Pengertian Web Service Beserta Fungsi, Arsitektur dan Contohnya

Sebuah website merupakan suatu halaman – halaman yang saling berhubungan dan dapat diakses menggunakan jaringan internet dan melalui perantara browser.

Berbagai macam tujuan dapat diperoleh dari penggunaan website seperti untuk urusan periklanan, bisnis, membagi informasi dan lain – lain dan menjadi penyebab mengapa web memiliki peran cukup vital saat ini.

Mengingat peran nya yang cukup vital maka seharusnya para developer dapat memahami kinerja dari suatu web serta bentuk – bentuk pelayanan yang diberikan. Istilah ini seringkali disebut dengan Web Service.

Dalam artikel kali ini penulis akan mengulas lebih dalam mengenai Web Service, meliputi pengertian Web Service, kegunaan, arsitektur dan contoh – contoh yang paling sering ditemui. Langsung saja ulasan lengkap nya dapat anda simak dibawah ini :

Pengertian Web Service

Pengertian Web Service Adalah

Pada dasarnya paradigma dari pemrograman web adalah dimulai dari bahasa pemrograman terstruktur, lalu OOP (Object Oriented Programming), dilanjutkan oleh komputasi terdistribusi, pertukaran data elektronik, hingga World Wide Web (WWW) dan kini adalah web service.

Perusahaan ternama Hewlett-Packard’s e-Speak merupakan penggagas dari web service pada tahun 1999, meskipun pada saat itu perusahaan ini masih sebagai penyedia layanan e-service. Kemudian pada tahun 2000 Microsoft membuat pertaruhan nama besarnya untuk mulai memperkenalkan web service secara umum dan vendor lain pun mulai mengikuti langkah – langkah nya.

Web service dapat didefinisikan sebagai suatu software atau perangkat lunak yang mendukung interoperabilitas serta interaksi antar sistem pada suatu jaringan. Web service merupakan suatu fasilitas yang disediakan oleh website sebagai layanan dalam bentuk informasi kepada sistem lain sehingga dapat terjadi interaksi di semua sistem yang terlibat. Web service juga menyimpan data informasi ke dalam suatu file XML sehingga dapat diakses oleh sistem lain meskipun beda platform, OS atau bahkan beda bahasa compiler.

Fungsi Web Service

Kegunaan Web Service

Sebagai salah satu bagian terpenting dari website, web service memiliki kegunaan atau peran penting untuk memberikan layanan terbaik ke semua sistem. Bentuk layanan yang dimaksudkan adalah sebagai berikut :

  • Seperti yang dijelaskan sebelumnya salah satu kegunaan web service adalah pada interoperabilitas tinggi dan dapat diakses oleh pengguna dimanapun serta kapanpun selama tersedia koneksi internet.
  • Web service juga dapat diakses melalui protocol terbuka dan memanfaatkan web melalui SOAP atau singkatan dari Simple Object Acces Protocol. Selain itu web service juga menggunakan bahasa Web Services Description Language (WSDL) serta terintegrasi dalam Universal Discovery Description and Integration (UDDI).
  • Format penggunaan pada web service dibuat terbuka untuk semua platform sehingga mempermudah dalam penggunaan serta lebih menyeluruh. Keamanan nya juga lebih terjamin.
  • Masih banyak kegunaan – kegunaan lain yang bisa didapatkan dari web service meliputi routing dan pengiriman, management dan monitoring, akselerasi dan pastinya tidak mahal untuk pengimplementasian nya.

Arsitektur Web Service

Pengertian Web Service dan Arsitekturnya

Suatu web service memiliki bentuk arsitektur yang terdiri dari beberapa komponen meliputi Acces (SOAP), XML, Discover (UDDI, ebXML registries), Describe (WSDL), dan terakhir Communication Layer (HTTP, SMTP serta protkol lainnya). Penjelasan masing – masing dapat anda simak pada ulasan dibawah ini :

SOAP

SOAP (Simple Object Acces Protocol) merupakan suatu protocol dan bertindak sebagai penyedia layanan pemaketan pesan dalam lingkungan terdistribusi yang menggunakan XML.

SOAP juga memberi fasilitas berupa komunikasi dengan metode RPC (Remote Procedure Call) antara pihak Remote Client dan Server. SOAP juga merupakan sebuah dokumen XML yang mengatur bagaimana request serta respon bagaimana web service dapat bekerja.

XML

Sama seperti HTML, XML merupakan salah satu metamarkup language berupa teks biasa namun bedanya XML lebih difokuskan untuk penyimpanan data bukan untuk menampilkan. Pada XML data dapat disimpan secara ringkas dan mudah diatur kedepannya.

XML juga suatu format penyimpanan data yang memungkinkan datanya dapat berpindah – pindah antar perangkat melalui internet atau jaringan komputer. Sama halnya HTML, pada XML juga terdapat tag – tag yang dapat kita tentukan sendiri agara data bisa ditata lebih terstruktur.

WSDL

Termasuk ke dalam lingkup service description, WSDL juga berupa dokumen XML dan tugasnya untuk memberi penjelasan dalam web service tersedia method apa saja. Selain itu WSDL juga memberi penjelasan parameter yang memanggil method serta hasil pemanggilan nya.

UDDI

Yang terakhir adalah UDDI (Universal Description, Discovery and Integration) memiliki tugas untuk mendeskripsikan bisnis service yang didukung, spesifikasi web service yang digunakan, model pemrograman serta schema yang dipakai.

Contoh Web Service

contoh web service

Contoh dari penerapan web service paling umum adalah pada API (Application Programming Interface). API ini dapat didefinisikan sebagai sekumpulan perintah, protocol dan fungsi yang dapat dipakai oleh para programmer dalam membangun aplikasi tertentu. Dengan menggunakan API memungkinkan programmer agar bisa menerapkan fungsi – fungsi standar terhadap fungsi yang dibangun sebelumnya.

Dengan menggunakan API programmer dengan sistem operasi mana saja dapat menerapkan fungsi – fungsi nya asalkan API nya sudah diinstal. Bahasa yang digunakan juga lebih mudah dimengerti jika dibandingkan dengan menggunakan system call sehinggan dalam editing maupun update perkembangan aplikasi dapat lebih mudah. Penggunaan system call memang berbeda dibandingkan dengan API.

Salah satu contoh API yang sering digunakan adalah Google Maps API untuk keperluan aplikasi sistem geografis (GIS). API pada aplikasi travelling juga sering dipakai mengingat saat ini sudah trend transportasi online serta API ongkir yang menunjang keberadaan web marketplace.

Leave a Reply

Send this to a friend