Pengertian Mesin Fotocopy Beserta Sejarah, Fungsi dan Cara Kerjanya

Pengertian Mesin Fotocopy

mesin-fotocopy

Sebuah mesin fotocopy atau juga dikenal dengan nama photocopier di negara asalnya Amerika Serikat, adalah sebuah mesin yang fungsinya untuk membuat salinan-salinan dokumen dan gambar visual ke dalam kertas atau film plastik dengan proses yang cepat dan biaya yang murah.

Sebagian besar mesin fotocopy modern menggunakan teknologi yang dinamakan xerography, yaitu sebuah dry-process (proses dalam kondisi kering) yang menggunakan listrik elektrostatis di atas photoreceptor peka cahaya untuk menarik dan memindahkan partikel toner yang berupa serbuk (powder) ke atas kertas dengan bentuk yang sesuai dengan ‘image‘ (yang disalin). Panas, tekanan, atau kombinasi keduanya kemudian dimanfaatkan untuk menyatukan toner ke dalam kertas.

Sejarah Mesin Fotocopy

Sejarah Mesin Fotocopy

Chester Floyd Carlson (8 Februari 1906 – 19 September 1968) adalah seorang fisikawan, penemu, serta pengacara kebangsaan Amerika yang lahir di Seattle, Washington. Penemuan terbaik beliau adalah tentang proses electrophotography, sederhananya, proses penyalinan kering (dry-writing) sebagaimana yang dihasilkan dengan menggunakan proses mimeograph.

Teknologi yang ditemukan beliau ini dalam perkembangannya dinamakan xerography, sebuah istilah yang secara literal berarti ‘dry writing‘ (‘menulis kering’), karena konsepnya memang berbeda dengan proses menulis atau menyalin dengan tinta basah ataupun cairan kimia basah. Xerography berasal dari bahasa Yunani, radical xeros (artinya kering) dan graphos (artinya menulis). Penemuan beliau ini merombak paradigma penyalinan dokumen atau penulisan ulang dokumen, yang selajutnya menjadi proses yang kita kenal dalam terminologi fotocopy saat ini.

Teknologi temuan pak Carlson ini dipatenkan pada tanggal 6 Oktober 1942. Selama beberapa tahun setelah itu, beliau berusaha menyempurnakan hasil temuannya itu. Mesin electrophotography sangat berguna namun pada masa itu tidak diminati banyak orang, karena dianggap tidak memiliki prospek yang menguntungkan di masa depan.

Karena keadaan yang tidak mendukung tersebut, pak Carlson terpaksa selama bertahun-tahun lamanya hanya berjualan konsep saja agar ‘mesin fotocopy’-nya tersebut laku dijual. Perusahaan raksasa berbasis teknologi pada saat itu pun tidak mampu melihat masa depan pada mesin temuan pak Carlson ini, di antaranya Kodak, IBM, dan General Electric, mereka menolaknya.

Ketika sedang berada di titik nadir, pak Carlson mendapat mitra pertamanya yaitu Batelle Memorial Institute, sebuah perusahaan sains dan pengembangan teknologi non-profit yang bermarkas di Columbus, Ohio, AS. Institusi tersebut bersedia memberikan suntikan dana untuk modal usaha serta biaya riset dan pengembangan yang sedang dikerjakan pak Carlson terhadap teknologi electrophotography temuannya tersebut.

Setelah beberapa waktu bekerja sama, mereka berhasil meyakinkan The Haloid Photographic Company dari New York, sebuah perusahaan teknologi kelas menengah pada saat itu. Inilah sejarah diubahnya nama electrophotography menjadi xerography, pengubahan nama yang dilakukan oleh Haloid Company tersebut karena alasan untuk meningkatkan nilai jual teknologi tersebut.

Haloid mengubah namanya menjadi Haloid Xerox pada 1958. Perusahaan Xerox mengalami keunggulan pada 1959, yaitu ketika memperkenalkan Xerox 914, mesin fotocopy otomatis komersial pertama yang menggunakan teknologi xerography yang dilengkapi dengan tombol. Pada iklannya, Xerox menampilkan seekor monyet yang mengoperasikan mesin ini yang dengan begitu mudahnya menggunakan tombol pada mesin ini.

Nama Xerox 914, merujuk pada kemampuan mesin tersebut untuk menyalin dokumen kertas berukuran 9 inci x 14 inci (229 mm x 356 mm). Xerox 914 mampu melakukan pekerjaan fotocopy hingga 100 ribu kertas per bulan. Di puncak kepopulerannya Xerox 914 mencetak keuntungan untuk perusahaan sebesar US$ 60 juta.

Pada tahun 1960, fasilitas riset xerography bernama Wilson Center for Research and Technology dibuka di Webster, New York.

