Pembaruan Windows 10 KB4592438

Pembaruan Windows 10 KB4592438 Timbulkan Masalah Baru

NESABAMEDIA.COMPada pembaruan kumulatif Windows 10 KB4592438, Microsoft telah merilis sejumlah perbaikan untuk masalah yang paling memuat frustasi yang menyebabkan perangkat pengguna mengalami Blue Screen of Death (BSOD). Masalah ini muncul ketika terjadi crash pada perangkat yang diakibatkan error pada drive SSD Intel NVME, sejak bulan Mei silam. 

Pembaruan tersebut memang telah berhasil memperbaiki masalah, namun kemudian justru memunculkan masalah lain, seperti yang telah dilaporkan sejumlah pengguna di forum bantuan Windows. 

Seperti pembaruan bulan November kemarin, pembaruan Windows 10 KB4592438 untuk versi 2004 dan versi 20H2 juga tampaknya menimbulkan masalah saat proses pemasangan untuk beberapa pengguna. Selain masalah saat pemasangan, banyak pengguna yang melaporkan beberapa bug lainnya yang membuat penggunaan memori dan CPU meningkat secara tiba-tiba.

Perlu dicatat, rata-rata pengguna yang melaporkan masalah ini adalah mereka yang memasang pembaruan Windows 10 KB4592449 untuk versi 1909 dan 1903. 

KB4592438 Gagal Terpasang

Tampaknya masalah utama yang kembali muncul ini adalah masalah pemasangan, ketika Windows 10 mencoba untuk mengunduh pembaruan dan terjadi looping (pengulangan) yang kemudian membuat prosesnya gagal dengan memunculkan pesan error seperti 0x8007000d, 0x800f0922 dan lainnya.

Misalnya, pesan error yang menjelaskan bahwa “Beberapa file telah hilang atau memiliki masalah. Sistem akan mencoba untuk memperbarui lagi di lain waktu. Kode Error: (0x8007000d).”

Jika pengguna mengalami masalah saat memasang pembaruan seperti di atas, satu-satunya solusi paling efektif adalah dengan menggunakan Media Creation Tool untuk melakukan pembaruan. Atau bisa juga menunda pembaruan untuk beberapa waktu, hingga pihak Microsoft merilis perbaikan.

Masalah Performa

Pada forum Reddit dan Microsoft, pengguna juga melaporkan bahwa pembaruan kumulatif Windows 10 bulan Desember 2020, telah menyebabkan terjadinya lag ketika membuka dan menutup program. Sementara pengguna lain melaporkan penggunaan CPU dan RAM mereka meningkat secara tiba-tiba.

“Saya mendapati perangkat saya tiba-tiba mengalami lonjakan penggunaan CPU setelah melakukan pembaruan. Penggunaanya meningkat hingga penuh 100 persen, padahal hanya membuka aplikasi browser saja,” ungkap salah satu pengguna yang mengeluh.

Pengguna lainnya juga melaporkan perangkat mereka mengalami BSOD, Bluetooth yang tidak bekerja dan masalah lain setelah memasang pembaruan bulan Desember. 

Untuk saat ini, masih belum ada solusi perbaikan yang dirilis oleh Microsoft. Jadi satu-satunya cara adalah dengan melakukan pencopotan pembaruan, dan mengembalikan ke versi lama.

Leave a Reply

Send this to a friend