Pengertian Kearifan Lokal Adalah

Pengertian Kearifan Lokal Beserta Fungsi dan Contohnya, Yuk Disimak!

Pengertian Kearifan Lokal

Kearifan lokal merupakan bentuk nilai-nilai luhur yang terdapat dalam kehidupan masyarakat tertentu serta nilai-nilai tersebut merupakan bagian peraturan yang berlaku dan ditaati untuk mencapai tujuan berupa melindungi dan juga menjada lingkungan agar tetap berkembang dan terus dilestarikan.

Kearifan memiliki arti kebijaksanaan, dan kecendekiaan yang dibutuhkan dalam melakukan komunikasi atau interaksi sedangkan lokal berarti menunjukkan tempat atau lokasi tertentu. Jadi kearifan lokal merupakan sesuatu yang khas yang ada di dalam tempat tertentu.

Fungsi Kearifan Lokal

Pengertian Kearifan Lokal Adalah

Setelah mengetahui lebih dalam mengenai pengertian kearifan lokal, sekarang kita akan membahas mengenai fungsi dari kearifan lokal itu sendiri, diantaranya adalah:

1. Menjaga kebudayaan

Fungsi atau kegunaan yang pertama adalah untuk melestarikan atau menjaga kearifan lokal yang sudah ada di kehidupan masyarakat tertentu yang sudah ada sejak zaman nenek moyang sampai perkembangan zaman sekarang.

2. Identitas

Selain itu, fungsi kearifan lokal adalah sebagai identitas suatu bangsa. Selain itu, kearifan lokal setiap daerah berbeda-beda sehingga lebih khas dan menentukan kebudayaan setiap daerah. Hal tersebut bisa menjadi identitas suatu daerah agar mudah dikenali oleh masyarakat lainnya.

3. Menjaga dari kebudayaan asing

Maksudnya adalah dengan adanya kearifan lokal di setiap daerah bisa menjaga dari pengaruh buday asing sehingga tidak asal tercampur atau merusak kearifan lokal yang sudah lama dipertahankan.

Contoh Kearifan Lokal

1. Kearifan lokal masyarakat Banyumas

Pengertian Kearifan Lokal dan Fungsinya

Banyumas memang memiliki berbagai macam  kearifan lokal. Salah satunya adalah bahasa khas masyarakat Banyumas yang biasa disebut dengan bahasa ngapak. Bahasa tersebut memang digunakan oleh masyarakat sekitar Banyumas sebagai bahasa daerah atau bahasa khas daerah tersebut.

Sebenarnya bahasa ngapak ini juga digunakan oleh daerah Banyumas, Sokaraja, Cilacap, Tegal dan beberapa daerah lainnya. Ada semboyan yang sangat terkenal di kalangan mereka yaitu “ora ngapak ora penak” artinya jika tidak menggunakan bahasa ngapak tidak enak. Bahasa tersebut memang merupakan kearifan lokal daerah tersebut yang masih dijaga dan dilestarikan sampai sekarang.

2. Bebie (Muara Enim, Sumatera Selatan)

Kearifan lokal ini adalah kearifan lokal berbentuk tradisi atau adat uang dilakukan oleh masyarakat sumatera selatan dalam kegiatan menaman dan memanen penghasilan bumi seperti padi.

Tradisi tersebut adalah tradisi menanam dan memanen padi yang dilakuakn serentak bersama-sama. Tujuan dilakukannya adalah agar proses penanaman sampai penghasilan padi cepat tumbuh dan bisa dipanen.

Setelah padi dipanen, warga setempat akan mengadakan acara seperti perayaan bersama sama dengan alasan atau tujuan bentuk syukur dan terima kasih kepada Tuhan karena proses penanaman sampai memanen berjalan dengan lancar.

3. Rumah Adat Bali

Rumah Adat Bali

Rumah Bali memang memiliki khas tersendiri yaitu harus  sesuai dengan aturan yang berlaku yaitu Asta Kosala Kosali (merupakan bagian Weda yang digunakan untuk mengatur tata letak ruangan dan bangunan, seperti yang kita kenal Feng Shui dalam Budaya China)

Berdasarkan filosofi dari masyarakat Bali, kedinamisan dalam kehidupan akan tercapai jika terdapat hubungan yang harmonis dan bisa tercapai hubungan harmonis tersebut seuai dengan aspek palemahan, pawongan, dan juga parahyangan.

