Pengertian Seni Tari Beserta Fungsi, Unsur-Unsur dan Contoh Seni Tari

Pengertian Seni Tari

Banyak sekali jenis – jenis seni, salah satunya adalah seni tari. Secara umum, Seni Tari merupakan sebuah seni yang mana gerakan dari tubuh yang akan digunakan dan dilakukan sesuai irama serta ditampilkan pada tempat tertentu serta waktu yang telah ditentukan dengan maksud menyampaikan maksud, pikiran, pesan serta mengekspresikan perasan. Tarian adalah perpaduan atau penggabungan dari beberapa unsur, yaitu raga, irama, dan juga rasa.

Pengertian Seni Tari Menurut Para Ahli

Pengertian Seni Tari

Selain penjelasan diatas mengenai pengertian seni tari, ada juga beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang pengertian seni tari. Berikut ini beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya, yaitu :

1. Judith Mackrell

Menurut seorang ahli yang bernama Mackrell yang juga merupakan penulis di berbagai artikel yang berhubungan dengan seni gerak tubuh, mengatakan bahwa seni tari merupakan gerakan tubuh yang ritmis, yang beriringan dengan musik dan dilaksanakan didalam sebuah ruang, yang mana memiliki tujuan agar dapat mengekspresikan emosi atau ide, melepaskan energi, atau hanya untuk bersenang – senang saja.

2. Irmgrad Bartenieff dan Forrestine Paulay

Menurut para ahli yang tergabung didalam Lomax’s Performance Style Project pada tahun 1965 yang bernama Bartenieff dan Paulay, mengemukakan bahwa seni tari merupakan bentuk seni yang ekspresionostis yang memberikan gambaran dari reaksi jiwa seorang individu terhadap masalah dan konflik yang ada di dunia modern ini.

3. Hawkins

Menurut seorang ahli yang bernama Hawkins, mengatakan bahwa seni tari merupakan sebuah ekspresi dari perasaan seorang manusia yang diartikan ke dalam sebuah imajinasi dalam bentuk media yang bergerak sehingga gerakan tersebut merupakan sebuah simbolis dari ungkapan si pencipta.

4. Drs. I Gede Ardika

Menurut seorang ahli yang bernama Drs. I Gede Ardika, mengemukakan bahwa seni tari merupakan sesuatu yang mampu dijadikan satu ke dalam beberapa hal sehingga orang – orang mampu menyesuaikan diri dan meluruskan cara pandang mereka masing – masing.

5. H’Doubler

Menurut seorang ahli yang bernama H’Doubler, mengemukakan bahwa seni tari merupakan sebuah ekspresi dari gerak secara ritmis dari sebuah keadaan perasaan yang dinilai secara estetis, yang mana lambang dari gerakaannya dirancang secara sadar untuk kepuasan dan kenikmatan dari pengalaman, berkomunikasi, ungkapan, dan dari sebuah penciptaan bentuk.

Fungsi Seni Tari

Fungsi Seni Tari

Sebuah seni tari pasti memiliki fungsi – fungsinya. Berikut ini beberapa fungsi – fungsi dari seni tari, yaitu :

1. Sebagai Kesenian

Fungsi seni tari yang pertama adalah sebagai kesenia. Seni tari dihadirkan dengan tujuan untuk melestarikan budaya – budaya yang sudah ada di dalam sebuah negara pastinya. Fungsi seni tari ini lebih mengusung kearah tari tradisional yang diwariskan dari zaman dahulu. Misalnya seperti, tari – tarian yang ada di negara Indonesia hingga sekarang masih menjadi sebuah seni yang akan selalu ditampilkan pada acara – acara tertentu.

2. Sebagai Upacara

Fungsi seni tari berikutnya adalah sebagai upacara. Pada umumnya tarian yang ditampilkan pada saat upacara sangatlah dalam suasana khidmat. Pesan didalamnya bisa merupakan sebuah renungan untuk para pahlawan atau hanya sebagai refleksi kepada diri kita sendiri.

