Ketahui Pengertian Narrative Text, Tujuan, Struktur dan Unsurnya, Yuk di Simak!

Pengertian Narrative Text

Kata “narrative” (bahasa Inggris) artinya ‘a series of events’ atau “narasi” (bahasa Indonesia) artinya ‘serangkaian peristiwa’. Sedangkan “text” (bahasa Inggris) atau “teks” (bahasa Indonesia) artinya ‘tulisan’.

Jadi arti narrative text atau teks narasi ialah suatu jenis teks yang berisi tentang serangkaian peristiwa, cerita-cerita khayalan (fiksi), cerita dongeng, ataupun berasal dari kisah nyata namun didalam ceritanya di tambahi unsur rekayasa.

Narrative text merupakan cerita dengan peristiwa kronologis dari awal cerita sampai akhir cerita saling berhubungan antara peristiwa dengan peristiwa lain yang dapat disajikan dengan tulisan bisa juga menggunakan gambar animasi (bergerak) ataupun bisa di sajikan secara lisan.

Pengertian Narrative Text Adalah

Tujuan Narrative Text

Tujuan umum dibuatnya narrative text ialah untuk menghibur pembaca. Dengan dimasukkannya unsur-unsur tambahan didalam sebuah teks narasi seperti membuat konflik serta alur cerita yang tidak mudah untuk ditebak oleh pembaca maka pembaca akan menikmati bacaan serta akan semakin penasaran kelanjutan ceritanya sampai akhir.

Struktur Narrative Text

Struktur Narrative Text

Narrative text mempunyai beberapa struktur kebahasaan. Struktur ini merupakan salah satu faktor yang membedakan narrative text dengan dengan jenis teks yang lainnya. Dengan adanya struktur ini kita bisa membuat cerita semakin bagus seperti cara penyusunan cerita yang menarik dari sisi pembaca, membuat kerangka cerita yang menarik dan sebagainya.

Berikut ini adalah struktur dari narrative text beserta penjelasannya secara ringkas:

1. Orientasi

Orientasi adalah bagian pertama dari sebuah narrative text. Pada bagian ini diletakkan di awal cerita atau bisa juga di paragraf pertama. Disini para tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita akan diperkenalkan kepada para pembaca atau pendengar bagaimana karakter masing-masing, setting dari ceritanya, latar tempat dan waktu.

Pada bagian orientasi di tulis dengan singkat dan jelas agar dapat dengan mudah menjawab beberapa pertanyaan awal seperti Who (siapa), What (apa), Where (dimana), dan When (kapan). Misalnya pertanyaan siapakah tokoh utama dari cerita? Maka dengan membaca bagian orientasi para pembaca sudah dapat menjawab pertanyaan tersebut.

2. Komplikasi

Komplikasi ialah bagian kedua setelah bagian orientasi. Pada bagian ini muncullah konflik-konflik dalam ceritanya sehingga mulai membuat penasaran para pembaca, karena pada bagian ini merupakan bagian yang cukup menarik bagi pembaca agar teks narasinya tidak flat, ceritanya tidak datar dan tidak membosankan.

Tidak hanya ada satu problem jika ingin memasukkan beberapa problem sekaligus juga diperbolehkan dalam teks narasi. Hal tersebut bertujuan untuk memperdalam cerita menjadikan konfliknya menjadi kompleks sehingga karakter-karaker dari tokoh yang terlibat semakin menarik. Biasanya problem yang terjadi selalu melibatkan tokoh utama dari cerita.

Namun tidak menutup kemungkinan masalah yang terjadi tidak semuanya tentang tokoh utama. Biasanya jika tidak melibatkan tokoh utama masalanya tidak terlalu berat ataupun tidak terlalu diperdalam dalam cerita.

3. Resolusi

Resolusi adalah bagain yang cukup penting dalam cerita. Pada bagian ini, konflik-konflik yang terjadi di bagian komplikasi mulai dapat diselesaikan dengan adanya solusi-solusi. Adanya solusi atau jalan keluar dari masalah-masalah yang terjadi tidak selalu berakhir dengan baik dan happy, ada juga solusi yang buruk serta menyedihkan.

Dalam penyelesaian masalah atau solusi yang dibuat dalam narrative text harus dibuat lebih kreatif agar pembaca merasa puas dan merasa terbayarkan atau lega atas semua konflik yang terjadi sebelumnya.

