Bahasa Basis Data : Pengertian, Komponen Beserta Contohnya

Pengertian Bahasa Basis Data

Apa yang Anda tahu tentang bahasa basis data? Bahasa basis data juga dinamakan sebagai database language yang secara umum bahasa ini akan ditempelkan atau di embbeded ke bahasa pemograman yang lainnya. Bahasa ini adalah bahasa yang digunakan oleh pengguna atau user ketika berinteraksi atau berkomunikasi dengan DBMS atau yang merupakan singkatan dari Database Management System. Ada banyak aplikasi database yang ada dan sudah beredar di internet, baik yang gratis maupun yang berbayar.

Beberapa aplikasi database tersebut antara lain: My SQL, MariaDB, Microsoft SQL Server, dan lain sebagainya. Kesemua aplikasi database tersebut menggunakan bahasa pemograman yang dinamakan sebagai bahasa database. Apa saja bahasa yang digunakan? Beberapa bahasa database yang digunakan seperti SQL, QUEL, dBase, dan lain sebagainya.

Meskipun memeiliki beberapa bahasa database yang berbeda, namun kesemuanya memiliki fungsi yang sama yaitu digunakan untuk berinterkasi dengan program sehingga program tersebut dapat memberikan atau melakukan sesuai dengan yang kita perintahkan. Seperti yang sudah kami jelaskan bahwa bahasa ini akan ditempelkan pada bahasa C++, Java, Basic, Pascal, Fortran, dan lain sebagainya yang biasanya juga dinamakan sebagai bahasa inang atau host language.

Komponen Bahasa Basis Data

Pengertian Bahasa Basis Data

Bahasa basis data sendiri memiliki beberapa komponen yang perlu untuk diketahui, terutama bagi Anda yang baru terjun ke dunia pemgoraman database. Secara umum, terdapat 3 komponen bahasa basis data jika ditinjau dari fungsinya, yaitu:

  • DDL atau Data Definition Language yang nantinya berperan dalam menspesifikasikan skema data.
  • DML atau Data Manipulation Language yang bertugas memanipulasi data.
  • DCl atau Data Control Language yang memiliki tugas sebagai pengontrol data.

1. Data Definition Language atau DDL

DDL merupakan komponen bahasa basis data yang digunakan untuk menggambarkan atau mewakili desain database secara menyeluruh yang nantinya akan dispesifikasikan kembali. Dengan adanya DDL, kita mampu membuat program menjalankan perintah berupa membuat tabel baru, mengubah tabel, indeks tabel, maupun juga menentukan struktur serta tempat penyimpanan tabel.

Hasil yang nantinya akan diperoleh oleh DDL ini adalah kumpulan tabel yang nantinya akan disimpan ke dalam file khusus yang mana file tersebut dinamakan sebagai data dictionary atau kamus data. Kamus data sendiri adalah termasuk metadata maupun superdata yang berfungsi mendeskripsikan data sebenarnya. Misal, ketika Anda mengetik perintah Foxpro maka yan ada adalah create matakuliah, modify structure, modify report, dan lain sebagainya.

2. Data Manipulation Language atau DML

Lalu apa itu DML? Bahasa basis data yang satu ini merupakan bahasa yang digunakan untuk memanipulasi maupun mengambil data yang terdapat di dalam database. Manipulasi  data tersebut nantinya bisa berupa seperti di bawah ini:

  • Penyisipan atau penambahan data yang ada di dalam file maupun tabel yang terdapat dalam suatu database.
  • Penghapusan file yang ada di dalam data maupun file di dalam basis data.
  • Pengubahan data yang terdapat dalam table atau file basis data.
  • Penelusuran data yang terdapat dalam table maupun file yang ada di dalam suatu database.

Fungsi dari DML ini adalah untuk memudahkan pengguna di dalam mengakses data seperti yang direpresentasikan model data. Setidaknya terdapat dua jenis yang termasuk DML yaitu prosedura dan juga non prosedural.

3. Data Control Language atau DCL

Seperti namanya, DCl merupakan bahasa basis data yang digunakan untuk mengontrol atau mengendalikan database. Jadi bagian ini memiliki peran penting untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna dengan data yang akan diterimanya.

Contoh Bahasa Basis Data

Pengertian Bahasa Basis Data dan Contohnya

Sebelumnya kami sudah menyebutkan bahwasanya terdapat 3 komponen penting yang ada di dalam bahasa database, yakni DML, DCL, dan juga DDL. Setelah ini kami juga memiliki informasi yang tidak kalah penting mengenai beberapa contoh dari masing-masing komponen bahasa databse tersebut.

1. DDL

Beberapa contoh yang termasuk ke dalam DDL antara lain sebagai berikut:

  • Create: digunakan untuk membentuk database, index, maupun juga tabel.
  • Drop: perintah yang digunakan untuk mengubah struktur yang ada pada tabel.
  • Alter: digunakan untuk menghabis database atau basis data.

2. DML

Beberapa contoh yang tergolong ke dalam Data Manipulation Language yaitu:

  • Select: bagian yang digunakan untuk mengambil data.
  • Delete: digunakan untuk menghapus data.
  • Insert: digunakan untuk memasukkan data.
  • Update: digunakan untuk memperbarui maupun mengubah data.

Pengguna Basis Data

Sekedar informasi tambahan bahwa di dalam basis data itu sendiri terdapat beberapa user atau pengguna, antara lain:

Database manager

Suatu modul program yang di dalamnya menyediakan tampilan atau interface berupa penyimpanan data low level yang ada di dalam basis data dengan aplikasi program maupun query yang dipakai oleh sistem. Adapun tugas dari adanya database manager ini adalah untuk integrisa, backup dan juga recovery, keamanan, dan juga digunakan untuk kebutuhan interaksi dengan manager file.

Database administrator

Seseorang yang memiliki kekuasaan atau wewenang dan berperan sebagai pengontrol terhadap basis data. Seluruh sistem yang ada, baik program maupun data akan dikendalikan oleh database administrator. Lalu apa fungsinya? Salah satu fungsinya adalah untuk mendefinisikan struktur penyimpanan dan juga mode akses. Selain itu, database administrator juga dapat difungsikan untuk memodifikasi pola dan juga organisasi fisik.

Database user

Setidaknya terdapat 4 jenis dari database user yang memiliki keperluan yang tidak sama. Yang pertama user mahir, programmer aplikasi, end user atau user umum, dan juga user khusus.

Demikian penjelasan dari kami berkaitan dengan pengertian bahasa basis data beserta komponen, dan juga contoh bahasa basis data. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Send this to a friend