Berkaitan dengan hal tersebut, letak hubungan juga bisa dikatakan harmonis apabila tempat yang dihuni nyaman dan sesuai dengan adat yang berlaku. Jadi pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek yang telah ditentukan tersebut.

Aspek-aspek tersebut adalah Pawongan yang merupakan tempat untuk semua orang yang mau menghuni dan tinggal atau menempati rumah. Aspek yang kedua yaitu palemahan yang berarti dalam suatu hubungan harus ada hubungan yang teratur, baik, dan saling menyayangi antara penghuni rumah dengan penghuni yang lain ataupun penghuni rumah dengan lingkungan sekitar.

Pada umumnya, bangunan atau desain khas yang ada di Bali didominasi atau dipenuhi dengan beberapa hiasan unik seperti  berupa ukiran-ukiran kayu yang dibentuk dengan sedemikian rupa sehingga menjadi hiasan rumah yang indah, selain itu juga terdapat peralatan serta pemberian warna yang sesuai.

Ragam hias yang diberikan memang tidak sembarangan karena mengandung arti tertentu. Hal tersebut adalah sebagai ungkapan makna keindahan atas tanda, lambing atau simbol sebagai bentuk dari penyampaian komunikasi.

Selain itu, terdapat juga Bentuk-bentuk ragam hias yang berasal dari jenis fauna dan memiliki kegunaan sebagai simbol atau lambang tradisi yang ditampilkan dalam patung.

Memasuki zaman sekarang, masyarakat yang hidup di kota yang ada di Bali sudah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat. Mereka sudah jarang membangun rumah adat khas Bali, Rumah mereka lebih mengikuti gaya yang sedang berkembang pada zaman sekarang seperti rumah bergaya minimalis modern dan hal tersebut dikarenakan lebih praktis dalam pembangunan dan juga tidak membutuhkan luas tanah yang terlalu banyak.

4. Begalan (Banyumas)

Pengertian Kearifan Lokal dan Contohnya

Selain bahasa ngapak, banyumas juga memiliki tradisi lain yaitu begalan. Begalan merupakan upacara khas Banyumas yang diadakan di pernikahan. Hal tersebut terjadi jika calon mempelai pria adalah putra sulung. Begalan adalah sebuah adat tradisi dari Banyumas, yang merupakan kombinasi antara seni tutur/lawak, dan seni tari yang diiringi dengan musik gending.

Seperti pada umumnya tari tradisiona, gerakan dalam tarian ebgalan tidak harus sesuai dengan tari tertentu atau pedoman tarian, yang paling penting tarian yang dilakukan sesuai dengan irama dari musik gending.

Untuk jumlah penari dalam begalan biasanya terdiri dari 2 orang, satu orang bertugas untuk membawa barang atau peralatan dapur yang disebut Gunareka, dan satu orang yang lain berperan sebagai pembegal atau peramok atau yang disebut dengan Rekaguna.

Barang atau peralatan yang dibawa pemain kedua adalah kipas atau ilir, kukusan, ian, pari, kekeb, saringan ampas, irus, siwur, wangkring, kendhil dan barang lainnya. Barang bawaan ini disebut dengan brenong kepang. Pembegal dalam peran disini membawa pedang kayu yang disbut dengan wlira. Untuk busana yang digunakan pemain begalan sangat sederhana, dan biasanya menggunakan pakaian khas ada jawa.

5. Kesenian Ludruk (Jawa Timur)

Ludruk adalah salah satu kearifan lokal asli yang berada di Jawa Timur. Ludruk merupakan kesenian khas Jawa timur yang biasanya dimainkan oleh kelompok kesenian diatas panggung, yang umumnya seluruh pemainnya adalah laki-laki.

Cerita ludruk biasanya berasal dari kehidupan masyarakat sehari-hari sehingga ludruk lebih mudah diterima dan disampaikan, sebenarnya ludruk bisa diceritakan menggunakan versi tema cerita lain akan tetapi kebanyakan diambil dari kehidupan sehari-hari.

Ciri khasnya adalah ludruk yang disertai dengan lawakan para pemainnya sehingga lebih bersifat menghibur. Walaupun demikian ludruk juga memmiliki pesan-pesan moral di setiap cerita yang dibawakannya.

Itulah penjelasan tentang pengertian kearifan lokal, fungsi, serta jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Send this to a friend