3. Sebagai Hiburan

Fungsi seni tari berikutnya adalah sebagai hiburan. Tarian yang ditampilkan umumnya berguna untuk memberikan hiburan kepada para penonton yang hadir. Fungsi ini mengharapkan para penonton dapat senang ketika menyaksikannya, mulai dari gerakan, penampilan, serta iringan musik. Umumnya tarian yang sifatnya menghibur bernuansa modern, baik dari penampilan , musik, serta penari.

4. Sebagai Pergaulan

Fungsi seni berikutnya adalah sebagai pergaulan. Tarian pada fungsi ini biasanya dimainkan agar dapat berinteraksi dengan sesama manusia yang memiliki hubungan kerabat. Tarian ini berharap agar dapat mengeratkan hubungan yang terjalin tersebut. Dan jika memiliki kesalahan dapat saling memaafkan.

5. Sebagai Media Pertunjukan

Fungsi seni yang berikutnya adalah sebagai media pertunjukkan. Seni tari pada fungsi ini ditampilkan jika hanya untuk pementasan, biasanya untuk perlombaan. Fungsi pada seni tari ini memang untuk dipertunjukkan pada orang ramai, jadi wajar saja jika yang menonjol adalah sisi koreografinya, konsep yang mantap serta ide yang bagus. Dan juga tema yang tersusun dengan sedemikian rupa sehingga tampilan menjadi lebih menarik dan bagus.

6. Sebagai Ekonomi

Fungsi seni tari berikutnya adalah sebagai ekonomi. Seni tari bukan hanya untuk seni saja, tapi kehadiran seni tari pada masa sekarang menjadi sebuah profesi bagi sebagian manusia. Dengan banyaknya permintaan dari orang untuk menampilkan seni tarinya maka peluang ekonomi baginya juga akan terbuka.

Sangat wajar jika hal ini terjadi. Karena untuk mempertunjukkan sebuah tarian pasti membutuhkan busana dan properti untuk melengkapinya serta waktu yang tersita tidak sedikit. Dan biasanya jumlah penari bukan hanya satu orang, sehingga akan membutuhkan usaha ekstra untuk dapat melatihnya.

7. Sebagai Media Belajar

Fungsi seni tari berikutnya adalah sebagai media belajar. Di setiap sekolahan sampai sekarang tari masih diajarkan dan menjadi mata pelajaran di sekolah. Ada juga yang menjadikannya pelajaran tambahan atau ekstrakulikuler. Fungsi seni tari ini berharap para siswa dapat mengenal lebih dalam lagi tentang budaya tari Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

Unsur – Unsur Seni Tari

Seni tari memiliki beberapa unsur – unsur didalamnya, baik unsur utama dan juga unsur tambahan. Berikut ini beberapa unsur – unsur dari seni tari tersebut :

Unsur Utama

Unsur - Unsur Seni Tari

Unsur utama seni tari merupakan unsur pokok atau unsur yang harus dimiliki dan terkandung didalam sebuah tarian. Oleh karena itu, unsur utama ini merupakan sebuah poin penting dari keberhasilan sebuah tari yang akan dibawakan. Berikut ini 3 unsur utama didalam seni tari, yaitu :

1. Wiraga (raga)

Wiraga dalam pegertian bahasa Jawa artinya raga, yang dalam pengertian seni tari disebut dengan gerakan. Sebuah tarian harus dapat membuat gerakan tubuh yang estetis, ritmis, serta dinamis. Walaupun, tidak semua gerakan dalam tarian mempunyai maksud tertentu didalamnya.

Gerak murni atau gerak biasa merupakan gerakan didalam sebuah tarian yang tidak mempunyai maksud tertentu. Gerak maknawi merupakan gerakan didalam sebuah tarian yang mempunyai arti mendalam dan mempunyai maksud tertentu.

