Pengertian Konflik Beserta Faktor Penyebab, Bentuk dan Macam-Macam Konflik

Pengertian Konflik

Kata “konflik” diambil dari bahasa Inggris, yaitu “conflict” artinya adalah perselisihan atau pertentangan. Konflik juga diambil dari kata kerja latin “configere” artinya adalah saling memukul. Secara sosiologis, konflik didefinisikan sebagai suatu proses interaksi sosial antara 2 orang atau lebih atau kelompok yang mana salah satu pihak menginginkan untuk menyingkirkan pihak lainnya untuk menjatuhkannya atau menghancurkannya.

Secara umum, Pengertian Konflik adalah suatu interaksi sosial antara dua orang atau individu atau kelompok sosial yang mana setiap pihak memiliki keinginan untuk menyingkirkan pihak lain untuk mencapai tujuannya dengan cara melakukan perlawanan berupa kekerasan atau ancaman.

Konflik berbeda dengan kompetisi. Kompetisi merupakan suatu interaksi sosial yang memiliki usaha untuk mencapai tujuannya dengan cara baik – baik. Namun, jika konflik berbeda yaitu interaksi sosial yang berkeingin untuk mencpai tujuannya dengan cara yang tidak baik seperti kekerasan dan lain sebagainya.

Pengertian Konflik Menurut Para Ahli

Pengertian Konflik

Selain penjelasan diatas mengenai pengertian konflik secara umum, ada juga beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian konflik. Berikut ini beberapa pendapat ahli, yaitu :

1. Alabaness

Seorang ahli yang bernama Alabaness, mengemukakan pendapatnya bahwa konflik merupakan suatu keadaan di dalam masyarakat dimana keteraturan sosialnya mengalami kerusakan, dan kerusakan tersebut yang memulainya adalah individu ataupun kelompok yang mana mereka tidak setuju dengan gagasan atau pendapat dari orang lain sehingga mereka membuat perubahan pada perilaku, sikap, dan tindakan mereka karena ketidaksetujuannya dengan pendapat tersebut.

2. Gillin dan Gillind (1948)

Menurut para ahli yang bernama Gillin dan Gillind, pengertian konflik adalah suatu proses sosial dimana seorang individu ataupun kelompok ingin mendapatkan tujuan mereka dengan cara menantang pihak atau orang lain dengan menggunakan kekerasan atau berupa ancaman. Singkatnya bahwa konflik merupakan perjuangan antara pihak yang saling bersaing, dan berusaha untuk mencapai tujuan, dengan menghilangkan lawan dan membuatnya menjadi tidak berdaya.

3. Taman Dan Burgess (1921)

Menurut para ahli yang bernama Taman dan Burgess, konflik merupakan suatu bentuk yang tidak sama dengan persaingan atau kompetisi. Persaingan atau kompetisi merupakan suatu perjuangan antara individu ataupun kelompok untuk mencapai tujuan tanpa adanya komunikasi dan kontak. Sedangan konflik merupakan suatu perlombaan yang mana harus terjadi kontak karena kontak merupakan kondisi yang sangat dibutuhkan di dalam konflik.

4. A.W. Hijau

Menurut A.W. Hijau, konflik merupakan hubungan sosial yang tindakan didalamnya dilakukan untuk melawan pihak lain. Dalam arti lain, konflik merupakan suatu hubungan sosial yang diartikan sebagai keinginan untuk melakukan pemaksaan atas kehendaknya pada orang lain.

5. Zein (2001)

Menurut Zein, pengertian konflik adalah sebuah perlombaan atau perdebatan yang dilakukan untuk memenangkan seseuatu. Konflik juga merupakan ketidakjujuran terhadap sesuatu, atau perdebatan, atau peperangan, argumentasi, kekacauan, keadaan yang rusuh.

Faktor Penyebab Konflik

Faktor Penyebab Konflik

Terjadinya konflik tidak hanya begitu saja terjadi. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya konflik. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya konflik, yaitu :

1. Perbedaan Setiap Individu

Perbedaan setiap individu merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya konflik, karena setiap orang atau kelompok pasti memiliki pendapat atau pandangan yang berbeda – beda. Nah, hal tersebutlah yang dapat menimbulkan terjadinya perselisihan dan kesalah pahaman sehinggan muncullah konflik.

2. Faktor Kebudayaan

Kebudayaan juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya konflik, karena kebudayaan yang berbeda – beda di dalam masyarakat sehingga konflik pun muncul. Kebudayaan yang dimiliki setiap daerah pasti mempunyai keunikannya tersendiri sehingga dapat membentuk karakter dan kepribadian seseorang.

Misalnya seperti cara berbicara orang Batak sangatlah keras, sehingga banyak orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda menganggapnya sombong atau arogan dan suka marah – marah, seperti orang Jawa.

3. Faktor Kepentingan

Faktor kepentingan juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya konflik, karena setiap orang ataupun kelompok pasti memiliki kepentingannya masing – masing, seperti dalam segi sosial, ekonomi, ataupun politik. Perbedaan kepentingan dan pendapatlah yang dapat memicu terjadinya konflik.

4. Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan hal yang positif, namun jika kurangnya keharmonisan di dalam interaksi sosial masyarakat maka akan memicu terjadinya konflik. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya ketidakharmonisan di dalam interaksi sosial masyarakat, seperti kurang pendidikan, kondisi ekonomi, kesenjangan sosial, dan lain sebaginya.

