Mengenal Pengertian Kabel SATA

Apa itu Kabel SATA? Mengenal Pengertian Kabel SATA

Apa itu kabel SATA? SATA (Seriel Advanced Technology Attachment) merupakan sebuah kabel standar internasional yang digunakan untuk mengkoneksikan perangkat di dalam PC. Istilah ini sebenarnya merujuk kepada sebuah kabel dan juga koneksi yang sesuai dengan standar internasional.

Kabel SATA banyak digunakan untuk menghubungkan perangkat seperti CD-ROM, harddisk, SSD, dan berbagai perangkat lainnya yang ke komputer melalui motherboard.

Fungsi Kabel SATA

Fungsi Kabel SATA

Di bawah ini merupakan beberapa fungsi yang dimiliki oleh kabel SATA:

1. Menghubungkan HDD ke Motherboard

Fungsi kabel SATA yang pertama adalah digunakan sebagai penghubung antara hard disk ke motherboard. Kabel ini menggunakan 7 konduktor di mana 4 di antaranya berperan sebagai media transfer data atau line data. Sementara konduktor yang lainnya berperan sebagai penyalur aliran listrik atau line power. Dengan begitu maka bisa menghemat ruang pada casing karena kabel SATA memiliki ukuran yang kecil dan cenderung tipis.

Namun sebenarnya tidak seluruh motherboard support dengan kabel SATA. Hal ini bisa terjadi pada saat motherboard maupun hard disk tersebut merupakan keluaran atau produk lama. Namun untuk motherboard, hard disk, maupun perangkat lainnya yang keluaran sekarang sepertinya semuanya sudah support kabel SATA.

2. Menghubungkan Optical Disk ke Motherboard

Selain digunakan untuk mengbungkan HDD ke motherboard, fungsi kedua dari kabel SATA adalah untuk menghubungkan optical disk ke motherboard. Perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya ada beberapa macam optical disk seperti CD-ROM yang digunakan membaca Compact Disk, DVD-ROM yang digunakan untuk membaca DVD dan VCD, CD-RW yang digunakan untuk membakar (burning) CD, dan juga DVD-RW yang digunakan membakar (burning) CD dan serta DVD.

3. Menghubungkan Antara Hard Disk Satu dengan Hard Disk yang Lainnya

Misalnya Anda memiliki dua hard disk yang memiliki kapasitas masing-masing 1 TB. Kemudian Anda ingin menggabungkan keduanya hingga menjadi satu dengan memanfaatkan teknik yang disebut RAID. Cara yang harus Anda lakukan adalah dengan memindah posisi jumper ke pin lainnya.

4. Menghubungkan Port SATA di HDD ke Port USB

Mungkin Anda ingin menjadikan HDD di komputer Anda menjadi hard disk eksternal. Sementara itu, interface yang ada pada casing menggunakan USB. Maka cara yang harus Anda lakukan adalah dengan mengubah SATA menjadi USB. Teknik ini biasanya juga dinamakan SATA2USB. Selanjutnya, Anda harus menghubungkna konektor USB yang terdapat di konverter SATA ke port USB yang ada di komputer.

Hal ini Anda lakukan untuk mengganti posisi atau fungsi agar hard disk internal Anda bisa digunakan seperti hard disk eksternal. Namun perlu Anda perhatikan bahwa hard disk yang memiliki ukuran 3,5″ atau yang biasanya digunakan pada komputer dekstop memerlukan energi listrik 12 volt. Besaran energi tersebut tidak bisa Anda dapatkan di port USB karena masing-masing port hanya mengeluarkan energi listrik 5 volt. Untuk hal ini, biasanya konverter SATA tersebut sudah dilengkapi kabel daya yang mana Anda perlu menyambungkannya ke sumber listrik terlebih dahulu.

Leave a Reply

Send this to a friend