Pengertian Liberalisme Beserta Sejarah, Ciri-Ciri dan Contohnya

Pengertian Liberalisme 

Pengertian liberalisme berasal dari dua kata, yakni Liber dan Isme. Liber memiliki arti kebebasan dan bukan seorang budak. Ia memiliki kebebasan atas dirinya sendiri. Sedankan Isme memiliki arti paham. Liberalisme adalah sebuah ideologi yang memiliki paham bahwa kebebasan dan hak individu adalah hal yang harus dijunjung tinggi. Tidak boleh ada satupun orang yang mengganggu kebebasan seseorang dalam paham liberalisme, termasuk pemerintah. Hak individu yang dimaksudkan adalah dalam hampir semua aspek, mulai dari politik, agama hingga yang lainnya.

Meskipun memiliki unsur kebebasan, tidak jarang paham liberalisme ini muncul di dalam sistem demokrasi sebuah negara. Kedua sistem ini memiliki kesamaan, yakni konsep kebebasan. Perbedaannya, dalam sistem demokrasi, masih ada beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh masyarakat dan bisa mempertanggungjawabkannya.

Sejarah Latar Belakang Liberalisme

Pengertian Liberalisme dan Sejarahnya

Revolusi Perancis yang terjadi pada abad ke 18 adalah satu latar belakang munculnya paham liberalisme. Ada banyak sekali kesenjangan sosial yang terlihat di Prancis. Masyarakat kaya dan bangsawan diperlakukan layaknya dewa, sedangkan rakyat miskin tidak dianggap dan diacuhkan seperti hewan. Prancis pada masa itu masih memiliki penggolongan dan memberikan previlage kepada beberapa orang.

Hanya orang yang menjadi bagian keluarga kerajaan atau pemuka agama yang bisa merasakan kenyamanan kehidupan. Rakyat lain harus patuh pada dua golongan ini karena mereka dianggap tidak layak untuk satu derajat dengan keluarga kerajaan dan keluarga pemuka agama. Golongan terjajah inilah yang menuntut untuk diadakan revolusi kebebasan. Mereka menuntut bahwa mereka juga harus mendapatkan kemerdekaan dan kebebasan yang sama seperti keluarga kerajaan.

Tahun 1776, terjadi peristiwa penandatanganan Declaration of Independence. Deklarasi ini ditandatangi oleh 13 daerah koloni Inggris yang ada di Amerika Utara. Dengan adanya deklarasi ini, 13 daerah tersebut menjadi bebas dari penjajahan Inggris dan berganti nama menjadi Amerika Serikat.

Akhirnya pada tahun 1789, terjadilah sebuah revolusi yang melahirkan golongan liberal. Golongan ini menganut paham bahwa semua orang berhak untuk menikmati kebebasan dalam semua aspek. Liberalisme mulai bisa diterima oleh masyarakat dan akhirnya menyebar di seluruh Eropa. Banyak negara yang akhirnya menggunakan sistem ini untuk mendukung kebebasan hak dan berpendapat warganya.

Kebebasan individu atau liberalisme ini juga memiliki sebuah jaminan, yakni Magna Charta tahun 1215. Piagam ini berisi tentang semua orang tidak boleh ditangkap, dikejar ataupun disiksa tanpa alasan. Mereka juga tidak boleh diasingkan atau diambil hartanya tanpa ada alasan hukum yang kuat. Sayangnya, piagam ini mencantumkan bahwa semua orang yang dimaksud tidak termasuk seorang budak. Budak dianggap menjual dirinya kepada tuannya, sehingga tidak bisa diilindungi menggunakan Magna Charta.

Ciri-Ciri Ideologi Liberalisme

Pengertian Liberalisme dan Ciri-Cirinya

Ada beberapa hal yang bisa dijadikan penanda apakah sebuah negara menggunakan ideologi liberalisme atau tidak, yakni:

1. Semua orang memiliki hak dan kesempatan yang sama

Ciri ideologi liberalisme ini adalah nilai pokok yang wajib dan harus ada dalam sebuah pemahaman liberalisme. Ciri ini biasa dikenal dengan nama Hold The Basic Equality of All Human. Semua manusia akan diperlakukan sama dalam semua aspek.

Hal ini berarti bahwa semua orang bisa melakukan apa yang mereka inginkan sesuai dengan kemampuan dan keinginan. Tidak ada yang boleh membatasi keinginan tersebut. Persamaan hak dan kesempatan ini tidak menghasilkan hasil yang sama. Hasil akhir sebuah usaha tentu masih bergantung pada individu masing-masing.