5. Perubahan Sosial

Faktor perubahan sosial juga merupakan faktor penyebab terjadinya konflik, karena setiap manusia pasti mengalami perubahan. Dan faktor yang dapat memicu terjadinya konflik ini salah satunya adalah perubahan sosial.

Bentuk dan Macam – Macam Konflik

Bentuk Konflik dan Macam - Macam Konflik

Konflik memiliki berbagai macam bentuknya. Berikut ini beberapa macam – macam konflik, antara lain :

1. Konflik Berdasarkan Pihak Yang Terlibat Di Dalamnya

Berdasarkan pihak yang terlibat, konflik dibagi menjadi 6 bentuk, yaitu :

A. Konflik dalam diri individu (conflict within the individual) yaitu konflik yang muncul karena memiliki tujuan yang berselisih atau bertentangan atau bisa karena banyaknya tugas yang harus ditinggalkan.

B. Konflik antar individu (conflict among individual) yaitu konflik yang muncul karena memiliki perbedaan kepribadian anatara individu dengan individu lainnya.

C. Konflik antar individu dan kelompok (conflict among individual and groups) yaitu konflik yang muncul karena individu atau seseorang memiliki kegagalan dalam beradaptasi dengan norma dan nilai kelompok diaman ia bekerja atau bertempat tinggal.

D. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama (conflict among groups in the same organization) yaitu konflik yang muncul karena setiap kelompok pasti mempunyai tujuan yang berbeda untuk dicapai.

E. Konflik antar organisasi (conflict among organization) yaitu konflik yang muncul karena sebuah tindakan atau perilaku anggota organisasi yang dapat menimbulkan efek negatif bagi anggota organisasi yang lainnya.

F. Konflik antar individu dalam organisasi yang berbeda (conflict among individual in different organization) yaitu konflik yang muncul karena perilaku seorang anggota oraganisasi yang memberikan efek negatif bagi anggota organisasi yang lainnya.

2. Konflik Berdasarkan Fungsinya

Konflik berdasarkan fungsinya memiliki 2 macam, yaitu :

A. Konflik konstruktif yaitu konflik yang memiliki dampak positif bagi pengembangan organisasi atau masyarakat.

B. Konflik destruktif yaitu konflik yang memiliki dampak negatif bagi pengembangan organisasi atau masyarakat.

3. Konflik Berdasarkan Posisi Seseorang didalam Struktur Organisasi

Konflik berdasarkan posisi seseorang didalam struktur organisasi dibagi menjadi 4 macam, yaitu :

A. Konflik vertikal yaitu konflik yang muncul karena adanya perselisihan antar anggota organisasi yang mempunyai jabatan tidak sama didalam organisasi.

B. Konflik horizontal yaitu konflik yang muncul karena adanya perselisihan antar anggota yang mempunyai jabatan yang sama didalam organisasi.

C. Konflik garis staf yaitu konflik yang muncul karena adanya perselisihan antar anggota organisasi yang memiliki komando dengan pejabat staf sebagai penasehat didalam organisasi.

D. Konflik peran yaitu konflik yang muncul karena adanya seorang individu yang memiliki peran lebih dari satu.

4. Konflik Berdasarkan Dampak yang Timbul

Konflik berdasarkan dampak yang timbul dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

A. Konflik fungsional yaitu konflik yang dapat memberikan keuntungan atau manfaat atau keuntungan untuk organisasi yang dapat dikendalikan dan dijalankan dengan baik.

B. Konflik Infungsional yaitu konflik yang muncul dan dapat memberikan kerugian bagi orang lain.

5. Konflik Berdasarkan Sumber Konflik

Konflik berdasarkan sumber konflik dibagi menjadi 4 macam, yaitu :

A. Konflik tujuan yaitu konflik yang muncul karena individu, kelompok, atau organisasi memiliki perbedaan.

B. Konflik peranan yaitu konflik yang muncul karena adanya peran yang dimiliki oleh seseorang yang lebih dari satu peran.

C. Konflik nilai yaitu konflik yang muncul karena nilai yang dimiliki oleh seseorang dengan kelompok atau organisasi memiliki perbedaan.

D. Konflik kebijakan yaitu konflik yang muncul karena pendapat yang dimiliki oleh individu atau kelompok berbeda dengan kebijakan yang dimiliki oleh organisasi.

6. Konflik Berdasarkan Bentuknya

Konflik berdasarkan bentuknya dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

A. Konflik realistis yaitu konflik yang muncul karena adanya kekecawaan yang dimiliki individu atau kelompok dengan tuntutannya.

B. Konflik nonrealistif  yaitu konflik yang muncul karena adanya suatu kebutuhan yang meredakan ketegangan.

7. Konflik Berdasarkan Tempat Terjadinya

Konflik berdasarkan tempat terjadinya dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

A. Konflik in-group yaitu konflik yang muncul didalam suatu kelompok atau masyarakat.

B. Konflik out-group yaitu konflik yang muncul di antara kemlompok masyarakat dengan kelompok masyarakat yang lainnya.

Demikian pembahasan pada artikel kali ini mengenai pengertian konflik, beserta faktor penyebabnya, dan juga bentuk dan macam – macam konflik. Semoga Anda dapat lebih mengerti dan memahami dengan baik apa itu konflik, serta faktor penyebabnya, dan juga macam – macam konflik tersebut. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terimakasih 🙂

Leave a Reply

Send this to a friend