Biasanya melalui gerakan si penari, penonton mampu menebak karakter apa yang dimainkan penari. Misalnya seperti gerak memutar pada pergelangan tangan yang dibawakan oleh wanita yang mempunyai maksud kelembutan atau keluwesan. Sedangkan jika penari pria membawakan tarian dengan gerakan berdecak pinggang artinya kekuasaan dan wibawa.

Sebuah tari tanpa memiliki gerakan, maka tarian tersebut tidak mempunyai arti dan hampa karena sebuah tarian memang harus ada unsur gerakan didalamnya. Oleh karena itu, wiraga masuk menjadi unsur utama didalam sebuah seni tari.

2. Wirama (irama)

Sebuha seni tari tidak mungkin hanya berupa gerakan saja tanpa adanya musik yang mengiringinya. Musik memiliki fungsi untuk mengiringi gerakan si penari. Dengan musik didalamnya, maka sebuah gerakan tarian akan mempunyai arti dan akan tercipta suasana tertentu didalamnya.

Seorang penari haruslah mampu menari dengan ketukan, tempo, dan irama yang mengiringinya sehingga penonton dapat merasakan keharmonisan didalam tariannya. Selain itu, dengan menggunakan tempo dan irama si penari tidak akan selalu bergantungan dengan gerakan si penari lainnya, tapi ia bisa menyesesuaikan gerakannya sendiri dengan irama yang mengiringinya.

Irama yang digunakan penari bisa saja berupa rekaman (biasanya ini digunakan untuk pendidikan) atau juga bisa menggunakan iringan langsung dari alat musik, misalnya seperti kecapi, gamelan, dan lain sebagainya. Namun, bisa juga menggunakan iringan berupa hentakan kaki, tepukan tangan, atau nyanyian. Irama berguna sebagai pelengkap dari gerakan tari. Walaupun fungsinya hanya sebagai pengiring, irama juga merupakan unsur utama.

3. Wirasa (rasa)

Sebuah seni tari harus mampu menyampaikan sebuah pesan dan suasana dari perasaan kepada penonton melewati gerakan dan ekspresi si penari. Maka dari itu, seorang penari harus mampu mengekspresikan dan menjiwai dari tarian yang dibawanya melewati mimik wajah dan juga pendalaman karakter.

Misalnya seperti, jika karakter yang dibawakan adalah seorang gadis yang lebut maka gerakan yang dimainkan haruslah lemah gemulai, selain itu harus menunjukkan mimik wajah yang cocok dengan karakter gadi tersebut.

Unsur wirasa ini akan semakin menguatkan karakter, suasana, serta estetika dari sebuah seni tari jika digabungkan dengan gerakan dan irama yang mendukung. Jika dalam sebuah tari menggunakan rasa, maka penonton dapat dengan mudah mengerti dari maksud yang disampaikan oleh si penari.

Oleh karea itu, unsur wirasa tidak akan terlepad sari unsur pokok seni tari. Jika tidak ada rasa didalamnya, maka penonton tidak dapat menerima maksud pesan yang disampaikan.

Unsur Tambahan

Selain unsur utama yang dimiliki oleh seni tari, ada juga unsur tambahan didalamnya. Berikut ini beberapa unsur – unsur tambahan pada seni tari, yaitu :

4. Tata Rias dan Kostum

Riasan dan kostum penari haruslah sesuai dengan tarian yang dibawakan dan juga karakter yang dimainkan oleh si penari. Unsur ini yang mendukung adanya suasana dari tarian dan menyampaikan pesan yang tersirat serta karakter yang diperankan.

5. Pola Lantai

Sebuah tarian akan terlihat indah jika si penari mampu menguasai pola lantai. Penari tidak hanya berada di tengah panggung tapi penari juga harus mampu bergerak kesana kemari sehingga penonton tidak akan bosan untuk menontonnya. Unsur ini juga penting agar para penari tidak bertabrakan dan akan terciptalah penampilan yang kompak, selaras, serta teratur.

