• Our Partners:

aplikasi TikTok dilarang di beberapa perusahaan amerika serikat

Perusahan Amerika Serikat Ramai-Ramai Larang Karyawan Pakai TikTok

NESABAMEDIA.COM – Beberapa perusahaan asal Amerika Serikat dikabarkan melarang karyawan mereka menggunakan TikTok. Alasan utama TikTok dilarang ialah karena faktor keamanan serta produktivitas kerja.

Perusahaan jasa keuangan Wells Fargo telah memerintahkan karyawan untuk meng-uninstal TikTok dari ponsel kerja mereka, karena masalah privasi data pada aplikasi berbagi video tersebut.

Langkah Wells Fargo, pertama kali dikabarkan oleh The Information, mengikuti perintah serupa oleh Amazon, meskipun desas-desus larangan tersebut masih sebatas memo internal

“Kami telah mengidentifikasi sejumlah kecil karyawan Wells Fargo dengan perangkat milik perusahaan yang telah menginstal aplikasi TikTok pada perangkat mereka,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan. “Karena kekhawatiran tentang kontrol dan praktik privasi dan keamanan TikTok, dan karena perangkat milik perusahaan hanya boleh digunakan untuk bisnis perusahaan, kami telah mengarahkan karyawan tersebut untuk menghapus aplikasi dari perangkat mereka.”

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk melarang TikTok dan aplikasi media sosial asal Tiongkok lainnya karena masalah keamanan. Sementara itu, laporan transparansi TikTok untuk paruh kedua tahun 2019 mengungkapkan bahwa ada sekitar 500 permintaan hukum dari pemerintah di seluruh dunia untuk data pengguna TikTok, dengan sekitar 100 permintaan tersebut dari Amerika Serikat. TikTok dilarang di beberapa negara dengan alasan yang sama.

Beredar email TikTok dilarang bagi karyawan Amazon

Akhir pekan ini, Amazon dikabarkan memerintahkan karyawan untuk menghapus TikTok di ponsel yang digunakan untuk mengakses akun email perusahaan paling lambat 10 Juli, karena risiko keamanan yang terkait dengan aplikasi.

Namun, Amazon kemudian membantah dan menyatakan bahwa surel atau email itu salah dikirimkan ke karyawan sebagaimana dilansir dari laman Digital Trends bahwa tidak ada perubahan pada kebijakannya sehubungan dengan TikTok.

Juru bicara perusahaan Jaci Anderson menolak untuk menjawab pertanyaan tentang kebijakan yang membingungkan ini. Sementara itu, dilansir dari laman berita Associated Press bahwa seorang karyawan Amazon mengonfirmasi penerimaan email awal tetapi tidak berwenang untuk berbicara di depan umum dan belum melihat pencabutan pada saat backtrack Amazon.

Leave a Reply