 2 tahun, sebelum akhirnya mengerjakan sejumlah proyek website yang dioptimasi dan dimonetisasi Google Adsense. 

Kini sedang aktif dalam pembuatan konten Youtube dokumenter bertema sosial serta menjadi penulis konten untuk sejumlah website. 

Leave a Reply

Send this to a friend