6. Tata Panggung

Tata panggung pasti akan selalu diperhatikan agar menghasilkan sebuah pertunjukkan seni tari yang baik. Hal tersebut sangatlah penting karena dengan terciptanya panggung yang cocok untuk tarian, tidak sempit, serta tersusun dengan rapi akan memberikan kesan yang baik kepada penonton. Tata panggung termasuk seperti pencahayaan. Jadi, penataan panggung dan ruangan haruslah disesuaikan dengan tarian yang akan ditampilkan.

7. Properti

Dalam sebuah tarian tertentu, pastilah si penari akan membawa properti. Biasanya properti adalah alat pendukung untuk tari misalnya seperti piring, lilin, selendang, atau payung. Walaupun tidak semua tarian menggunakan properti, tapi unsur ini harus diperhatikan juga untuk mendukung terciptanya visualisasi tarian yang indah.

Aksesoris penunjang atau properti membuat penonton akan semakin yakin bahwa tarian tersebut dibuat dan dipersiapkan dengan baik. Selain itu, dengan adanya aksesoris penunjang, penonton dapat dengan mudah mengetahui karakter dari tarian yang ditampilkan.

Contoh Seni Tari

Contoh Seni Tari

Banyak sekali contoh – contoh seni tari. Ada tari tradisional dan juga ada tari modern. Tarian tradisional merupakan tarian daerah yang masih dijaga dan dilestarikan mulai dulu sampai sekarang. Contoh tarian tradisonal adalah sebagai berikut :

1. Tari Kecak

tari kecak

Tari kecak merupakan sebuah tarian dari daerah Bali. Tari kecak menjadi sebuah ciri khasi dari daerah Bali. Cerita didalam tari kecak adalah tentang Ramayana, yang mana penarinya biasanya laki – laki. Tari kecak merupakan karya dari Wayan Limbak dan Walter Spies yang merupakan seorang pelukis dari Jerman pada tahun 1930-an.

2. Tari Lilin

tari lilin

Tari Lilin merupakan tarian khas dari daerah Sumatera Barat. Para penari akan menggunakan piring kecil yang diatasnya terdapat lilin yang menyala. Biasanya tarian ini ditampilkan pada malam hari.

Selain tari tradisional, ada juga tari modern. Tari modern meruapakan tarian kreasi baru yang didalamnya mempunyai kebebasan dalam menciptakannya. Biasanya gerakan tarian ini terinspirasi dari tari daerah lalu mencampurkannya dengan tari modern. Berikut ini contoh tari modern, yaitu :

1. Tari Merak

tari merak

Tari Merak merupakan tari kreasi baru yang didalamnya menceritakan kehidupan seekor binatang yaitu burung Merak. Tari Merak biasanya ditampilkan secara bersamaan. Lagu iringannya adalah lagu Macan Ucul. Tarian ini diciptakan oleh seniman asal Sunda yaitu Raden Tjeje Somantri. Tari Merak ini sudah terkenal hingga luar negeri.

2. Tari Nguri

tari merak

Tari Nguri merupakan tari kreasi baru yang mempunyai tema penyambutan dan persembahan. Awalnya tarian ini merupakan tarian untuk menghibur raja yang sedang berduka atau sedih. Namun, dengan berkembangnya zaman, tari nguri menjadi tarian untuk menyambut tamu penting atau tamu dari pusat.

Demikian pembahasan kita kali ini tentang pengertian seni tari, serta fungsi, unsur – unsur, dan juga contoh seni tari. Semoga Anda dapat lebih mudah untuk memahami dan mengerti dengan

Nesabamedia.com merupakan media online yang menyajikan konten menarik seputar komputer, internet, jaringan, android, website dan beberapa topik lain yang berhubungan dengan dunia komputer.

Leave a Reply

Send this to a friend