Pengertian Outsourcing Beserta Manfaat, Kelebihan dan Kekurangannya

Pengertian Outsourcing

Berdasarkan Undang-Undang No.13 Tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan, alih daya (outsourcing) dikenal dengan penyediaan jasa tenaga kerja yang diatur dalam pasal 64, 65 dan 66. Di dunia Psikologi Industri, seorang karyawan 0utsourcing ialah karyawan yang di kontrak yang direkrut atau dipindahkan dari sebuah perusahaan khusus penyedia jasa tenaga kerja outsourcing (alih daya).

Umumnya pengertian outsourcing ialah tindakan yang dibuat oleh sebuah perusahaan saat menyerahkan beberapa kegiatan/aktivitas kepada pihak-pihak luar tertentu (outside provider). Tindakan pengalihan tersebut, hak-hak serta kewajiban yang dimiliki oleh pihak masing-masing harus direkam dan sebagai bukti adanya sebuah kontrak kerjasama yang berlaku.

Dalam menyelesaikan masalah dalam perusahaan atau untuk mendukung tujuan serta sasaran kegiatan bisnis, biasanya perusahaan sering beralih ke utsourcing. Pada kerjasama tersebut pihak perusahaan dan outside provider mempunyai kedudukan yang sama/setara bukan sebagai bawahan dan atasan.

Manfaat dan Tujuan Outsourcing

Manfaat dan Tujuan Outsourcing

a. Manfaat Outsourcing

Dengan adanya sistem outsourcing tentu memiliki manfaat bagi beberapa belah pihak baik itu penyedia jasa outsourcing maupun bagi perusahaan penerimanya. Namun ada juga beberapa manfaat dari outsourcing yang dibedakan dalam beberapa kategori yaitu, manfaatnya bagi pemerintah, bagi pekerja dan masyarakat, bagi industri serta manfaat strateginya secara umum.

1. Manfaat outsourcing bagi pemerintah

  • Bisa membantu mengembangkan serta mendorong pertumbuhan ekonomi baik bagi masyarakat maupun Nasional
  • Dalam bidang kegiatan koperasi dan juga usaha kecil dapat dibina dan dikembangkan
  • Dapat mengurangi beban pemerintahan kabupaten/kota dalam hal menyediakan fasilitas umum, misalnya : listrik, air, transportasi serta pelaksanaan ketertiban umum

2. Manfaat outsourcing bagi pekerja dan masyarakat

  • Dapat mengembangkan infrastruktur sosial dalam masyarakat, disiplin, budya kerja serta peningkatan kemampuan ekonomi
  • Aktivitas industri di daerah dapat mendorong suatu kegiatan ekonomi penunjang dalam lingkungan masyarakat, misalnya : warung makan, adanya pasar, sarana transportasi
  • Dapat meningkatkan kemampuan serta budaya perusahaan dalam ingkungan masyarakat
  • Dapat mencegah urbanisasi dan mengurangi pengangguran

3. Manfaat outsourcing bagi industri

  • Dapat mengurangi beban keterbatasan lahan agar mengembangkan suatu perusahaan di area industri
  • Dapat meningkatkan fleksibilitas dalam hal pengembangan suatu produk baru dan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi agar perusahaan bisa berkonsentrasi dalam pengembangan teknologi baru dan produk baru
  • Meningkatkan daya saing suatu perusahaan dengan efisiensi dalam hal penggunaan fasilitas dengan teknologi yang cepat berkembang
  • Produk yang telah stabil dengan menggunakan teknologi lama dapat dikembangkan di outsourcing (perusahaan mitra)

4. Manfaat Strategi Outsourcing secara umum

  • Dapat meningkatkan fokus dari perusahaan terhadap bisnis inti
  • Dapat mempercepat dalam hal proses adaptasi terhadap suatu perubahan bisnis
  • Dapat memecahkan suatu problem yang sulit untuk dikendalikan atau dikelola
  • Sumber daya manusia yang ada bisa digunakan untuk kebutuhan yang lebih tepat atau strategis
  • Mengendalikan dan mengefisiensikan biaya operasional
  • Memungkinkan untuk penghematan dana kapital
  • Memperoleh sumber daya manusia yang lebih profesional dan sesuai dengan bidangnya

b. Tujuan Outsourcing

Tujuan dibuatnya kebijakan outsoucing ialah sebagai berikut :

  • Agar fokus terhadap kompetensi bisnis utama
  • Agar menghemat dan mengendalikan biaya operasional
  • Mengurangi resiko
  • Memanfaatkan kompetensi dari vendor outsourcing
  • Untuk meningkatkan efisiensi serta memperbaiki pekerjaan yang bersifat Non-Core Business
  • Agar perusahaan menjadi lebih gesit dan ramping dalam hal merespon pasar

