Source Code Windows 10 SolarWinds Dijual Peretas

Peretas SolarWinds, Tawarkan Source Code Windows 10 Seharga 8 Miliar Rupiah

NESABAMEDIA.COMBeberapa hari yang lalu, nesabamedia.com telah melaporkan bahwa Microsoft tengah melakukan investigasi terkait peretasan layanan Solarwinds, yang mampu menembus source code milik Microsoft.

Kini muncul sebuah kabar baru terkait peretasan itu, di mana seorang yang diduga pelaku peretasan tersebut, menawarkan source code Windows 10 dengan harga USD600 ribu atau sekitar Rp8,4 miliar. 

Orang yang diduga sebagai pelaku peretasan itu tidak hanya menjual source code dari Windows 10 saja, tetapi juga produk Cisco seharga USD500 ribu (Rp7 miliar), source code produk SolarWinds dan akun pelanggannya seharga USD250 ribu (Rp3,5 miliar), serta source code dari FireEye seharga USD50 ribu (Rp700 juta). 

Data Source Code Microsoft Dijual Hacker

Data Source Code Microsoft Dijual Hacker

Kabar tersebut disampaikan oleh peneliti keamanan siber bernama Jake Williams yang bekerja di Rendition Infosec. Namun dia juga memberi peringatan kepada pelaku yang diduga kelompok peretas terkenal asal Rusia, Shadow Brokers, dengan mengatakan mereka hanya memanfaatkan situasi saja, dan tidak akan menerima tawaran itu begitu saja. 

Dalam percakapan saat pelaku menawarkan source code itu, Jake rupanya juga terlibat obrolan yang cukup intensif. Saat menanyakan keaslian, si pelaku dengan mantap menyebut bahwa dia memiliki sejumlah bukti yang cukup kuat yang bisa menjamin bahwa apa yang dia jual adalah benar-benar source code dari layanan yang telah dia retas sebelumnya. 

Percakapan Transaksi Source Code Microsoft

Percakapan Transaksi Source Code Microsoft

Namun si pelaku juga cukup cerdik, hanya menawarkan source code tanpa adanya detail yang lebih jelas. Karena si pelaku mengaku masih memiliki lebih banyak akses yang belum layak untuk dia jual untuk saat ini. 

Banyak pihak yang meragukan apa yang ditawarkan orang yang mengaku sebagai peretas layanan SolarWinds itu, sebab tidak ada bukti yang cukup kuat, selain dia hanya memberikan informasi apa saja yang sudah dia retas tanpa detail lebih lanjut. 

Hal ini senada dengan apa yang sudah diklarifikasi Microsoft sebelumnya, di mana mereka mendeteksi adanya tindakan pelanggaran keamanan. Namun mereka memastikan bahwa pelaku peretasan itu tidak bisa berbuat banyak, selain hanya bisa melihat source code-nya saja. Sehingga data para pelanggan bisa dipastikan tetap aman. 

Resikonya pun diklaim Microsoft juga sangat kecil, karena mereka selama ini tidak terlalu menggantungkan keamanan pada kerahasiaan source code di produk-produk mereka. 

Bambang

Pernah menjadi jurnalis dan juga Social Media Manager di Merdeka.com selama lebih dari 2 tahun, sebelum akhirnya mengerjakan sejumlah proyek website yang dioptimasi dan dimonetisasi Google Adsense. 

Kini sedang aktif dalam pembuatan konten Youtube dokumenter bertema sosial serta menjadi penulis konten untuk sejumlah website. 

Leave a Reply

Send this to a friend