2. Semua orang memiliki hak untuk diperlakukan sama

Treat the Others Equally adalah perlakuan yang sama untuk semua orang. Semua manusia berhak untuk mendapatkan pelayanan yang sama, apabila memberikan hal yang sama besarnya. Hal ini bisa diterapkan dalam berbagai macam bidang, mulai dari ekonomi, politik hingga yang lainnya. Mereka juga harus dihargai pendapatnya, karena memiliki hak yang sama untuk berpendapat dan mengutarakan pemikiran.

3. Negara adalah alat untuk mewujudkan tujuan umum

Sebagian besar negara besar yang menganut paham liberalisme, hanya akan dianggap sebuah alat bagi rakyatnya. Negara adalah sebuah media yang digunakan untuk mewujudkan tujuan besar dan bersama dari para rakyat. Mereka menganggap bahwa sebuah negara adalah mekanisme teratur yang bisa membantu mereka mencapai apa yang mereka inginkan.

4. Memiliki aturan yang harus dipatuhi

The Rule of Law ini adalah hak-hak kebebasan dan persamaan kedudukan di mata hukum. Baik itu orang kaya maupun orang miskin, seharusnya bisa mendapatkan kedudukan yang sama apabila berurusan dengan hukum. Hukum yang diterapkan dalam setiap negara ini juga ditujukan agar masyarakatnya terjaga haknya.

5. Tidak adanya paham dogmantisme

Paham Dogmantisme adalah paham yang memegang sebuah kepercayaan. Dalam paham dogmantisme, semua hal yang melanggar aturan dalam kepercayaannya harus ditentang. Ajaran dogmantisme ini tidak bisa diterima di dalam ajaran atau paham liberalisme sebuah negara.

Contoh Liberalisme di Indonesia

Contoh Liberalisme di Indonesia

Indonesia bukanlah negara liberalisme, karena ideologi yang digunakan dalam negara kita adalah Ideologi Pancasila. Tapi ada beberapa contoh yang bisa membuat Anda semakin paham tentang apa yang harus dilakukan dalam paham liberalisme. Di Amerika Serikat, seorang warga biasa boleh memiliki senjata tajam dan senjata api seperti pistol. Hal ini dianggap sebagai sebuah bentuk perlindungan diri. Meskipun boleh untuk memilikinya, masyarakat dilarang untuk membawanya ke tempat keramaian seperti di bandara maupun kereta api.

Contoh lain adalah dalam beragama. Sebuah negara liberalisme tidak menuntut warganya untuk memiliki sebuah agama. Misalnya seorang warga negara tidak memiliki keyakinan apa agama yang harus ia anut dan memilih untuk tidak beragama, maka hal ini diperbolehkan oleh negara. Negara tidak mewajibkan warganya untuk memiliki satu agama tertentu. Hal ini dianggap sebagai salah satu bentuk kebebasan berpendapat dan mengekspresikan diri.

Dalam negara liberalisme, kepentingan negara lebih penting daripada kepentingan warga negara atau individu. Misalnya saja ada seorang warga negara yang tidak mampu dan hidup dalam garis kemiskinan. Warga tersebut sakit dan butuh berobat. Warga negara ini akan ditanggung jaminan kesehatannya apabila menurut negara penting untuk mengobatinya. Kalau negara berpendapat bahwa masih ada kepentingan negara yang harus dipenuhi, maka negara bebas menentukan akan membantu warga tersebut atau tidak.

Beberapa contoh diatas tentu membuat Anda semakin paham tentang apa yang dimaksud liberalisme. Ada beberapa keuntungan bagi negara dan individu apabila menggunakan paham liberalisme, misalnya saja masyarakat bisa mengasah kemampuan dan kreasinya tanpa menunggu perintah dari pemerintah.

Mereka juga bebas untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri. Tapi ada juga beberapa kekurangan, misalnya saja sulit mendapatkan uang karena sengitnya persaingan dan sering terjadi monopoli dalam pasar. Warga yang berseteru akan disuruh untuk menyelesaikan permasalahannya secara baik-baik terlebih dahulu. Apabila tidak terlalu penting, pemerintah tidak akan membawanya ke jalur hukum. Ini adalah salah satu kelemahan yang diterima oleh masyarakat apabila menggunakan paham liberalisme dalam sebuah negara.

Sekian pembahasan mengenai pengertian Liberalisme beserta sejarah, ciri-ciri dan contoh Liberalisme yang berkembang di Indonesia. Semoga bermanfaat dan mudah dipahami!

Leave a Reply

Send this to a friend