Selain kedua solusi diatas ada juga solusi yang tidak bisa mengatasi semua masalah dengan tuntas dengan kata lain solusinya tidak berakhir baik ataupun buruk. Tetapi ceritanya menjadi menggantung sehingga membuat pembaca menjadi penasaran dan ada juga pembaca yang merasa kesal.

Namun jika solusi yang dibuat oleh penulis menggantung tujuannya ialah agar minat pembaca untuk membaca cerita semakin meningkat dan tetap dipertahankan. Atau di sisi lain sang penulis mungkin menginginkan imajinasi dari para pembaca bisa lebih ditingkatkan. Namun resolusi bukanlah bagian ending dari cerita, melainkan jalan untuk berakhirnya cerita.

4. Koda

Koda adalah bagian terakhir dari teks narasi, terletak di bagian akhir dan paragraf terakhir dari cerita. Pada bagian koda penulis bisa membuat akhir ceritanya happy ending atau malah sad ending. Koda bersifat optional atau pilihan dari sang penulis.

Terkadang jika akhir cerita dibuat sad ending banyak pembaca yang merasa tidak puas akan ceritanya namun perlu anda ketahui tidak semua cerita selalu berakhir baik jadi apapun akhir dari ceritanya cobalah untuk menerimanya dan berpikirlah lebih luas lagi bahwa dalam cerita narrative text itu hanyalah cerita yang bersifat fiksi tidak nyata.

Di bagian akhir penulis juga bebas memilih apakah ingin membuat suatu re-orientasi atau tidak. Re-orientasi biasanya berisi pesan-pesan moral atau pelajaran-pelajaran bermanfaat yang dapat kita ambil dari cerita teks narasi tersebut. Re-orientasi juga bersifat optional atau pilihan dari sang penulis.

Unsur Kebahasaan Narrative Text

unsur narrative text

Selain dari strukturnya, penulisan nerrative teks juga memiliki ciri khas berdasarkan unsur kebahasaannya. Dalam penulisan narrative text tidaklah sembarangan tetapi memiliki aturan-aturan yang harus diikuti.

Dalam penulisan kebahasaannya terdiri dari beberapa unsur atau ciri khas yaitu sebagai berikut:

1. Menggunakan kalimat bentuk lampau (past tense)

Hal yang umum untuk membedakan apakah jenis teks tersebut teks narasi atau bukan dapat di lihat dari penggunaan kalimat past tense. Dalam penulisan narrative text pasti selalu menggunakan kalimat-kalimat past tense (lampau), baik itu bentuk past perfect continous tense, past continous tense ataupun simple past tense. Bentuk past tense dipakai dikarenakan cerita narrative text ini adalah serangkaian perisiwa yang terjadinya di waktu lampau atau bukanlah cerita yang nyata.

2. Menggunakan kata penghubung (Conjunction)

Unsur kedua dalam kebahasaan narrative text ialah dil ihat dari penggunaan kata penghubung. Kata penghubung atau dalam bahasa inggris disebut sebagai conjunction dibutuhkan dalam penulisan narrative text agar ceritanya lebih mudah dipahami dan lebih tersusun secara berurutan sehingga pembaca tidak bingung membacanya. Disamping fungsinya sebagai penyambung kata, kalimat maupun paragraf.

3. Menggunakan kalimat langsung (direct sentence)

Unsur yang ketiga ialah penggunaan kalimat langsung dalam narrative text. Dalam penulisan narrative text menggunakan kalimat tidak langsung (indirect sentences) dan juga kalimat langsung (direct sentences). Penggunaan kalimat langsung disini bertujuan agar cerita dapat lebih menarik dan pembaca dapat membayangkan jika yang berbicara tersebut ialah si tokoh aslinya. Sehingga adanya imajinasi dari sang pembaca terhadap ceritanya.

4. Terfokus kepada satu tokoh

Dalam cerita narrative text selalu menceritakan mengenai tokoh utama, adapun kejadian atau peristiwa yang terjadi biasanaya selalu melibatkan atau dengan kata lain inti dari ceritanya selalu berhubungan dengan tokoh utamanya. Biasanya dalam penulisan teks narasi sebagai kata ganti tokoh utamanya digunakan kata I, she, he, ataupun we.

Contoh dari narrative text ialah kisah putri salju (Snow White), Cinderella, Timun Mas dan lain sebagainya.

Sekian isi artikel yang meliputi pengertian narrative text, tujuan, struktur dan unsurnya. Semoga dengan membaca artikel ini dpaat menambah wawasan kamu mengenai narrative text.

Leave a Reply

Send this to a friend