Pada tahun 1961 nama perusahaan dirombak lagi namanya menjadi Xerox Corporation.

Pada tahun 1963, Xerox memperkenalkan Xerox 813, mesin fotocopy desktop pertama, sebagai realisasi dari visi pak Carlson bahwa mesin fotocopy dapat muat di meja kerja siapa saja.

Tahun 1971, Xerox memperkenalkan Xerox 6500, mesin fotocopy berwarna pertama. Lalu disusul Xerox 3600, 7200, 9200, 9400, dan 9500. Xerox 9400 mampu mengerjakan penyalinan dokumen secara auto-duplex. Pada Xerox 9500 ditambahkan fitur zoom reduction dan kontrol lightness/darkness secara elektronik.

Pada tahun 1977, mengikuti perkembangan teknologi laser printer oleh IBM, Xerox merilis Xerox 9700.

Tahun 1981, Xerox mulai mengedepankan sistem laser printing pada 5700, ukurannya lebih kecil daripada 9700. Pada tahun ini juga Xerox merilis mesin ketik elektronik dengan memory, diberi nama Memorywriter.

Tahun 1990, dalam pengembangan mesin fotocopy digital Xerox mengungguli pesaingnya dari sisi teknis. Pada tahun ini, Xerox merilis DocuTech Production Publisher Model 135, pengantar ke teknologi baru print-on-demand. Mesin fotocopy digital secara esensial terintegrasi dengan printer laser kelas high-end dan scanner. Segera setelah itu, fitur tambahan lainnya seperti network printing dan faxing ditambahkan pada model lainnya.

Tahun 2004, pada peringatan Xerox yang ke-45, lebih dari 200.000 unit Xerox 914 yang dibuat di seluruh dunia pada kisaran tahun 1959-1976 dihentikan penggunaannya.

Sampai saat ini, walaupun sudah ada teknologi laser printer sudah semakin canggih, namun teknologi fotocopy dengan sistem xerography juga masih banyak digunakan di industri percetakan dan di lingkungan perkantoran, dimana kebutuhan akan duplikasi dokumen menjadi hal yang urgent, di samping itu juga karena biaya operasionalnya yang murah.

Fungsi Mesin Fotocopy

Secara umum, kegunaan mesin fotocopy adalah untuk melakukan penyalinan dokumen menggunakan teknologi xerography ataupun laser printer. Namun, pada praktiknya kegunaan mesin fotocopy dapat didefinisikan ke dalam beberapa sudut pandang yang berbeda, di antaranya sebagai berikut.

  1. secara sudut pandang global, mesin fotocopy merupakan alat elektronik yang mampu menggandakan dokumen atau ilustrasi dengan memanfaatkan panas, cahaya, dan bahan kimia serta muatan listrik statis.
  2. dari sudut pandang perkantoran, mesin fotocopy merupakan perangkat perkantoran yang dapat membuat salinan dokumen dengan media kertas seperti buku, surat berharga, foto, dan lain-lain, yang proses penyalinannya menggunakan teknologi xerography (dry-writing).
  3. dari sudut pandang bisnis, mesin fotocopy merupakan mesin penyalin dokumen yang memiliki keunggulan biaya operasional yang terjangkau, kecepatan penyalinan yang relatif cepat, usia perangkat yang tahan lama, dan bisa diinvestasikan dalam jangka panjang.

Cara Kerja Mesin Fotocopy

Berikut ini secara urut empat (4) tahapan cara kerja mesin fotocopy dengan teknologi xerography.

Cara Kerja Mesin Fotocopy

  1. Charging, drum silinder secara elektrostatis di-charge dengan perangkat listrik tegangan tinggi yang disebut corona wire, sesaat setelah itu drum akan akan terselimuti dengan material photoconductive, yaitu semiconductor yang menjadi konduktif ketika ditemukan dengan cahaya.
  2. Exposure, sebuah lampu yang sangat terang mengiluminasi dokumen asli, dan area putih pada dokumen asli tersebut direfleksikan ke permukaan drum yang sudah terselimuti dengan material photoconductive tadi. Area yang tidak terpapar cahaya (black area) tidak akan di-charge.
  3. Developing, toner diisi, saat diaplikasikan dari drum sesuai dengan image (dari dokumen asli), ia akan tertarik dan menempel di black-area yang tidak di-charge tadi, sebagaimana kertas yang menempel pada plastik yang teraliri listrik statis.
  4. Transfer, sebagai hasilnya toner pada permukaan drum akan berpindah dari drum ke bagian kertas yang lebih besar area negatif-nya (black area) tadi.

Demikian sekilas tentang pengertian mesin fotocopy, sejarah singkat xerography, serta teknis cara kerja mesin fotocopy. Semoga bermanfaat dan mudah dipahami.

Leave a Reply

Send this to a friend