Kelebihan dan Kekurangan Outsourcing

Kelebihan Outsourcing

Penggunaan outsourcing dalam perusahaan tentunya memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Berikut ini ialah kelebihan dan kekurangannya :

a. Kelebihan Outsourcing

  1. Perusahaan lebih terfokus pada bisnis utamanya
  2. Perusahaan tidak repot dalam menyediakan fasilitas, asuransi kesehatan, dan tunjangan  makan
  3. Mengurangi resiko yang akan terjadi di masa yang akan datang terhadap ketidakpastian bisnis dengan cara membatasi jumlah dari karyawan perusahaan
  4. Kompetensi perusahaan outsourcing lebih baik di bidangnya, karena itu merupakan core business-nya
  5. Membagi resiko usaha, artinya resiko bidang pekerjaan perusahaan penerima jasa outsourcing dapat ditangani oleh perusahaan penyedia outsourcing)
  6. Meningkatkan efisiensi serta perbaikan terhadap pekerjaan yang bersifat non-core
  7. Menggunakan sumber yang ada demi aktivitas yang lebih baik dan strategis
  8. Mempercepat keuntungan dari teknologi baru (re-engineering)
  9. Termasuk kepada kemampuan kelas dunia
  10. Dapat mengurangi beban dalam proses rekuitmen karena telah diseleksi oleh perusahaan penyedia ahli daya
  11. Menghemat anggaran dalam pemberian pelatihan, karena karyawan outsourcing biasanya telah memiliki kemampuan yang spesifik sesuai yang dibutuhkan oleh perusahaan penerima outsourcing

b. Kekurangan Outsourcing

Setiap sistem pasti memiliki kelebihan selain itu ada juga kekurangannya begitu juga dengan sistem outsourcing, walaupun memiliki banyak kelebihan namun masih memiliki sisi negatifnya. Adapun kekurangan yang harus diperhatikan serta dipertimbangkan sebelum menggunakan jasa outsourcing adalah sebagai berikut :

  1. Apabila masa kontrak kerjanya pendek, butuh waktu untuk merekrut karyawan  lagi. Jadi kurang efektif apabila hanya merekrut tenaga outsorcing yang masa kerjanya pendek, karena transisi karyawan untuk menyesuaikan tugasnya butuh waktu.
  2. Dapat ketergantungan kepada sistem outsourcing, tetapi tergantung dari kesepakatan antarperusahaan dengan penyedia outsourcing (penyedia jasa alih daya). Baik itu berkaitan dengan bentuk kegiatan, harga dan lain sebagainya.
  3. Membutuhkan sistem keamanan yang tinggi jika ingin data terjaga dengan aman.
  4. Rentannya terjadi kebocoran pada rahasia perusahaan jika menempatkan tenaga alih daya (outsourcing) di bagian pekerjaan yang banyak berkaitan dengan data rahasia perusahan. Ditakutkan nantinya adanya hal yang tidak diinginkan seperti meretas, meniru atau bahkan menjual ke pihak lain. Sehingga hal ini berkaitan dengan dibutuhkannya sistem keamanan yang tinggi.
  5. Perusahaan dapat kehilangan keterampilan lintas fungsionalnya, dikarenakan adanya penugasan oleh pihak lain. Contohnya ialah apabila dalam penanganan aplikasi tertentu yang membutuhkan penanganan cepat dan khusus, perusahaan harus menghubungi penyedia jasa outsoucing terlebih dahulu atau vendor.
  6. Perusahaan dapat kehilangan pengawasan dan kendali pada pemasok. Misalnya pada bidang pekerjaan tertentu, perusahaan menjadi lebih ketergantungan dengan outsourcing sehingga dalam mengambil alih kembali kendali sistem yang berjalan akan lebih susah dikarenakan membutuhkan tenaga atau skill khusus dan juga waktu.

Contoh Outsourcing

Contoh Outsourcing

Pada bidang pekerjaan outsourcing (alih daya) yang akan dipindahkan ke perusahaan lain harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu :

  • dilakukan secara terpisah dengan kegiatan utama
  • merupakan kegiatan penunjang dari perusahaan secara keseluruhan
  • dilakukan berdasaran perintah langsung maupun tidak langsung dari pemberi pekerjaan
  • tidak menghambat dalam hal proses produksi yang terjadi secara langsung

Inti dari syarat tersebut yang paling penting ialah, karyawan outsourcing hanya direkrut untuk melakukan pekerjaan di luar pekerjaan inti dari perusahaan pengguna jasa outsourcing dan sesuai dengan kemampuan spesifik yang ia miliki.

Berdasarkan Undang-Undang No.13 tahun 2003 yaitu pasal 66 ayat 1, contoh bidang pekerjaan untuk alih daya (outsourcing) yaitu :

  • Usaha penyedia tenaga keamanan (security atau satpam)
  • Usaha pelayanan untuk kebersihan (cleaning service atau office boy)
  • Usaha penyedia makanan (catering) untuk pekerja/buruh
  • Usaha penyedia angkutan (supir) untuk pekerja/buruh
  • Usaha jasa penunjang bagi pertambangan dan perminyakan

Menurut beberapa pendapat lain ada juga beberapa pekerjaan lain bagi alih daya yaitu petugas call center, (facility management) petugas managemen fasilitas atau operator alat atau mesin tertentu, pekerja pabrik, entry data.

Leave a Reply

Send this to a friend