Microsoft Windows 10 Feature Experience Pack

Microsoft Perkenalkan Metode Baru Windows Feature Experience Pack

NESABAMEDIA.COMPengguna Windows 10 dalam waktu dekat akan lebih sering mendapatkan pembaruan dan juga fitur yang lebih baik, dikarenakan Microsoft saat ini tengah melakukan uji coba pada Windows Feature Experience Pack.

Ide baru dari Microsoft ini, akan menjadikan Windows 10 menjadi jauh lebih baik secara keseluruhan. Pihaknya beberapa waktu yang lalu pun telah mengkonfirmasi akan adanya sebuah konsep baru yang mereka namakan Windows Feature Experience Pack.

Jadi, alih-alih pengguna Windows 10 harus menunggu dua pembaruan utama yang biasanya dirilis pada musim semi dan musim gugur, Windows Feature Experience Pack ini memungkinkan Microsoft untuk melakukan perbaikan tanpa harus selalu dimasukkan dalam dua pembaruan utama tersebut. Ini berarti akan lebih memudahkan perusahaan-perusahaan besar untuk memperbaiki masalah dan bug yang mereka alami yang biasanya sering muncul setelah pembaruan utama dirilis.

Lebih lanjut, Brandon LeBlanc dari Microsoft mengatakan, “kami sedang menguji sebuah metode baru untuk bisa memberikan peningkatan fitur kepada para pengguna di luar pembaruan fitur utama Windows 10. Melalui Windows Feature Experience Pack, kami bisa meningkatkan fitur dan pengalaman tertentu yang saat ini dikembangkan secara independen dari sistem operasi.”

Diinformasikan bahwa konsep ini sedang berada dalam tahap uji coba di program Windows Insider, dan jika sudah selesai akan dirilis ke pengguna melalui Windows Updates.

“Dengan menguji metode ini terlebih dahulu pada program Windows Insider, kami berharap bisa memperluas jangkauan dan frekuensi perilisan ke depannya,” ungkap LeBlanc.

Meski fitur ini merupakan kabar yang sangat baik bagi para pengguna Windows 10 di masa mendatang, namun untuk tahun ini tidak akan ada lagi pembaruan menarik di sistem operasi tersebut.

Pasalnya, pihak Microsoft seperti yang sudah diberitakan sebelumnya telah menghentikan pembaruan Windows 10 hingga tahun depan, dikarenakan telah memasuki liburan panjang Natal dan Tahun Baru. Meski pada dasarnya kebijakan ini telah terjadi setiap tahunnya, namun khusus untuk tahun 2020 ini, kebijakan tersebut dikeluarkan lebih awal dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Pengguna pun tidak perlu panik, karena meskipun pihak Microsoft menghentikan pembaruan, namun tim mereka masih tetap akan siap untuk memperbaiki masalah serius yang mungkin dialami pengguna.

Leave a Reply

Send this to a friend